Mother&Baby Indonesia
Kardiomiopati Peripartum, Kondisi Kelainan Jantung pada Ibu Hamil

Kardiomiopati Peripartum, Kondisi Kelainan Jantung pada Ibu Hamil

Selama masa kehamilan hingga menjelang persalinan, Moms sangat perlu menjaga kesehatan, sebab dapat terjadi gangguan pada organ-organ dalam tubuh terutama jantung, atau yang dikenal dengan kardiomiopati peripartum.

Kondisi ini terjadi saat otot-otot jantung mengalami peregangan dan menipis, sehingga menyebabkan ruangan-ruangan di jantung menjadi melebar. Hal tersebut dapat menghambat proses mengalirnya darah ke seluruh tubuh, termasuk ke janin.



Otot Jantung Melemah Jelang Persalinan

Menurut American Journal of Critical Care, kardiomiopati peripartum merupakan kondisi yang tergolong jarang terjadi. Gangguan ini semakin berisiko dialami oleh ibu di usia akhir kehamilan hingga lima bulan usai persalinan.

Meskipun belum diketahui pasti apa penyebabnya, namun kondisi ini muncul akibat kinerja otot jantung yang menjadi lebih berat selama masa kehamilan. Gejala yang muncul di antaranya adalah:

• Kelelahan yang luar biasa.

• Detak jantung cepat dan tidak teratur.

• Nyeri di dada.

• Sesak napas, terutama saat berbaring.



• Terjadi pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki.

Kardiomiopati peripartum lebih berisiko terjadi pada ibu yang hamil bayi kembar atau yang hamil di atas usia 30 tahun. Moms yang pernah melahirkan atau memiliki riwayat alami atau preeklampsia juga berisiko mengalami gangguan jantung ini.

Keparahan dari kardiomiopati peripartum sendiri sangat berbeda pada setiap ibu. Jika tidak terlalu berbahaya, proses pemulihan tentunya akan lebih cepat. Namun pada kondisi yang parah, maka jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen dan akan memengaruhi kinerja organ tubuh lainnya. Apabila tidak ditangani dengan tepat, Moms bisa mengalami gagal jantung hingga henti jantung mendadak.

Mencegah Kardiomiopati Peripartum

Tentu ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi risiko alami kardiomiopati peripartum, antara lain:

• Menjaga kenaikan berat badan selama hamil untuk mencegah adanya tambahan tekanan pada kinerja jantung.

• Mengonsumsi asupan bernutrisi seperti sumber-sumber protein hewani serta sayuran dan buah-buahan.

• Tidak mengonsumsi minuman beralkohol, berhenti merokok, dan minum obat-obatan secara sembarang.

• Istirahat dengan cukup dan tidak melakukan aktivitas berat serta mengelola emosi agar tidak mudah stres.

• Mengurangi makanan yang terlalu gurih (pemicu hipertensi/preeklampsia) atau terlalu manis (pemicu diabetes gestasional).

• Rutin berkonsultasi pada dokter kandungan dan minum obat sesuai dengan resep yang dianjurkan dokter jika perlu.

Bolehkah Hamil Lagi?

Bagi Moms yang pernah mengalami kardiomiopati peripartum, Anda tentu perlu pengawasan lebih secara medis. Gangguan jantung ini bisa kembali terjadi dan tidak hanya akan membahayakan nyawa ibu, tetapi juga bayi nantinya. Karenanya, dokter akan menyarankan Anda untuk tidak hamil lagi, terutama saat masih berada di masa pemulihan.

Proses penyembuhannya juga tergantung pada keparahan dari kardiomiopati peripartum yang Anda alami. Maka, penting sekali untuk menjalani pola hidup sehat dan teratur serta berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah kondisi ini berlanjut menjadi kardiomiopati postpartum atau masalah pada kesehatan jantung di 6 bulan setelah persalinan. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   kardiomiopati peripartum,   jantung,   kesehatan