Mother&Baby Indonesia
Cara Mengajarkan Anak agar Mau Mengalah pada Orang Lain

Cara Mengajarkan Anak agar Mau Mengalah pada Orang Lain

Ada sejumlah nilai baik yang bisa dan perlu orang tua ajarkan pada anak, salah satunya adalah sikap mau mengalah. Sejak kecil Anda juga mungkin sudah akrab dengan ajaran untuk bersikap mengalah yang dianjurkan orang tua Anda, apalagi jika Anda adalah anak sulung atau memiliki seorang adik. Nah, ajaran ini juga secara tidak langsung mungkin telah Anda tanamkan pada Si Kecil.

Salah satu ukuran kematangan emosi seorang anak adalah dengan melihat bagaimana ia menghadapi konflik. Ada anak yang memilih untuk mengalah ketika harus berseteru dengan teman atau saudaranya. Karena itu, sikap mengalah sesungguhnya sangat baik. Artinya, anak Anda sudah mampu mengontrol emosi. Si Kecil sudah tidak mementingkan dirinya sendiri lagi.



Namun, dengan melihat ketatnya persaingan hidup di masa kini, Anda mungkin merasa anak yang terlalu mengalah itu kurang baik. Lalu bagaimana agar ia bisa seimbang? Apa yang sebaiknya Anda ajarkan pada Si Kecil?

Dua Sisi Sifat Mengalah

Menurut psikolog Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, M.HPEd, sifat mengalah bisa menjadi pisau bermata 2. Di satu sisi, mengalah biasanya merupakan salah satu nilai yang kerap diajarkan orang tua. Mengalah akan membantu Si Kecil membentuk pribadi prososial dan belajar memiliki emosi yang matang karena bisa membuat keputusan guna menghindari konflik.

Namun di sisi lain, sering mengalah, bisa membuat anak seperti “tertinggal” dibandingkan orang lain. Si pengalah cenderung “mempersilakan” orang lain berjalan lebih dahulu di depannya. Sikap tersebut bahkan bisa berdampak buruk terhadap perkembangan Si Kecil. Ia bisa saja menjadi anak yang tidak percaya diri, tidak dapat mengungkapkan kemauannya, dan tidak memiliki inisiatif.

Sikap mengalah yang berlebihan semacam ini umumnya dibentuk dari kebiasaan sehari-hari, seperti mengalah kepada adik. Ketika terjadi konflik antara si kakak dan si adik, misalnya dalam memperebutkan mainan, sering kali si kakak akan diminta mengalah. 



Karena itu, Moms perlu mengajarkan kapan anak sebagai seorang kakak perlu mengalah dan kapan tidak perlu. Karena, kalau kakak terus-menerus diminta mengalah pada adik, lama-lama akan timbul juga rasa cemburu si kakak pada adiknya.

Tips Mengajarkan Sifat Mengalah pada Anak

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat mengajarkan sifat mengalah pada anak, yakni:

1. Saat berada di situasi yang mengharuskan anak untuk mengalah, ajaklah ia untuk memahami situasi tersebut. Misalnya, saat bertengkar berebut mainan dengan si adik, berikan pengertian pada si kakak alasan ia perlu mengalah pada adik.

2. Lakukan role play dengan anak mengenai berbagai situasi di mana ia perlu mengalah.

3. Jangan terlalu keras dan memaksa anak untuk mengalah. Lihat kembali situasi yang yang dialaminya.

4. Tetaplah bersikap netral. Misalnya, ketika anak bertengkar saat bermain bersama teman atau adiknya, sebaiknya Anda tidak langsung membelanya atau mengambil keputusan, tetapi ajak mereka berdiskusi dan mencari solusi bersama.

5. Anda juga bisa membiarkan si kakak dan si adik menyelesaikan masalah mereka sendiri jika terjadi konflik di antara mereka. Kebiasaan ini bisa melatih kemampuan anak dalam mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Orang tua sebaiknya tidak terlalu melibatkan diri dalam situasi seperti ini, kecuali jika si kakak dan si adik mulai bertengkar.

6. Berikan apresiasi pada anak ketika sudah mengalah pada situasi yang tepat, seperti pelukan, ciuman, atau pujian.

7. Moms dan Dads juga bisa mencontohkan pada anak bagaimana seharusnya menerapkan sikap mengalah yang baik dan benar, sehingga Si Kecil bisa mencontoh dari apa yang Anda lakukan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   sikap mengalah