Mother&Baby Indonesia
Cara Tepat Orang Tua Membicarakan Pornografi dengan Anak

Cara Tepat Orang Tua Membicarakan Pornografi dengan Anak

Mendapati Si Kecil membuka laman porno dan berdiskusi serius soal hal tersebut mungkin adalah hal terakhir dalam agenda parenting Anda ya, Moms. Sayangnya, kini konten pornografi sudah semakin mudah diakses oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Bahkan, kini salah pencet di website berita bisa berujung pada pornografi digital. Menurut The Academy of American Pediatrics (AAP), sekitar 42% anak 10-17 tahun telah melihat konten porno secara online dan hanya 27% di antaranya yang dilakukan dengan sengaja.



Maka, diskusi soal pornografi perlu dilakukan sedini mungkin. Percakapan ini penting agar Si Kecil bisa terbuka akan perasaan dan rasa ingin tahunya kepada Anda. Percakapan ini juga penting untuk membedakan antara hubungan seks dunia nyata dan pornografi, sehingga kehidupan seksual anak kelak bisa aman dan bertanggung jawab.

Percakapan dengan Anak Usia 10 tahun

Dilansir dari Very Well Family, berikut ini beberapa hal utama saat Anda mesti berbicara soal pornografi dengan Si Kecil yang berusia di bawah 10 tahun:

1. Normalisasi bentuk kasih sayang

Si Kecil bisa memahami bahwa berpelukan dan kedekatan fisik sangat menyenangkan. Setelah itu, Moms bisa jelaskan bahwa hubungan intim secara spesifik dilakukan oleh dua orang yang telah sepakat untuk meluapkan kasih sayang dengan cara yang lebih jauh.

2. Sederhana dan langsung

Gunakan istilah yang benar soal bagian tubuh dan jelaskan secara gamblang tentang cara hubungan seks terjadi. Si Kecil mungkin bertanya dan mengekspresikan rasa jijik ataupun kaget. Karena itu, bantu Si Kecil untuk memahami bahwa perasaan tersebut normal, dan jawab pertanyaan mereka dengan jujur.



3. Beri tahu apa yang dapat anak temukan secara online

Bagi Si Kecil, Moms tak perlu bicarakan pornografi secara detail. Meski begitu, Si Kecil perlu tahu bahwa orang dewasa kadang membagi gambar porno di internet dan mungkin ia dapat menemukannya. Berbagai gambar ini dapat menakutkan atau tidak membuatnya nyaman.

Si Kecil perlu tahu, bahwa jika ia mendapati pornografi, ia dapat membicarakan hal tersebut dengan Anda tanpa merasa penuh tekanan. Selain itu, Si Kecil juga perlu merasa aman untuk memberi tahu Anda  jika ada seseorang yang menunjukkan pornografi kepadanya.

Percakapan dengan Anak yang Lebih Besar

Selain itu, berikut ini beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mendiskusikan pornografi  dengan anak yang lebih besar:

1. Bicarakan dengan santai

Semakin kasual percakapan Anda dengan Si Kecil, maka semakin baik juga komunikasi yang akan terjadi. Moms mungkin bisa berdiskusi dengannya saat sedang mengendarai mobil bersama atau setelah menonton film favorit. Pasalnya, Si Kecil cenderung lebih terbuka pada percakapan yang kasual.

2. Hindari menghakimi sendiri

Si Kecil perlu tahu bahwa ia tidak akan dihakimi oleh Anda. Moms tidak menuduhnya suka mencari pornografi, atau Moms tidak memberikan hukuman jika Anda mendapatinya membuka konten porno. Dengan begini, Si Kecil akan lebih mudah terlibat dalam diskusi.

3. Tanyakan pertanyaan terbuka

Di usia ini, Si Kecil suka jika dianggap serba tahu, dan Moms bisa membiarkannya pada tahap tertentu. Jangan berikan Si Kecil daftar informasi yang lengkap, dan tak perlu tanya pertanyaan mendetail. Biarkan Si Kecil memimpin arah diksusi.

4. Jadikan percakapan yang berkelanjutan

Percakapan soal pornografi perlulah terus berlanjut. Tak hanya karena Si Kecil yang mungkin masih punya banyak pertanyaan, lebih mudah bagi Anda untuk membicarakannya satu per satu daripada menjadikannya sebuah diskusi yang berat dan dalam.

5. Pornografi vs seks

Jelaskan bahwa kehidupan seks di dunia nyata sangatlah berbeda dengan gambaran pornografi. Pornografi adalah ekspresi fantasi sehingga dibuat sedemikian rupa untuk menarik, mulai dari pemerannya, adegannya, dan percakapannya.

6. Kesepakatan dan batasan personal

Terkadang pornografi dapat tampak melibatkan adegan kekerasan atau pemerkosaan. Untuk itu, penting bagi Si Kecil untuk tahu bahwa adegan-adegan tersebut tidaklah diperbolehkan di dunia nyata. Jelaskan bahwa kesepakatan yang jelas dan antusias oleh masing-masing orang adalah aspek penting dalam hubungan intim.

7. Normalisasi rangsangan seksual

Si Kecil perlu tahu bahwa normal jika tubuh mereka bereaksi terhadap pornografi. Jika Anda mempermalukan Si Kecil karena perasaan tersebut, maka ia cenderung tidak akan terbuka soal berbagai hal seputar pornografi. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   keluarga,   seks,   pornografi