Mother&Baby Indonesia
5 Aturan untuk Aman Bercinta saat Anda Tengah Hamil

5 Aturan untuk Aman Bercinta saat Anda Tengah Hamil

Tidak sedikit wanita yang ragu untuk berhubungan seks selama masa kehamilan. Mereka khawatir, bercinta bisa memengaruhi kondisi kandungan serta janin. Tapi benarkah seks dilarang bagi Moms yang tengah berbadan dua?

Jawabannya, tidak ada larangan! Moms tetap bisa bercinta meski dalam keadaan hamil. “Jika khawatir, Anda perlu memastikan ke dokter kandungan Anda apakah kehamilan Anda dalam kondisi baik dan sehat sebelum berhubungan seks. Jika memang kehamilan Anda dalam keadaan normal dan baik-baik saja, maka berhubungan seks bisa dilakukan,” ujar dr. Linda Lestari Sp.OG, dokter spesialis obgyn Brawijaya Hospital Duren Tiga, dalam Insta Live bersama Mother&Baby dengan tema “Seks saat Hamil, Boleh Tapi...”.



Pada dasarnya, berhubungan seks memang tidak membahayakan janin. Banyak proteksi natural dari tubuh sang ibu yang dapat membantu melindungi bayi, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim. Meski begitu, Anda dan pasangan perlu memperhatikan beberapa hal saat memutuskan untuk berhubungan seks ketika ibu dalam kondisi hamil, yaitu:

1. Kandungan Sehat

Aturan berhubungan seks saat hamil yang paling utama sudah pasti kandungan harus dalam kondisi sehat. Yang dimaksud dengan kandungan sehat adalah kehamilan berlangsung normal tanpa adanya gangguan atau penyakit.

Gangguan kehamilan ini bisa berupa mulut rahim terbuka, ketuban pecah, infeksi, dan lain sebagainya. Seperti telah disebutkan sebelumnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu guna memastikan tidak ada masalah pada kehamilan Anda.



2. Lakukan Setelah Trimester Pertama

Sejumlah ahli berpendapat bahwa sperma mengandung senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan rasa mulas. Oleh sebab itu, wanita hamil yang usia kandungannya masih sangat muda tidak disarankan untuk berhubungan seks terlebih dahulu guna menghindari risiko kontraksi dan keguguran.

Selain itu, ibu yang hamil muda umumnya rentan mengalami mual dan muntah. Dengan kondisi seperti ini, biasanya gairah seks pun akan ikut menurun. Kehamilan trimester pertama juga dianggap sebagai masa rawan bagi kandungan karena janin dan ari-arinya belum terbentuk secara sempurna, sehingga Anda dan pasangan dianjurkan menunggu setelah trimester pertama untuk mulai berhubungan seks lagi.

3. Tidak Memiliki Riwayat Perdarahan

Selain kandungan dalam kondisi normal, Moms juga perlu memastikan bahwa Anda tidak memiliki riwayat perdarahan selama hamil serta tidak mengalami plasenta previa. Ini adalah kondisi perlekatan plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim, baik sebagian maupun keseluruhan, sehingga berpotensi menutupi jalan lahir. Selain itu, kondisi ini juga berisiko menimbulkan perdarahan saat hamil, terutama ketika mendekati waktu persalinan.

Jadi hindari berhubungan seks jika Anda pernah mengalami kedua hal tersebut. Pasalnya dalam kondisi ini, berhubungan seks dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan lagi dan pada akhirnya membahayakan ibu serta janin.

4. Perhatikan Posisi Bercinta

Menurut dokter Linda, aturan utama bercinta saat hamil adalah mencari posisi yang aman dan nyaman bagi ibu. Memasuki trimester kedua, perut ibu hamil mulai terlihat membesar. Untuk itu, cermati posisi saat berhubungan agar tetap merasa nyaman.

Hindari posisi misionaris karena dapat menekan perut dan menyebabkan penekanan pada pembuluh darah di area perut. Sebagai gantinya, Anda bisa berhubungan seks dengan posisi miring (spoon position), duduk (sitting dog), atau wanita di atas (woman on top).

5. Jangan di 4 Minggu Sebelum Kelahiran

Bukan hanya trimester pertama, berhubungan seks dalam 4 minggu terakhir sebelum kelahiran juga perlu dihindari. Bercinta pada usia kehamilan tersebut berisiko menyebabkan persalinan prematur. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bercinta,   seks,   hamil,   kehamilan,   trimester pertama