Mother&Baby Indonesia
Tangan Kiri dan Tangan Kanan, Manakah yang Lebih Baik?

Tangan Kiri dan Tangan Kanan, Manakah yang Lebih Baik?

Moms, apakah Anda lebih terbiasa menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan? Bagaimana dengan balita Anda? Apakah ia juga lebih sering dan lebih nyaman menggunakan tangan kiri dibandingkan tangan kanannya saat beraktivitas?

Di Indonesia, memiliki tangan kiri yang lebih dominan atau kidal sering kali masih dianggap aneh. Ini mungkin disebabkan oleh norma budaya atau agama tertentu yang mengategorikan fungsi kedua tangan. Tangan kanan sering digunakan untuk berjabat tangan atau makan, sehingga dianggap lebih “bersih” dan “sopan”, sedangkan tangan sering digunakan untuk mengelap kotoran, sehingga dianggap lebih “kotor”.



Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di India, Malaysia, dan banyak negara lainnya. Maka dari itu, sering kali orang tua secara tidak sadar mendorong anaknya untuk menggunakan tangan kanannya dalam beraktivitas daripada menggunakan tangan kiri.

Namun, apakah benar menggunakan tangan kanan lebih baik daripada tangan kiri? Ataukah malah sebaliknya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Fakta Genetik

Kebiasaan Si Kecil dalam menggunakan salah satu tangannya sebenarnya dapat menunjukkan penggunaan otaknya. Otak manusia terbagi menjadi dua bagian, yakni kiri dan kanan. Masing-masing bagian punya fungsi yang berbeda. Otak bagian kanan mengontrol kinerja organ tubuh bagian kiri, dan sebaliknya. Jadi, jika Si Kecil lebih dominan menggunakan tangan kirinya, berarti otak bagian kanannya lebih aktif. Begitu pun sebaliknya.



Hal ini ternyata dipengaruhi oleh faktor genetik. Para peneliti asal Inggris pada tahun 2019 menemukan bahwa terdapat perbedaan DNA pada orang yang kidal dan yang tidak. Kecenderungan Si Kecil dalam menggunakan tangannya bahkan sudah dimulai sejak ia masih di dalam kandungan, seperti yang tertulis pada laman Medline Plus. Baru setelah ia berusia 2 atau 3 tahun, hal ini bisa diidentifikasi oleh orang tua.

Seiring dengan perkembangannya setelah lahir, faktor lingkungan dan budaya juga memainkan peran penting dalam penggunaan tangan Si Kecil. Terlepas dari nilai budaya dan ajaran agama, kecenderungan penggunaan salah satu tangan saja bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

Karakter Khas

Karena kecenderungan penggunaan tangan mengindikasikan kinerja otak, maka masing-masing kondisi memiliki karakteristik yang khas. Mengutip WebMD, populasi orang kidal diperkirakan mencapai sekitar 10%. Dengan dominasi otak kanan yang mengatur fungsi emosional, Si Kecil yang kidal cenderung mampu mengekspresikan perasaannya dengan lebih luwes. Otak bagian kanan juga berperan besar pada keterampilan dan kreativitas, sehingga Si Kecil cenderung lebih kreatif dan mampu melakukan multitasking.

Sedangkan Si Kecil yang dominan dengan tangan kanannya cenderung lebih cerdas dalam kemampuan menganalisis dan berpikir. Otak bagian kiri juga dipercaya sebagai prosesor bahasa, sehingga Si Kecil cenderung memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Namun, hal-hal ini tidaklah mutlak, karena berbagai keterampilan dan kemampuan Si Kecil tentu selalu bisa dikembangkan dengan dampingan yang tepat.

Jika Moms menemukan Si Kecil bertangan kidal, Anda tak perlu lekas mengubahnya agar tidak menjadi kidal, karena hal ini sangat berkaitan dengan caranya menggunakan otaknya secara alami. Jika dipaksa, Si Kecil dapat mengalami gangguan stimulasi dan perkembangan, seperti yang dikutip dari WebMD.

Cara mengatasinya, Moms bisa ajarkan Si Kecil untuk menggunakan tangan kanannya di momen-momen tertentu, seperti saat berjabat tangan atau menerima pemberian orang. Dengan begini, Si Kecil tetap dapat menjadi dirinya sendiri tanpa menjadi tidak sopan. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   anak kidal,   tangan kanan,   tangan kiri