Mother&Baby Indonesia
Hati-hati, Ini Tanda Anda Memiliki Trauma Hamil dan Bersalin

Hati-hati, Ini Tanda Anda Memiliki Trauma Hamil dan Bersalin

Kehamilan dan persalinan merupakan pengalaman yang paling membahagiakan bagi seorang ibu. Namun bagi sebagian ibu lainnya, pengalaman ini juga dapat terasa menyakitkan dan menyisakan kenangan buruk. Bahkan bisa memberikan trauma tersendiri lho, Moms.

Kondisi ini disebut dengan birth trauma atau postpartum PTSD, yakni sebuah kondisi post-traumatic stress disorder (PTSD) yang muncul dari pengalaman kehamilan dan persalinan yang traumatis. Mengutip laman Massachussets General Hospital for Women’s Mental Health, setidaknya 10% ibu mengalami postpartum PTSD.



Yang perlu dicermati, postpartum PTSD dan postpartum depression adalah dua hal yang berbeda. Jika postpartum depression adalah gangguan depresi, maka postpartum PTSD adalah gangguan trauma. Baik birth trauma maupun postpartum depression perlu ditangani dengan cara yang berbeda. Sayangnya, birth trauma sering kali tidak dideteksi dan disalahartikan sebagai postpartum depression

Untuk itu, yuk, ketahui penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!

Tanda Postpartum PTSD Vs Postpartum Depression

Seorang ibu dapat mengalami postpartum PTSD saja, postpartum depression saja, atau bahkan keduanya. Jika tidak ditangani dengan tepat, postpartum PTSD dapat dengan mudah bertransformasi menjadi postpartum depression. Jadi, bisa dibilang postpartum PTSD adalah tahapan awal gangguan emosi ibu setelah melahirkan.

Dilansir dari laman Mid-Atlantic Women’s Care, yayasan ahli kandungan dan ginekologi di Amerika Serikat, berikut ini perbedaan tanda postpartum PTSD dan postpartum depression.

Gejala postpartum PTSD:

• Mudah kaget.

• Sering mengalami mimpi buruk atau flashback.



• Menghindari bayi dan hal-hal seputar persalinan.

• Agresi dan mudah marah.

• Serangan panik.

Gejala postpartum depression:

• Rasa putus asa dan kesedihan yang berlebihan serta intens.

• Rasa khawatir dan cemas yang obsesif serta berlebihan.

• Munculnya pikiran untuk melukai diri sendiri ataupun bayi.

• Merasa bersalah atau tidak berguna.

• Perubahan pola makan, baik berlebihan maupun kurang.

Gejala postpartum PTSD yang juga muncul pada postpartum depression:

• Menarik diri dari interaksi sosial.

• Memiliki relasi personal yang renggang.

• Mengalami insomnia.

• Kesulitan dengan atau tidak memiliki hasrat untuk merasa terikat dengan anak.

Dibandingkan dengan postpartum PTSD, postpartum depression cenderung lebih sering dialami. Umumnya kedua gangguan ini dapat hilang setelah beberapa bulan atau setahun. Meski begitu, kedua gangguan ini tetap perlu ditangani dengan serius agar tidak semakin parah.

Jika Moms mendapati beberapa gejala di atas, baik postpartum PTSD maupun postpartum depression, segera cari teman untuk bercerita atau bantuan medis, ya. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   persalinan,   ibu melahirkan,   postpartum ptsd,   portpartum depression