Mother&Baby Indonesia
5 Cara Mengatasi Parental Burnout, Stres pada Orang Tua

5 Cara Mengatasi Parental Burnout, Stres pada Orang Tua

Saking inginnya memberikan yang terbaik dan menjaga Si Kecil sebaik mungkin, orang tua bisa mengalami parental burnout atau stres pada orang tua. Parental burnout bahkan lebih sering terjadi di tengah pandemi ini, di mana anak bersekolah dari rumah dan membutuhkan pantauan orang tua selama 24 jam.

Menurut Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog, Co-Founder dari Tiga Generasi, parental burnout merupakan kondisi kelelahan yang sangat intens dalam menjalankan pengasuhan. Ini bukanlah stres dan kelelahan biasa yang bisa hilang dalam waktu singkat, parental burnout butuh penanganan lebih serius lho, Moms. Bagaimana cara tepat mengatasi parental burnout? Simak tips-tips berikut ini, Moms.



Penyebab Parental Burnout

Mengutip informasi Farraas Muhdiar, M.Sc, M.Psi, Psikolog, seorang psikolog klinis dari Tiga Generasi, parental burnout terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara tuntutan dan sumber daya. “Parental burnout merupakan kondisi yang terjadi saat orang tua mengalami stres dalam pengasuhan secara berkepanjangan, sehingga terjadi perubahan perilaku, pikiran, dan perasaan terkait pengasuhan yang dilakukan,” tulis Farraas dalam akun Instagram @tigagenerasi.

Menurut Farraas, tuntutan yang dimaksud contohnya adalah ekspektasi diri sendiri yang ingin sempurna, tuntutan lingkungan dan teori parenting, masalah finansial, dan kesulitan dalam pengasuhan. Sedangkan sumber daya yang dimaksud adalah dukungan pasangan, bantuan dari keluarga, pertemanan positif, dan self-care atau kemampuan merawat dan mencintai diri sendiri.

“Setiap orang tua memiliki tantangan dan sumber daya yang berbeda, sehingga kondisinya pun akan berbeda. Berhenti membanding-bandingkan, berhenti saling merendahkan,” jelas Farraas.

Mengatasi Parental Burnout

Ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan ketika merasa mengalami parental burnout. Tidak sulit kok, Moms, coba lakukan 5 tips ampuh di bawah ini, ya.

1. Tidak perlu jadi supermom

Ingin memberikan yang terbaik? Boleh saja, tetapi itu bukan berarti Anda harus jadi supermom yang serba sempurna, lho. Seperti yang disebutkan Farraas, tuntutan diri sendiri untuk selalu bersikap sempurna bisa menjadi salah satu penyebab parental burnout. 



Anda ingin selalu ada di samping anak selama school from home, tetapi Anda juga ingin segala pekerjaan rumah dan kantor selesai dengan sempurna. Kalau sudah memaksakan diri seperti ini, bisa-bisa Anda jadi kewalahan sendiri hingga terjadilah parental burnout.

Solusinya sudah pasti: Stop berusaha menjadi supermom. Biarkan Si Kecil melakukan sendiri hal yang Anda tahu ia mampu lakukan. Sesekali tidur nyenyak walau piring kotor menumpuk? Biarkan saja, karena kesehatan mental Anda lebih penting.

2. Jangan percaya mitos

Semua orang selalu menyebutkan betapa indahnya momen-momen menjadi orang tua. Be realistic, Moms! Terkadang menjadi orang tua bisa sangat melelahkan dan penuh tantangan. Jangan termakan mitos, jangan iri dengan unggahan manis orang lain di media sosial, dan yang terpenting: Jangan merasa bersalah untuk melakukan me time.

Katakan pada diri Anda sendiri kalau tidak apa-apa merasa lelah. Stop percaya mitos tentang perfect parenting, karena semua orang tua hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik, bukan menjadi sosok yang sempurna.

3. Cintai diri sendiri

Terlalu fokus mengurus keluarga tanpa mencintai diri sendiri adalah kesalahan fatal yang bisa menyebabkan parental burnout. Untuk bisa memberikan yang terbaik, Moms perlu menjaga kesehatan mental Anda. Kami mengerti, anak memang prioritas, tetapi ketika “baterai” tubuh Anda sudah melemah, isi kembali dengan mencintai diri Anda sendiri. Lakukan me time, karena Anda layak mendapatkannya.

4. Bantuan dari support system

Ketika situasi mulai tak terkendali, jangan malu untuk meminta bantuan dari support system Anda. Biasakan untuk berbagi kisah dengan pasangan dan jujurlah jika Anda butuh bantuan. Ya, Anda tidak perlu menyelesaikan semuanya sendiri. Ingat, it takes a village to raise a child.

Jika parental burnout yang Anda rasakan sudah sangat mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dan psikolog atau dokter kesehatan jiwa. Mereka akan mendengarkan keluhan Anda dan memberikan solusi terbaik untuk Anda dan keluarga.

5. Jangan berlebihan

Mengutip Parent Map, parental burnout adalah tanda dari melakukan tugas secara berlebihan. Baik berlebihan jumlahnya atau bahkan berlebihan kesempurnaannya. Cintai diri Anda dengan tidak memaksakan segala hal secara berlebihan.

Semua harus seimbang, Moms. Biarkan saja jika ada pekerjaan rumah yang tidak selesai, biarkan saja jika anak tidak meletakkan baju kotor di keranjang pakaian, dan mulailah berani bilang “tidak” pada tugas tambahan yang akan membuat Anda kewalahan. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: parental burnout,   keluarga,   pandemi