Mother&Baby Indonesia
Berhubungan Intim saat Haid, Bisa Hamil Enggak, Ya?

Berhubungan Intim saat Haid, Bisa Hamil Enggak, Ya?

Bagi pasangan yang sedang menjaga jarak kehamilan, waktu berhubungan intim tentu menjadi hal yang harus dihitung matang-matang. Tak ada pantangan kapan boleh berhubungan intim, asalkan Moms dan Dads sudah menggunakan “pengaman” yang tepat. Bagaimana dengan berhubungan intim saat haid, apakah bisa hamil? Nah, urusan yang satu ini memang banyak trik juga pro dan kontranya. Simak penjelasannya di bawah ini yuk, Moms!

Amankah Seks saat Haid?

Banyak yang bilang, seks saat haid sebaiknya dihindari karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi jamur pada vagina, penyakit menular seksual, hingga balanitis atau infeksi jamur ke kelenjar atau kepala penis.



Saat menstruasi, mulut rahim wanita lebih terbuka daripada biasanya sehingga ia akan lebih rentan mengalami infeksi. "Darah menstruasi akan banyak yang berarti ini adalah medium sempurna untuk bakteri dan infeksi karena ini hangat, basah, dan pekat," ujar Dr. Donnica Moore, presiden Sapphire Women's health Group. 

Penularan STI (sexually transmitted infection) seperti HIV atau hepatitis juga dapat berisiko lebih tinggi ke pasangan saat melakukan seks dalam kondisi seperti ini, karena virus-virus ini hidup dalam darah dan dapat menyebar melalui darah menstruasi yang terinfeksi. Karena itu, penggunaan kondom sangat disarankan.

Meskipun begitu, mengutip Medical News Today, seks saat haid juga bisa memberikan beberapa manfaat, seperti:

• Nyeri haid lebih ringan

• Mengurangi stres

• Meningkatkan kualitas tidur

• Meredakan sakit kepala

• Meningkatkan sistem imun



• Memperbaiki fitalitas tubuh

Bisakah Hamil?

Terlepas dari risiko dan manfaatnya, pertanyaan tentang bagaimana dengan berhubungan intim saat haid, apakah bisa hamil? merupakan hal yang sulit diprediksi dengan tepat, terlebih masa ovulasi setiap wanita berbeda-beda. Untuk memahami risiko hamil setelah seks saat haid, mari jabarkan siklus haid, ovulasi, hingga terjadinya kehamilan.

Mengutip The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), mayoritas wanita mengalami siklus menstruasi 28 hari. Siklus dihitung sejak hari pertama haid hingga sehari sebelum darah haid mulai keluar lagi di bulan berikutnya. Panjang siklus ini sangat variatif pada tiap wanita, namun umumnya 26-32 hari, dengan rata-rata 28 hari per siklus haid.

Masa paling subur di siklus tersebut adalah hari ke-8 dan ke-19, sebuah masa di mana sel telur dilepaskan dari rahim selama masa ovulasi, dan sel telur berjalan ke tuba falopi untuk dibuahi. Jika dibuahi oleh sperma, maka telur akan jalan ke rahim dan melekat di sana.

Kembali ke pertanyaan kemungkinan hamil setelah seks saat haid, jawabannya adalah: Bisa saja. Moms perlu tahu, sel telur bisa bertahan hidup di tuba falopi selama 24 jam, sedangkan sperma bisa bertahan 3-5 hari di dalam tubuh wanita.

Jika Anda memiliki siklus pendek, seperti 22 hari misalnya, dan ovulasi Anda tergolong cepat terjadi setelah haid, maka besar kemungkinan Anda akan melepaskan sel telur saat sperma masih di dalam saluran reproduksi Anda.

Boleh Seks saat Haid, Asalkan…

Tak bisa disangkal, seks saat haid bisa agak kotor dan mungking kurang nyaman. Namun jika Moms tetap ingin mencoba berhubungan intim saat haid, coba perhatikan beberapa hal berikut ini, ya.

1. Saat haid mulai sedikit

Darah lebih banyak keluar di beberapa hari pertama menstruasi. Jika Anda ingin berhubungan intim saat haid, coba lakukan di hari ke-3 atau 5 haid, di mana darah yang keluar sudah lebih sedikit dibanding beberapa hari pertama. Namun jika banyaknya darah yang keluar tidak mengganggu kenikmatan bercinta, maka silakan saja.

2. Gunakan menstrual cup

Kini sudah banyak dijual menstrual cup yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah haid. Kebanyakan menstrual cup harus dikeluarkan dulu sebelum berhubungan intim, namun ada jenis soft disposable menstrual cup yang bisa dipakai saat berhubungan intim.

Ini membantu vagina lebih bersih dan kering saat berhubungan intim kala menstruasi. Pastikan menstrual cup Anda aman untuk digunakan saat bercinta ya, Moms. Jika aman, jangan lupa segera lepas dan bersihkan menstrual cup usai berhubungan intim.

3. Posisi misionaris

Posisi seks di mana Moms berbaring dan Dads berada di atas Anda adalah posisi yang dapat mengurangi keluarnya darah saat bercinta. Hati-hati dalam melakukan penetrasi yang dalam karena leher rahim Anda lebih rendah dan lebih sensitif saat haid. Jika mulai merasa sakit atau tidak nyaman, minta pasangan untuk bergerak lebih lembut agar seks tidak terasa menyiksa.

4. Lakukan di kamar mandi

Darah haid bisa tiba-tiba keluar deras saat berhubungan intim. Agar ruangan bercinta tetap bersih, lebih baik lakukan di kamar mandi atau sambil menikmati kucuran air shower. Ini dapat mempermudah Anda membersihkan kotoran setelah bercinta saat haid.

5. Hindari foreplay

Biasanya, peran foreplay atau pemanasan sebelum seks adalah hal krusial yang menambah kenikmatan bercinta. Beda cerita jika Anda bercinta saat haid, di mana foreplay di area vagina bisa membuat darah haid berantakan mengotori berbagai penjuru ruangan. Jika ini sangat mengganggu Anda, cobalah foreplay di area tubuh lain atau langsung saja menuju “menu utama” ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: haid,   menstruasi,   kehamilan,   ovulasi