Mother&Baby Indonesia
Jangan Abaikan! Tanda Perdarahan Nifas Abnormal Pascapersalinan

Jangan Abaikan! Tanda Perdarahan Nifas Abnormal Pascapersalinan

Setelah melewati persalinan, setiap ibu akan memasuki masa nifas yang berlangsung sekitar 4-6 minggu usai melahirkan. Pada masa ini, akan terjadi perdarahan dari vagina yang mirip seperti saat Anda menstruasi. Perdarahan nifas ini bisa bersifat normal, tapi bisa juga tak normal.

Pada kondisi normal, darah yang keluar dari vagina pascapersalinan disebut dengan lokia, yang terjadi akibat runtuhnya jaringan rahim yang terbentuk saat hamil. Sedangkan perdarahan nifas abnormal pascapersalinan disebut perdarahan postpartum (postpartum hemorrhage).



Kondisi ini terjadi ketika seorang ibu kehilangan darah yang sangat banyak hingga lebih dari 500 cc dalam 24 jam setelah melahirkan, sehingga perlu ditangani segera karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti penggumpalan darah meluas di seluruh tubuh, gagal ginjal, shock hipovolemik, atau bahkan kematian.

Penyebab Perdarahan Nifas Abnormal Pascapersalinan

Secara umum, penyebab perdarahan nifas abnormal ada 4, yaitu:

1. Uterus tak dapat berkontraksi (atonia uteri) sehingga darah yang keluar dari uterus tidak dapat berhenti secara alami.

2. Adanya trauma atau cedera akibat robekan jalan lahir karena bayi terlalu besar, atau penggunaan obat induksi persalinan yang tidak sesuai dengan aturan.

3. Faktor pembekuan darah. Perdarahan terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kehilangan faktor-faktor yang dibutuhkan untuk membantu penutupan luka. Perdarahan abnormal juga bisa disebabkan ibu mengidap kelainan hemofilia, yaitu kondisi di mana darah sukar membeku.

4. Sisa plasenta yang masih menempel pada uterus kadang dapat menyebabkan sumber perdarahan abnormal.

Faktor yang Meningkatkan Perdarahan Abnormal Pascapersalinan

Selain 4 penyebab umum di atas, ada juga beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu mengalami perdarahan nifas abnormal, yaitu:

• Ibu memiliki riwayat perdarahan pada kehamilan sebelumnya.

• Ibu berusia lebih dari 40 tahun saat melahirkan.

• Melahirkan anak kembar.

• Ibu mengalami anemia saat hamil.

• Berat badan bayi di atas 4000 gr.

• Ibu mengalami obesitas.



• Plasenta previa.

• Preeklampsia.

• Ibu menjalani proses persalinan yang lama (lebih dari 12 jam).

• Adanya pembukaan jalan lahir dengan memberi potongan pada perineum (episiotomi).

• Ibu menjalani persalinan dengan operasi caesar.

• Ibu menjalani persalinan dengan metode induksi.

Gejala Perdarahan Nifas Abnormal

Umumnya, pada perdarahan nifas normal, darah yang keluar segera pascapersalinan kurang dari 500 cc. Darah yang keluar pun berwarna merah terang, namun akan berubah menjadi merah muda dan cokelat dalam beberapa hari usai persalinan. Namun, pada keadaan abnormal, darah yang keluar lebih dari 500 cc pada wanita yang melahirkan normal atau lebih dari 1000 cc pada wanita yang menjalani operasi caesar, dan disertai dengan gejala lain seperti:

• Darah berwarna merah segar dan kental.

• Darah berbau menyengat.

• Nyeri pada perut bagian bawah.

• Nyeri panggul.

• Nyeri saat buang air kecil.

• Keringat dingin.

• Demam.

• Pernapasan cepat, jantung berdebar.

• Gelisah atau bingung.

• Mengantuk, penurunan kesadaran, atau pingsan.

Gejala-gejala ini harus diwaspadai, apalagi jika disertai dengan turunnya tekanan darah. Pasalnya, ini bisa menjadi pertanda akan terjadi shock hipovolemik (ketidakmampuan jantung memasok darah yang cukup ke tubuh akibat adanya kekurangan volume darah) yang dapat mengancam nyawa Moms.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika perdarahan terjadi saat Moms masih di rumah sakit, tentu nakes akan segera menangani kondisi tersebut. Namun jika Moms sudah berada di rumah, segera hubungi dokter kandungan Anda jika perdarahan yang terjadi cukup parah, yang ditandai oleh penuhnya pembalut Moms dalam kurun waktu kurang dari 1 jam, atau perdarahan tak kunjung mereda setelah beberapa hari.

Moms juga perlu segera melakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami gejala seperti berikut:

• Darah yang keluar tetap berwarna merah cerah dan kental pada minggu kedua nifas.

• Pusing atau merasa ingin pingsan.

• Keluar cairan berbau dari vagina atau luka operasi.

• Menggigil, demam di atas 38 derajat Celsius.

• Gumpalan darah yang keluar sangat besar dan banyak.

• Salah satu atau kedua sisi perut terasa lunak.

• Detak jantung tak beraturan dan bertambah cepat.

Mencegah Perdarahan Nifas Abnormal Pascapersalinan

Mengingat perdarahan nifas yang tak normal bisa disebabkan oleh berbagai hal, maka sulit bagi Moms untuk bisa sepenuhnya mencegah kondisi ini. Karena itu, upaya terbaik yang dapat Anda lakukan adalah rutin memeriksakan kandungan ke dokter kandungan sehingga dokter dapat mengetahui apakah Anda memiliki risiko mengalami nifas abnormal. Jika ya, dokter akan bisa segera memberikan dan mempersiapkan penanganan sebelum, saat melahirkan, serta pascapersalinan. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: nifas,   perdarahan,   ibu melahirkan,   persalinan