Mother&Baby Indonesia
Mitos dan Fakta Soal Orgasme pada Wanita yang Perlu Anda Tahu

Mitos dan Fakta Soal Orgasme pada Wanita yang Perlu Anda Tahu

Benar apa tidak sih, kalau wanita sulit mencapai orgasme? Memangnya, wanita bisa merasakan lebih dari satu kali orgasme? Moms, Anda mungkin pernah mendengar berbagai pernyataan soal orgasme pada kaum hawa. Untuk mengetahui apakah hal tersebut mitos atau fakta, cek penjelasannya berikut ini!

1. Orgasme pada Wanita Jenisnya Lebih Banyak

Orgasme pada wanita sesungguhnya memiliki beberapa tingkatan, mulai dari tingkat ringan hingga tingkat yang lebih intens. Yang dimaksud orgasme tingkat ringan adalah rangkaian kontraksi dinding rahim yang terjadi sebanyak 5-8 kali. Sedangkan kontraksi dinding rahim yang terjadi lebih dari 8 kali dikategorikan sebagai orgasme intens. Sebagai catatan, orgasme pada wanita juga bisa terjadi di hampir seluruh otot panggul, bahkan hingga ke anus.

Orgasme pada wanita akan lebih mudah didapatkan jika area-area sensitifnya mendapat sentuhan. Pada organ intim wanita, ada area sensitif yang disebut sebagai pusat orgasme, yaitu G-spot dan klitoris. Kedua bagian ini sangat sensitif karena terdapat banyak saraf tepi.

Perlu diketahui, G-spot berada di dinding depan vagina, searah di belakang kandung kemih. Saat Dads bisa “memainkan” atau memberikan rangsangan pada bagian tersebut, maka kemungkinan Moms akan mencapai orgasme tentunya lebih besar.

2. Orgasme pada Wanita Tidak Bisa Dideteksi

Tidak sedikit yang mengatakan bahwa wanita bisa berpura-pura mencapai kepuasan seksual karena orgasme mereka sulit untuk dideteksi. Well, pernyataan ini tak sepenuhnya benar. Orgasme pada wanita bisa dideteksi atau dirasakan. Tapi memang membutuhkan kepekaan dari pihak laki-laki maupun wanita.

Bagi para Dads, untuk mengetahui pasangan Anda tengah mengalami orgasme adalah dengan merasakan sensasi menjepit. Sedangkan Moms bisa merasakan orgasme melalui pergerakan ritmis dari rahimnya, seperti gerakan memijat. Oleh sebab itu, diperlukan kerjasama untuk bisa mencapai orgasme dan untuk mengetahui kapan pasangan mulai mencapai orgasme.

3. Wanita Bisa Mengalami Orgasme Berulang

Hal tersebut bisa saja terjadi. Pada pria, biasanya orgasme hanya sekali saja terjadi. Sedangkan pada wanita, orgasme bisa terjadi mulai dari fase arousal dan mengalami orgasme apabila menerima rangsangan kembali. Akan tetapi, tentu saja untuk mendapatkan multiple orgasm merupakan sesuatu yang agak kompleks.

4. Wanita yang Tidak Bisa Orgasme Berarti Memiliki Masalah Psikologis

Trauma, masalah hubungan, dan kesehatan mental yang buruk memang dapat membuat orgasme lebih sulit dialami. Tetapi banyak juga orang dengan kondisi kesehatan mental yang sehat, atau punya hubungan seks dan percintaan yang baik, masih saja kesulitan untuk mengalami orgasme.

Orgasme adalah respons fisik dan psikologis, dan masalah kesehatan dapat membuat wanita lebih sulit menikmati seks dengan cara ini. Sebagian wanita berjuang untuk bisa orgasme karena pelumasan yang tidak memadai. Hal ini mungkin terjadi saat menggunakan kontrasepsi hormonal, selama dan setelah kehamilan, atau karena menopause.

Selain itu, wanita dapat mengalami vulvodynia, yaitu rasa nyeri yang tak dapat dijelaskan di vagina atau sekitar vulva. Dengan mengobati masalah ini dan kondisi medis lainnya, wanita akan dapat meningkatkan kenikmatan seksualnya.

5. Orgasme dari Seks Penetrasi adalah yang Paling Umum

Kebanyakan orang beranggapan bahwa wanita harus orgasme dari hubungan seks yang berkaitan dengan penetrasi penis. Faktanya, banyak juga wanita yang hanya bisa merasakan orgasme dari berbagai bentuk rangsangan klitoris. Perlu diingat, tidak semua wanita akan merasakan orgasme dari jenis rangsangan yang sama. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui jenis rangsangan apa yang terbaik bagi pasangan.

6. Orgasme Tidak Memiliki Manfaat bagi Wanita

Orgasme pada wanita memang tidak menentukan apakah ia bisa hamil atau tidak. Namun dengan mencapai kepuasan dalam bentuk orgasme, seorang wanita bisa merasa lebih bahagia dan lebih rileks. Orgasme merupakan salah satu cara wanita melepaskan stres dan meningkatkan suasana hati. Bahkan tak sedikit yang mengatakan bahwa orgasme bisa membantu menjaga kesehatan wanita. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: orgasme,   seks,   pernikahan,   suami istri