Mother&Baby Indonesia
Penyebab Sakit Perut pada Anak yang Moms Perlu Tahu

Penyebab Sakit Perut pada Anak yang Moms Perlu Tahu

Selain batuk dan pilek, sakit perut juga termasuk salah satu penyakit yang sering dialami anak-anak. Meski pada umumnya keluhan sakit perut pada anak-anak tidak terlalu parah, Moms sebaiknya tidak menganggap sepele masalah yang satu ini.

Penyebab Sakit Perut

Munculnya rasa sakit merupakan cara tubuh untuk memberi tahu bahwa ada masalah yang sedang terjadi dalam tubuh seseorang. Tidak terkecuali dengan sakit perut. Akan tetapi ketika anak mengalami sakit perut, masalahnya tidak selalu berasal dari perut.



Area perut meliputi seluruh area antara dada dan tulang panggul. Di area tersebut terdapat begitu banyak organ. Nah, masalah pada organ tubuh yang berbeda bisa menimbulkan gejala serupa. Berikut adalah beberapa penyebab umum sakit perut pada anak:

1. Sembelit

Sembelit merupakan alasan utama anak-anak mengalami sakit perut. Apabila Si Kecil sudah lama tidak buang air besar atau kesulitan BAB, maka ia mungkin mengalami sembelit.

2. Diare

Diare sering kali disebabkan infeksi yang oleh sebagian orang disebut flu perut. Sakit perut merupakan salah satu gejala diare yang membuat anak menjadi sering bolak-balik ke kamar mandi.

3. Masalah Perut Lainnya

Sakit perut juga bisa terjadi dengan infeksi saluran kemih atau usus yang tersumbat. Infeksi oleh bakteri atau parasit, heartburn, penyakit iritasi usus besar, atau penyakit radang usus juga bisa menjadi penyebab sakit perut pada anak.

4. Makanan

Sebagian anak juga bisa mengalami sakit perut akibat makan terlalu banyak, makan makanan terlalu pedas atau berminyak, atau makan makanan yang sudah basi.



5. Intoleransi atau Alergi Makanan

Sebagian anak memiliki kesulitan untuk mencerna zat tertentu dalam makanan. Kondisi ini disebut intoleransi makanan. Misalnya, anak dengan intoleransi laktosa mengalami kesulitan mencerna laktosa, sejenis gula yang ditemukan dalam susu dan makanan olahan susu lainnya.

Sedangkan alergi makanan merupakan kondisi yang berbeda. Alergi makanan bisa menimbulkan reaksi sistem kekebalan yang bisa merugikan tubuh. Anak dengan alergi makanan harus selalu menghindari makanan tersebut.

6. Radang Usus Buntu

Sakit perut bisa juga menjadi pertanda Si Kecil mengalami radang usus buntu. Biasanya, rasa sakit tersebut dimulai dari pusar lalu berpindah ke sisi kanan bawah perut. Dalam sebagian kasus, sakit perut akibat radang usus buntu juga disertai dengan demam atau muntah dan hilangnya nafsu makan. Radang usus buntu sering kali memerlukan penanganan dokter berupa operasi.

7. Infeksi di Bagian Lain di Tubuh

Sakit perut juga bisa disebabkan oleh masalah lain yang ada di luar area perut, seperti sakit tenggorokan, radang paru-paru, infeksi telinga, dan batuk.

8. Stres

Sakit perut juga bisa muncul ketika Si Kecil mengalami stres, misalnya saat masuk ke sekolah yang baru, diminta untuk tampil di depan kelas, atau saat harus menghadapi tes tertentu.

Kapan Perlu ke Dokter?

Pada umumnya, sakit perut yang dialami anak-anak bukan gejala penyakit serius dan bisa hilang dengan sendirinya. Tapi Moms perlu waspada dan segera membawa Si Kecil ke dokter apabila ia mengalami hal-hal berikut ini:

• Sakit perut tak berhenti selama 24 jam.

• Anak terlihat lesu, pucat, berkeringat, dan mengantuk.

• Anak tidak berminat bermain serta menolak makan dan minum selama beberapa jam.

• Anak menggosok-gosokkan perut terutama di bagian pusar.

• Sakit perut dibarengi dengan gejala muntah, diare, dan demam. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   sakit perut