Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Cara Mengetahui Jahitan Kering Pascamelahirkan Normal!

Moms, Ini Cara Mengetahui Jahitan Kering Pascamelahirkan Normal!

Sering kali, terutama pada Moms yang baru pertama kali melahirkan secara normal atau pervaginam, perineum tak cukup elastis untuk meregang saat bayi keluar sehingga menyebabkan area sekitar perineum robek dan membutuhkan jahitan.

Tak hanya itu, kadang dokter juga melakukan tindakan episiotomi (menggunting area perineum) secara sengaja karena kondisi tertentu, misalnya bayi butuh dikeluarkan segera karena detak jantungnya melemah atau penggunaan forcep untuk membantu kelahiran Si Kecil. Nah, jika robekan sudah terjadi, biasanya Moms akan membutuhkan jahitan pada perineum.



Kapan Jahitan Kering?

Jika ditanya kapan jahitan pada perineum Moms akan kering, pastinya itu akan tergantung pada seberapa besar atau panjangnya robekan yang terjadi. Namun, biasanya jahitan akan mengering dan sembuh total dalam kurun waktu dua minggu hingga satu bulan dan benang jahit akan menyatu dengan kulit.

Untuk memastikannya, cara terbaik tentu adalah dengan berkonsultasi pada dokter kandungan Anda atau bidan. Moms bisa melakukannya sekitar satu minggu pascapersalinan saat kunjungan nifas. Selain itu, Moms bisa mengeceknya sendiri dengan menghadapkan cermin pada area vagina dan mengamati apakah luka pada perineum Anda semakin membaik atau tidak.

Kapan Harus Khawatir?

Terkadang, ada beberapa kondisi yang menyebabkan bekas jahitan pada perineum pascapersalinan normal tak kunjung kering atau bahkan terbuka. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh luasnya area perineum yang mendapat jahitan, lokasi jahitan yang berada pada persendian atau bagian tubuh yang sering ditekuk, bergerak atau bergeser, simpul benang terbuka karena kurang kuat, benang terputus sebelum waktunya, terjadi trauma seperti terjatuh atau terpeleset pascamelahirkan, hingga infeksi.

Adapun ciri-ciri jahitan perineum Moms mengalami infeksi dan harus segera mengunjungi dokter kandungan Anda adalah:

• Perdarahan tak kunjung berhenti dari luka di perineum.

• Rasa nyeri tak berkurang atau bahkan bertambah.



• Vagina mengeluarkan cairan berbau tak sedap.

• Demam tinggi.

• Pembengkakan tak wajar di area vagina dan sekitarnya.

• Rasa nyeri atau sensasi seperti rasa panas terbakar saat buang air kecil.

Merawat Jahitan Robekan Pascamelahirkan Normal

Dokter Yuslam Edi Fidianto, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, RS Pondok Indah – Pondok Indah, mengatakan bahwa jahitan lepas usai persalinan normal mungkin saja terjadi. Oleh sebab itu, agar jahitan pada area perineum lebih cepat kering dan sembuh, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan, yakni:

1. Berbaring 20-40 menit setiap jam selama 24 jam pertama pascapersalinan untuk mengurangi pembengkakan dan membantu penyembuhan.

2. Pastikan area perineum tetap bersih dengan mandi teratur. Basuh area perineum dan keringkan dengan menepuk-nepukkan handuk bersih dan lembut.

3. Selalu rutin mengganti pembalut setidaknya setiap 4 jam sekali agar perineum tetap kering dan terhindar dari infeksi.

4. Kompres area jahitan dengan es batu yang dibungkus dengan kain tipis yang telah dibasahi beberapa kali sehari, sekitar 10 menit setiap kali mengompres. Bila perlu, berikan kompres antiseptik atau salep antibiotik, yang tentunya sudah diresepkan oleh dokter kandungan Anda ya, Moms.

5. Sesekali, biarkan luka jahitan terpapar udara. Moms bisa menggunakan kain setelah melahirkan.

6. Hindari duduk dengan kaki disilangkan atau posisi lainnya yang bisa mengakibatkan labia terbuka lebar.

7. Tunda berhubungan intim hingga luka benar-benar pulih.

8. Konsumsi makanan bergizi, tinggi serat, dan minum banyak air untuk mempercepat proses penyembuhan, juga untuk menghindari konstipasi. Konstipasi bisa mengakibatkan Moms mengejan saat BAB yang akhirnya berdampak buruk pada jahitan. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   jahitan kering,   jahitan perineum,   melahirkan normal