Mother&Baby Indonesia
Ini yang Anda dan Suami Hadapi di Tahun Pertama Bayi Anda Lahir

Ini yang Anda dan Suami Hadapi di Tahun Pertama Bayi Anda Lahir

Setelah menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga, hubungan Anda dan suami berjalan dengan lancar. Semua tampak baik-baik saja, hingga akhirnya Anda hamil, melahirkan, dan Anda berdua punya bayi. Tentu, Anda dan suami merasa sangat bahagia dengan kehadiran Si Kecil di tengah-tengah Anda.

Dan, meski mengurus dan merawat bayi bisa sangat merepotkan, Anda berdua yakin bahwa hal ini bisa dilalui dengan baik. Namun, setelah beberapa hari di rumah, siapa sangka kalau ternyata hanya Anda sendiri yang setiap hari harus terbangun tengah malam karena tangisan bayi serta harus menyusui dan menidurkan kembali Si Kecil. Sementara suami Anda tetap tertidur nyenyak seolah tidak terjadi apa-apa!

Ya, walaupun diliputi perasaan bahagia dengan kelahiran bayi, sekitar 60 persen pasangan mengakui bahwa memiliki bayi menimbulkan banyak perselisihan yang sebelumnya tidak pernah atau jarang terjadi. Jika Anda sedang hamil dan khawatir soal ini, ikuti saja panduan berikut untuk mengetahui apa yang mungkin Anda hadapi bersama suami di setahun pertama sejak bayi Anda lahir, agar Anda tetap bisa enjoy, Moms.

0-1 Bulan: Kita Punya Bayi!

Anda: Anda sudah sampai di rumah, sangat kelelahan namun juga sangat bahagia. “Tetapi di saat inilah hubungan Anda dan pasangan akan diuji,” ujar Dr. Cliff Arnal, seorang psikolog di Inggris. Sebentar lagi Si Kecil akan menghabiskan 90 persen kasih sayang dan energi Anda. Cobalah untuk berbagi tugas dan saling dukung. Diskusikan dengan suami mengenai pembagian tugas untuk merawat Si Kecil.

Suami: Ia mungkin terlihat seperti tidak melakukan apa pun untuk membantu Anda. Tapi ia akan jadi lebih over protective sekarang. Ia mungkin juga akan merasa sedikit ditinggalkan. Jadi pastikan Anda meluangkan waktu untuknya dan Si Kecil sebagai sebuah keluarga, dan berikan sedikit waktu Anda untuk berdua saja dengannya.

1-3 Bulan: Berdua Saja dengan Bayi

Anda: Suami Anda sudah kembali bekerja dan selama itu Anda sendirian merawat Si Kecil. “Anda merasa ia tidak lagi memahami bagaimana sulitnya hari-hari Anda,” kata Cathy O'Neill penulis buku Babyproofing Your Marriage: How to Laugh More and Argue Less As Your Family Grows. Libatkan suami dalam keseharian Anda dengan mengiriminya gambar Anda dan Si Kecil. Bisa jadi karena kesibukannya, ia tidak tahu dan merasa tertinggal dengan perkembangan Si Kecil.

Suami: “Reaksi umum pria setelah ia menjadi ayah adalah bekerja lebih giat lagi, karena ia merasa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memenuhi kebutuhan Anda dan Si Kecil,” ujar Andrew G. Marshall, terapis perkawinan.

3-6 Bulan: Seks & Pekerjaan Anda

Anda: Si Kecil akan tidur lebih teratur kini dan Anda pun bisa istirahat lebih lama. “Jangan khawatir jika Anda tidak memiliki keinginan untuk berhubungan seks dengan suami. Untuk mengembalikan hormon seperti sebelumnya, diperlukan waktu sekitar 18 bulan,” urai Andrew. Ketika Anda kembali bekerja, akan ada tekanan, terlebih bila Anda juga mengurusi hal-hal domestik rumah tangga. Diskusikan apakah suami Anda bisa membantu soal ini.

Suami: Pasangan Anda akan mengutamakan sentuhan fisik, seperti apa pun bentuknya. “Anda tidak perlu berhubungan intim, berpelukan atau berciuman juga sudah cukup,” ujar Andrew. Sering kali diasumsikan bahwa pria lebih memilih urusan rumah tangga menjadi tanggung jawab istri. “Ia ingin Anda bahagia, namun bila Anda bekerja, seharusnya ia juga memperhitungkan semua tanggung jawab yang akan dipikul oleh Anda,” ujar Andrew.

6-9 Bulan: Berkencan Lagi

Anda: Si Kecil sudah lebih besar sekarang. Sudah memungkinkan bagi Anda untuk meninggalkannya sebentar guna sekadar berkencan dengan pasangan. “Penting sekali bagi Anda untuk merasa bukan hanya menjadi seorang ibu, tapi juga istri”, ujar Cathy. Siapkan topik apa saja yang akan Anda perbincangkan dengan suami, selain masalah popok Si Kecil tentunya.

Suami: Saat kencan, buatlah kencan Anda sempurna dengan fokus pada istri. Sesekali tidak apa membagi perhatian Anda dengan menanyakan kabar Si Kecil pada pengasuhnya, tapi jangan sampai mengganggu kencan Anda berdua.

9-12 Bulan: Me Time

Anda: Kini Anda sudah tahu kira-kira apa saja yang akan dihadapi dan apa yang perlu dilakukan. Anda pun punya waktu lebih banyak untuk beristirahat. Maka, sekarang waktunya untuk lebih memprioritaskan hubungan Anda dan suami. “Hidupkan kembali semangat cinta Anda,” ujar Andrew.

Suami: Ia mungkin tidak akan mengakuinya, namun ia bersyukur bahwa Anda kini punya waktu untuknya. “Sekarang sudah lebih mudah untuk berbagi tugas mengurus Si Kecil, jadi Anda dapat memberikan kesempatan bagi pasangan untuk beristirahat sejenak,” urai Anjula Mutanda, psikolog. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   pernikahan,   suami istri,   bayi