Mother&Baby Indonesia
Ini yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Ini yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Harapan setiap pasangan untuk memiliki anak tidak selalu berjalan lancar. Faktanya, keinginan tersebut bisa terhambat, salah satunya karena masalah kesuburan. Meskipun begitu, tetap ada solusi untuk Anda bisa memiliki anak, misalnya dengan menjalani program bayi tabung.

Program bayi tabung atau IVF (in vitro fertilisation) merupakan tindakan medis yang menggabungkan sperma dan sel telur di luar rahim dengan menggunakan alat kesehatan canggih. Nantinya, sperma dan sel telur yang bisa berkembang menjadi embrio akan dikembalikan ke rahim untuk bertumbuh di dalamnya.



Solusi dari Kemajuan Teknologi

Melakukan program bayi tabung merupakan salah satu pilihan metode yang bisa Anda jalani untuk memiliki anak. Hal ini bisa terjadi karena bantuan teknologi di bidang kesehatan yang semakin canggih untuk menghasilkan embrio berkualitas baik, serta suntikan hormon untuk menjaga kestabilan tubuh Anda.

Setidaknya ada 6 prosedur yang akan Moms jalani selama melakukan program IVF, seperti penjelasan dari dr. Ivan Sini, Sp.OG, berikut ini:

1. Program bayi tabung akan diawali dengan mengecek riwayat kesehatan Moms dan Dads. Pengecekan ini termasuk siklus menstruasi yang Moms jalani maupun kualitas sperma Dads.

2. Setelah itu, proses penyuntikan hormon dilakukan untuk menghasilkan sel telur yang lebih banyak demi meningkatkan peluang kehamilan.

3. Begitu matang dan mencapai ukuran yang diinginkan, telur-telur ini akan dikumpulkan dengan menggunakan jarum khusus yang ditempelkan pada alat ultrasonografi yang dimasukkan melalui vagina.

3. Telur itu kemudian dikeluarkan dari kulitnya.



4. Ketika kulit telur sudah tidak ada, sel sperma diletakkan pada telur agar terjadi pembuahan. Jika pembuahan sudah terjadi, maka embrio akan tumbuh.

5. Setelah mengalami pembelahan selama 5-6 hari, embrio akan dipindahkan dan selanjutnya akan menempel pada dinding uterus atau rahim.

Embrio yang akan dimasukkan ke dalam rahim biasanya hanya dua. Ini untuk mengurangi risiko kelahiran bayi kembar 3. Pada program bayi tabung biasa, embrio dibiakkan di luar tubuh selama 3 hari. Tapi pada kultur blastosis, embrio dikultur sampai 5 hari sehingga perkembangan embrio bisa dilihat lebih lama dan dapat dipilih embrio yang lebih baik.

Untuk Siapa Bayi Tabung?

Dr. Ivan mengatakan bahwa semua pasangan yang kesulitan mendapatkan anak secara alami, berhak mengikuti program bayi tabung, meski dokter memerlukan indikasi medis tertentu sebelum memberikan anjuran program tersebut. Indikasi bayi tabung antara lain:

• Calon ayah memiliki jumlah sperma yang sangat sedikit atau azoospermia.

• Saluran telur calon ibu mampat dan tidak bisa diperbaiki melalui operasi.

• Kista atau endometriosis.

• Usia calon ibu (biasanya semakin tua semakin sulit untuk hamil).

• Alergi terhadap sperma.

Biaya yang Tidak Sedikit dan Persiapan Mental


Untuk menjalani program bayi tabung, diketahui memang membutuhkan biaya yang cukup tinggi, sekitar 45-60 juta (berbeda pada setiap rumah sakit dan klinik). Hal ini berkaitan dengan penggunaan teknologi terkini hingga penyuntikan hormon tambahan. Tingkat keberhasilannya pun bisa mencapai 60-70 persen, meski Anda atau pasangan memiliki masalah kesuburan.

Jika sudah memutuskan untuk melakukan program IVF, maka dibutuhkan komitmen yang besar. Moms dan Dads harus sudah sepakat untuk menyisihkan pengeluaran demi kehadiran Si Kecil dalam keluarga. Dukungan keluarga besar juga sangat dibutuhkan, sehingga proses program bayi tabung bisa berhasil dan berjalan dengan lancar.

Persiapan mental juga penting. Karena itu, sebelum menjalaninya, pola pikir pasien harus dipersiapkan dengan baik sehingga bisa mengatur emosi dan harapan mereka terhadap program ini. Sebab, manusia hanya bisa berusaha sampai 1 titik tertentu saja, selebihnya tetap di tangan Tuhan.

Agar terjadi proses kehamilan, tentu ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung program IVF. Usia calon ibu, yaitu di bawah 35 tahun, disebut memiliki angka keberhasilan bayi tabung yang cukup tinggi. Perilaku dan pola hidup sehat, seperti pemenuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh serta rutin berolahraga juga penting untuk dilakukan. Selain fisik Moms dan Dads, 65-70 persen keberhasilan program bayi tabung dipengaruhi oleh kualitas embrio atau hasil dari pembuahan sel telur dan sel sperma. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   bayi tabung,   ivf