Mother&Baby Indonesia
Ini Alasan Anda Tak Boleh Meremehkan Tremor!

Ini Alasan Anda Tak Boleh Meremehkan Tremor!

Apakah Anda pernah merasakan getaran di bagian tubuh tertentu, seperti di tangan? Jangan anggap sepele ya, Moms. Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya penyakit yang lebih serius yang bisa terjadi pada diri Anda.

Getaran atau gerakan seperti gemetar di beberapa atau salah satu bagian tubuh disebut tremor. Pada umumnya, tremor terjadi karena adanya gangguan di bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot. Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan bisa terjadi secara berulang.



Yang perlu Anda pahami, tremor yang terjadi berulang dengan intensitas yang cukup sering biasanya menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, Anda perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter. Penanganan tremor biasanya disesuaikan dengan gejala dan penyebabnya.

Penyebab Tremor

Di atas telah sebutkan bahwa tremor dipicu oleh adanya masalah pada area otak yang mengatur gerakan otot tubuh. Selain itu, tremor juga dapat disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti:

• Stroke

Multiple sclerosis (gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang)

• Cedera otak

• Gagal hati atau ginjal

• Penyakit yang berkaitan dengan fungsi saraf, seperti penyakit Parkinson

• Hipertiroid



• Hipoglikemia.

Penggunaan beberapa jenis obat dalam jangka panjang juga bisa berisiko memicu tremor pada orang yang mengonsumsinya. Obat-obatan yang dimaksud antara lain adalah amfetamin, kortikosteroid, dan obat-obatan untuk gangguan kejiwaan. Selain itu, konsumsi alkohol dan kafein yang berlebihan juga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami tremor.

Jenis Tremor

Berdasarkan penyebab dan gejalanya, terdapat cukup banyak jenis tremor. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Tremor Parkinson

Sesuai namanya, tremor jenis ini terjadi pada penderita penyakit Parkinson. Biasanya, jenis tremor yang satu ini menyerang mereka yang berusia di atas 60 tahun. Tremor Parkinson biasanya berawal dari salah satu tungkai atau bagian tubuh tertentu, dan akan menjalar ke bagian tubuh lainnya.

2. Tremor Esensial

Inilah jenis tremor yang paling sering terjadi. Jenis tremor ini memiliki perkembangan yang relatif lambat dan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun hingga akhirnya menjalar ke bagian tubuh lain. Sebelumnya, tremor esensial dianggap tidak berkaitan dengan penyakit atau kondisi tertentu. Akan tetapi sejumlah penelitian terbaru menyebutkan bahwa tremor ini berkaitan dengan kondisi degenerasi serebelum, yaitu penurunan fungsi bagian otak yang mengontrol gerakan.

Gejala tremor esensial bisa bersifat ringan hingga berat, tergantung pada bagian tubuh mana yang terkena. Gejalanya meliputi tangan gemetaran saat melakukan aktivitas, suara bergetar ketika berbicara, dan sulit berjalan. Gejala tersebut bisa bertambah parah apabila pasien juga mengalami stres, kelelahan, kelaparan, konsumsi kafein secara berlebih, punya kebiasaan merokok, dan suhu ekstrem.

3. Tremor Serebelum

Tremor serebelum disebabkan adanya kerusakan otak kecil atau serebelum. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh stroke, tumor, dan penyakit seperti multiple sclerosis. Selain itu, tremor jenis ini juga bisa dipicu karena adanya ketergantungan kronis pada alkohol dan pemakaian obat-obatan jenis tertentu dalam jangka panjang.

4. Tremor Distonik

Tremor distonik atau distonia adalah gangguan pergerakan ketika kontraksi otot terjadi secara terus-menerus sehingga menyebabkan gerakan berputar dan berulang. Pada penderita distonia, tremor bisa membaik apabila pasien melakukan istirahat total.

5. Tremor Ortotastik

Tremor ortotastik terjadi dalam waktu cepat dan ditandai dengan adanya kontraksi otot setelah berdiri, lalu akan mereda ketika penderitanya duduk atau mulai berjalan. Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai bentuk gangguan keseimbangan.

6. Tremor Fisiologis

Tremor ini dipicu oleh reaksi tubuh akibat pengaruh konsumsi obat-obatan tertentu. Jenis tremor ini juga merupakan salah satu gejala putus alkohol. Terkadang, kondisi gula darah rendah dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif juga bisa memicu terjadinya tremor fisiologis.

7. Tremor Psikogenik

Tremor jenis ini dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Tremor psikogenik dapat muncul atau menghilang secara tiba-tiba di area yang berbeda pula. Biasanya, orang yang mengalami tremor psikogenik punya gangguan mental. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: tremor,   stroke,   parkinson,   otak,   kesehatan