Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Berat Badan Ideal Bayi pada Usia 0-12 Bulan

Moms, Ini Berat Badan Ideal Bayi pada Usia 0-12 Bulan

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu, banyak orang tua yang merasa panik jika Si Kecil memiliki pertumbuhan berat dan tinggi badan yang tidak signifikan. Wajar saja, bayi yang terlihat gemuk selalu dianggap lebih sehat dibandingkan dengan bayi yang terlihat mungil. Padahal, bayi yang terlihat gemuk tidak selalu berarti sehat, dan bayi yang terlihat mungil tidak selalu berarti sakit, lho Moms.

Yang perlu Moms perhatikan, kecepatan tumbuh kembang setiap anak bisa berbeda-beda. Asalkan berat dan tinggi badan Si Kecil masih sesuai dengan acuan pertumbuhan dari World Health Organization (WHO), maka Anda tidak perlu khawatir. Untuk itu, yuk, ketahui lebih lanjut tentang berat badan ideal bayi pada tahun pertama tumbuh kembangnya sesuai dengan acuan pertumbuhan WHO, Moms.



Berat Badan Ideal Bayi

Dikutip dari Medical News Today, berikut ini tabel berat badan ideal bayi untuk tahun pertama sesuai dengan acuan pertumbuhan World Health Organization (WHO).

Berat Badan Ideal Bayi

Dikutip dari Healthline, berat lahir bayi Anda ditentukan oleh banyak faktor, di antaranya:

• Genetika

• Lamanya masa kehamilan. Bayi yang lahir sebelum due date sering kali berukuran lebih kecil.

• Nutrisi selama kehamilan. Pola makan yang sehat selama masa kehamilan bisa membantu bayi Anda tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam kandungan.

• Kebiasaan gaya hidup selama kehamilan. Merokok atau minum alkohol, dapat memengaruhi berat lahir bayi Anda.

• Jenis kelamin bayi Anda. Seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di atas, terdapat perbedaan antara bayi laki-laki dan perempuan. Bayi laki-laki cenderung lebih besar dibandingkan bayi perempuan. Namun, tidak menutup kemungkinan jika bayi perempuan juga bisa memiliki berat badan yang cenderung besar.



• Kondisi kesehatan ibu kandung selama kehamilan. Penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas dapat memengaruhi berat badan bayi.

• Jumlah bayi dalam kandungan pada satu waktu. Kehamilan kembar dua, kembar tiga, atau lebih dapat memengaruhi berat badan bayi Anda, tergantung pada seberapa banyak ruang yang bayi Anda miliki untuk berbagi di dalam rahim.

• Kesehatan bayi Anda, seperti cacat lahir dan paparan infeksi selama kehamilan.

Selain beberapa faktor di atas, penelitian juga menunjukkan bahwa bayi biasanya kehilangan sekitar 10% berat badannya segera setelah lahir. Penurunan berat badan ini sebagian besar terjadi karena bayi kehilangan cairan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena kebanyakan bayi akan mendapatkan kembali berat badannya dalam waktu beberapa minggu kemudian.

Penyebab Bayi Kesulitan Menambah Berat Badan

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab bayi Anda kesulitan menambah berat badan. Ini termasuk:

• Kesulitan menyusu. Bingung puting bisa membuat bayi sulit menyusu.

• Tidak mendapatkan makanan atau kalori yang cukup setiap harinya.

• Tidak mendapatkan nutrisi yang tepat. Pada 6 bulan pertama kehidupannya, ASI menjadi nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil untuk membantu tumbuh kembangnya. Menurut American Academy of Pediatrics, bayi yang diberi ASI pada 6 bulan pertama memiliki kenaikan berat badan lebih baik dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

• Kondisi medis tertentu. Adanya kondisi medis tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan bayi melambat, seperti bayi dengan kelainan jantung bawaan mungkin mengalami kenaikan berat badan lebih lambat daripada bayi tanpa kondisi tersebut. Kondisi yang memengaruhi penyerapan nutrisi atau pencernaan, seperti penyakit celiac, juga dapat menyebabkan penambahan berat badan bayi melambat.

• Kelahiran bayi prematur. Bayi lahir prematur cenderung memiliki penambahan berat badan lebih lambat selama tahun pertamanya dibandingkan bayi lahir tidak prematur. Namun, banyak bayi lahir prematur yang mengalami kenaikan berat badan dengan cepat pada bulan-bulan pertama dan dapat mengejar keterlambatan pertumbuhannya.

• Paparan infeksi prenatal.

• Cacat lahir, seperti cystic fibrosis.

Segera konsultasikan dengan dokter anak jika Si Kecil mengalami kesulitan menambah berat badan. Mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat dari dokter dapat membantu mengejar keterlambatan pertumbuhan Si Kecil.

Bagaimana cara menaikkan berat badan bayi?

Ada 2 cara yang dapat Moms lakukan untuk menaikkan berat badan bayi, yaitu:

1. Meningkatkan suplai ASI Anda dan menyusui sesering mungkin, sekitar setiap satu atau dua jam, terutama pada 6 bulan pertama. Pada 6 bulan kedua, Moms bisa memaksimalkan nutrisi untuk Si Kecil dari makanan pendamping ASI. Memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi yang cukup dapat membantu tumbuh kembangnya dan menaikkan berat badan anak. 

2. Memberikan anak Anda MPASI dengan pilihan menu tinggi kalori seperti ikan, telur, daging, keju, kentang, alpukat, pisang, dan pir. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Rawpixel.com/Freepik)



Tags: bayi,   berat badan bayi