Mother&Baby Indonesia
Jangan Salah Pilih! Kenali 6 Jenis Minyak Zaitun dan Kegunaannya

Jangan Salah Pilih! Kenali 6 Jenis Minyak Zaitun dan Kegunaannya

Untuk masakan yang lebih sehat, penggunaan olive oil atau minyak zaitun bisa menjadi pilihan tepat nih, Moms. Bukan sekadar tren belaka, minyak zaitun memang kaya manfaat dan lebih sehat dibanding jenis minyak lainnya. Minyak zaitun bisa digunakan untuk memasak, dikonsumsi langsung, atau bahkan dijadikan ‘skin care’ untuk merawat kecantikan kulit.

Jangan salah pilih, Moms, jenis minyak zaitun ada banyak, lho! Anda harus memilih jenis yang tepat untuk penggunaan yang tepat. Yuk, ketahui apa saja jenis minyak zaitun dan apa kegunaan dan manfaatnya.



1. Pure Olive Oil

Minyak zaitun dihasilkan dari ekstraksi buah zaitun, namun proses pengolahannya berbeda-beda sehingga hasilnya pun tak sama. Salah satu jenis yang paling banyak ditemui adalah jenis pure olive oil atau minyak zaitun murni. Buah zaitun diproses hingga menghasilkan minyak yang berwarna kuning keemasan. Sayangnya, tidak terlalu banyak nutrisi yang ada pada jenis ini jika dibanding dengan jenis minyak zaitun lainnya, maka tak heran harga pure olive oil pun paling ekonomis.

Kegunaan: Biasa dipakai sebagai penguat rasa pada berbagai jenis masakan. Dituangkan langsung ke makanan, bisa juga untuk menumis dan memasak dengan suhu rendah.

2. Virgin Olive Oil

Ini adalah jenis minyak zaitun yang didapat dari proses cold press hingga menghasilkan minyak yang paling natural. Tingkat keasaman virgin olive oil cukup tinggi, sehingga bisa dikonsumsi langsung.

Kegunaan: Sering digunakan sebagai bumbu salad, steak, atau makanan lain yang butuh aroma kuat dari minyak zaitun.



3. Extra Virgin Olive Oil

Jenis ini juga dihasilkan dari teknik cold press, namun tanpa tambahan bahan kimia pada proses ekstraksi dan tidak melalui proses pemasan seperti virgin olive oil. Itulah yang membuat jenis minyak zaitun ini lebih mahal dibanding jenis lainnya, karena kualitasnya memang tinggi dan prosesnya lebih rumit dan alami. Warnanya EVOO pun lebih kehijauan, tidak kuning keemasan seperti jenis lainnya.

Kegunaan: Diminum langsung atau ditambahkan langsung di makanan. Ini jenis yang paling cocok untuk tambahan lemak di MPASI bayi Anda, Moms.

4. Pomace

Jenis ini sangat mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang paling terjangkau. Ini adalah jenis minyak zaitun yang dibuat dari ampas zaitun yang telah diekstraksi sebelumnya. Setelah buah zaitun digunakan untuk menghasilkan jenis minyak yang lebih baik (seperti virgin olive oil atau extra virgin olive oil), maka ampas buahnya diolah lagi dengan campuran bahan-bahan kimia dan virgin olive oil. Hasilnya adalah minyak zaitun yang warnanya tidak khas, aromanya nyaris tidak tercium, dan rasanya hambar.

Kegunaan: Lebih sering digunakan untuk kosmetik maupun bahan baku sabun, atau untuk memijat.

5. Light Olive Oil

Jenis ini didapat dari ekstrak minyak zaitun yang dimurnikan ulang, sehingga kualitasnya pun rendah dan aromanya tidak kuat. Sesuai namanya, light olive oil memiliki warna yang light atau ringan, karena sedikitnya kandungan zaitun pada minyak tersebut.

Kegunaan: Walau bisa untuk dijadikan minyak goreng atau menumis, namun light olive oil lebih sering digunakan untuk memanggang makanan.

6. Extra Light Olive Oil

Jika light olive oil hanya sedikit memiliki kandungan buah zaitun, extra light olive oil memiliki kandungan zaitun yang agak lebih banyak. Namun warna, aroma, dan teksturnya tetap jauh dari kekhasan EVOO.

Kegunaan: Cocok untuk menggoreng deep-fry, menumis, dan atau memanggang. (Tiffany/Dok. Freepik)



Tags: minyak zaitun,   olive oil,   nutrisi,   memasak