Mother&Baby Indonesia
Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Bayi

Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Bayi

Setelah lahir, tubuh bayi masih akan mengalami perkembangan. Salah satunya pada sistem pencernaan yang memang belum bisa berfungsi secara optimal. Hal ini dapat memicu terjadinya masalah yang tidak bisa dianggap sepele, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang Si Kecil.

Moms pun perlu mengenal berbagai jenis masalah yang dapat terjadi pada sistem pencernaan bayi. Namun, kondisi tersebut sulit diketahui karena bayi hanya bisa menangis dan belum dapat menyampaikan apa yang ia rasakan. Karenanya, Moms dapat mengecek kondisi Si Kecil dengan memperhatikan gejala dari gangguan sistem pencernaan berikut ini.



1. Gumoh

Saat lambung Si Kecil terisi penuh, mungkin saja isinya keluar kembali melalui mulut. Ini dikenal dengan gumoh atau regurgitasi dan sebenarnya cukup umum dialami bayi. Risiko terjadinya kondisi ini juga akan menurun saat bayi memasuki usia 1 tahun.

2. Dhychesia

Bayi yang merasa sakit perut sebelum buang air besar mungkin akan menangis, bahkan selama 10 menit. Kondisi ini disebut dhychesia atau gangguan BAB yang biasa terjadi pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Penyebabnya karena kegagalan untuk menyelaraskan antara relaksasi otot dasar panggul, kontraksi otot perut, dan pengangkatan lutut.



3. Diare

Diare menjadi salah satu kondisi gangguan pencernaan yang sering dialami bayi. Saat Si Kecil BAB, feses yang dikeluarkan lebih encer dan biasanya menjadi lebih sering buang air (tiga kali dalam sehari). Selain lebih rewel, bayi juga terlihat lemas, bahkan masalah ini bisa memicu demam dan ruam. Jika tidak dirawat dengan tepat, maka Si Kecil berisiko mengalami dehidrasi.

4. Sembelit

Gangguan sembelit pada pencernaan bayi juga bisa terjadi, ditandai dengan bayi tidak buang air besar selama tiga hari atau kurang dari tiga kali dalam seminggu. Kondisi ini terjadi ketika Si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat (MPASI). Selain kembung dan muntah, sembelit juga ditandai dengan bayi kesakitan ketika BAB, hingga ada darah pada fesesnya.

5. GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung menjadi satu kondisi yang bisa dialami bayi. Penyebabnya sendiri adalah cincin otot yang berfungsi seperti katup pada kerongkongan bagian bawah dari bayi belum sempurna. Akhirnya, bayi akan mengalami kolik hingga sering muntah setiap kali selesai menyusu. GERD sendiri bisa mereda setelah fungsi cincin otot berfungsi dengan baik, yaitu di usia 4-12 bulan.

Mengatasi Gangguan Pencernaan

Pemberian ASI tidak boleh berhenti ketika bayi mengalami gangguan pada pencernaannya. Sebab, menyusu dapat mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi dan menjadi obat alami untuk mengatasi sakit yang ia rasakan. Sedangkan pada bayi yang sudah mendapatkan MPASI, Moms perlu memperhatikan kebutuhan seratnya, yaitu 19 gram per hari.

Semua gangguan pada sistem pencernaan di atas memang bisa hilang dengan sendirinya, seiring bertambah usia Si Kecil. Namun, ketika bayi mengalami kondisi tersebut, Moms harus segera membawanya ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kesehatan,   sistem pencernaan,   gangguan pencernaan