Mother&Baby Indonesia
Ibu Stres Bikin Susah Bonding di 1000 HPK, Benarkah?

Ibu Stres Bikin Susah Bonding di 1000 HPK, Benarkah?

Moms, Anda pasti sudah tahu kalau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase yang paling krusial bagi tumbuh kembang anak. Fase 1000 HPK ini dimulai sejak anak masih di dalam kandungan lho, Moms. Sayangnya, ada saja masalah yang bisa membuat ibu stres sehingga sulit mengoptimalkan masa 1000 HPK anak.

Benarkah ibu stres bikin susah bonding dengan anak di masa 1000 HPK? Apa dampaknya jika ibu dan anak sulit bonding? Untuk menjawabnya, M&B dan Zwitsal Baby menghadirkan “Moms Soiree: Ibu Stres Bikin Susah Bonding di 1000 HPK, Benarkah?” yang dilangsungkan pada Kamis, 10 Juni 2021.



Acara virtual yang digelar di Zoom dan YouTube Live ini menghadirkan Samanta Elsener, M.Psi, Psikolog – Psikolog Anak dan Pendidikan, dan juga Novita Angie, Editor in Chief Mother&Baby Indonesia. Yuk, ikuti serunya Zwitsal Moms Soiree!

Pentingnya Bonding di 1000 HPK


Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Menurut Samanta, sejak anak masih di dalam rahim, plasenta tak hanya menyalurkan nutrisi, tetapi juga perasaan dan pikiran ibu. Itu sebabnya bonding yang baik dengan anak sudah harus dilakukan sejak masa kehamilan atau di awal 1000 HPK, karena ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, seperti hubungan yang sehat antara ibu dan anak, anak mudah diarahkan, dan sangat sedikit keluhan yang berkaitan dengan kenakalan anak. Bonding sejak dalam kandungan ini memberikan kelekatan antara anak dan ibu sejak pertama kali anak hadir, yaitu di awal kehamilan.

Di fase awal 1000 HPK, Samanta menyarankan untuk membangun koneksi dengan janin, seperti mengajaknya mengobrol, membacakan buku, atau memainkan musik. Setelah lahir, Moms dapat membangun koneksi dengan cara kontak skin-to-skin agar hormon oksitosin (hormon pemberi kebahagiaan) meningkat. “Jangan lupa lakukan kontak mata ketika sedang berinteraksi dengan anak, misalnya saat sedang menyusui bayi. Jangan sambil main HP ya, Moms,” ujar Samanta.

Utamakan Kesehatan Mental Ibu




Saking fokusnya mengurus bayi, banyak ibu yang melupakan kesehatan fisik dan mental dirinya sendiri. Padahal kesehatan mental ibu tidak boleh disepelekan, lho! Kesehatan mental yang tidak terjaga dapat membuat ibu sering khawatir tidak bisa menjadi ibu yang baik, tidak percaya diri, hingga akhirnya frustrasi dan mengalami baby blues atau bahkan postpartum depression. Semua masalah kesehatan mental tersebut tentu bisa mengganggu proses bonding di 1000 HPK anak ya, Moms.

Jika ada hambatan proses bonding antara ibu dan anak di 1000 HPK, maka ini bisa menghambat tumbuh kembang anak secara keseluruhan. “Secara biologis, bisa menghambat perkembangan jantung, otak, dan organ-organ lain pada anak. Secara psikologis, ini bisa berdampak pada masalah emosi anak, anak jadi susah makan, baru lahir anak suka menangis, dan lain-lain. Ini bisa jadi tanda karena kortisol (hormon stres) yang ada di ibu saat hamil sudah terkirim ke anak, sehingga anak bisa lahir dalam keadaan stres,” jelas Samanta.

Sedangkan dampak jangka panjang jika terjadi hambatan bonding di 1000 HPK adalah anak bisa kurang fokus belajar, rentan stres, sering cemas, dan depresi. Semua masalah tersebut bisa terjadi hingga anak dewasa kelak, lho. 

“Kurang bonding ini harus segera ditangani dalam 12 bulan pertama kehidupan anak, jika tidak segera ditangani untuk menciptakan bonding yang kuat hingga anak usia 2 tahun, maka anak akan semakin kuat untuk tidak memiliki koneksi yang aman dengan orang tuanya, atau attachment pola insecure,” papar Samanta.

Dampaknya bisa sampai dewasa, Moms! Kelak anak akan bermasalah dalam menjalin relasi sehat dengan orang lain, kemampuan menyelesaikan konflik yang rendah, tidak percaya diri, pemurung, motivasi belajar rendah. “Bahkan kurang bonding di 1000 HPK juga bisa memicu speech delay lho, Moms,” tambah Samanta.

Kenali Ciri Ibu Stres


Menurut Samanta, ciri ibu stres menghadapi 1000 HPK anak sebenarnya sering ditemukan, tetapi sering diabaikan. Ciri paling mudah dari ibu stres di masa 1000 HPK anak adalah sering marah, tidak merawat diri dengan baik hingga penampilan lusuh, banyak mengeluh, terlihat lelah, tidak bertenaga, mood swing, dan sulit berpikir jernih.

“Kalau tipe ibu ekstrovert mungkin lebih mudah terlihat ciri-ciri stresnya, tapi kalau tipe introvert lebih sulit. Mereka mudah putus asa, ada keinginan melukai diri sendiri atau bayi, pola interaksi komunikasi berubah, perilaku berubah, jadi pendiam, tidak antusias dengan topik apa pun, kerja tidak semangat, suka menunda tugas, tidak ada raut kebahagiaan, dan sulit tertawa,” rinci Samanta.

Fun Games!


Setelah para peserta Zwitsal Moms Soiree menyimak kaitan ibu stres dengan bonding di 1000 HPK anak, kini tiba waktunya untuk ikutan games seru dan bagi-bagi hadiah. Untuk para Moms di Zoom bisa mengikuti fun quiz dan menjawab pertanyaan seputar 1000 HPK dan produk Zwitsal. Siapa yang paling cepat dan tepat, maka mendapatkan voucher belanja senilai Rp300.000.

Untuk Moms yang menyaksikan lewat YouTube juga telah disediakan hadiah hampers Zwitsal bagi 3 penanya terbaik. Ada undian berhadiah juga untuk Moms yang sudah registrasi dan mengikuti acara di YouTube, lho! Seru, banyak ilmu, dan banyak hadiah! Untuk Moms yang ingin mendapatkan inspirasi seputar 1000 HPK Si Kecil secara gratis, Anda bisa lihat info selengkapnya di Instagram @zwitsal_id atau zwitsal.co.id ya, Moms. Sampai jumpa di Zwitsal Moms Soiree berikutnya! (Tiffany/ND/Dok. Zwitsal Baby)



Tags: keluarga,   moms soiree,   bonding dengan anak,   1000 hari pertama kehidupan