Mother&Baby Indonesia
Ini Untung dan Rugi Menitipkan Anak pada Kakek-Nenek

Ini Untung dan Rugi Menitipkan Anak pada Kakek-Nenek

Bagi para orang tua yang bekerja, urusan menitipkan anak memang menjadi dilema yang tak ada habisnya, ya. Anda pasti ingin yang terbaik untuk Si Kecil, dan tentunya tak pernah ada niatan untuk menelantarkannya. Ada orang tua yang lebih nyaman menitipkan Si Kecil di daycare, ada yang mempercayakannya pada babysitter, dan tentu banyak juga yang menitipkannya pada kakek-nenek dari Si Kecil (baik itu orang tua Anda maupun mertua Anda) atau keluarga Anda.

Pilihan menitipkan anak pada keluarga memang terasa lebih aman ya, Moms, karena Anda yakin Si Kecil akan dirawat dan dijaga dengan baik juga penuh cinta. Walau begitu, hal ini tak selamanya berjalan mulus, lho. Ada saja sisi negatif dan positif dari menitipkan anak pada keluarga. Apa saja itu? Read on, Moms!




Sisi Negatif


1. Tidak bisa mengontrol pola asuh

Mungkin banyak Moms yang mengeluhkan beda pola asuh dengan orang tua. Sebutan yang tepat mungkin: Perang generasi Baby Boomers vs Millenials! Aturan-aturan yang susah payah Anda terapkan di rumah, buyar seketika jika Si Kecil sudah bersama kakek-neneknya. Anak yang sudah terbiasa makan tertib di high chair, tiba-tiba bisa makan di taman perumahan sambil jalan-jalan atau bahkan main gadget. Sounds familiar, Moms?

2. Serba boleh

Bersama kakek-nenek, setiap hari bagaikan “yes day” bagi Si Kecil. Tinggal sebut yang diinginkan, semua terwujud. Mau es krim dan cokelat sebelum tidur siang? Boleh! Kami mengerti, kakek-nenek hanya ingin menunjukkan rasa sayangnya, namun terkadang hal seperti ini akan membuat Moms bagai “Si Polisi Jahat” di mata anak. Moms penuh dengan larangan, sedangkan kakek-nenek serba boleh.



3. Kakek-nenek lelah

Harus menemani cucu yang aktif dan tidak bisa diam, pasti membuat kakek-nenek lelah. Mengurus balita memang sangat menyita energi, sehingga kakek-nenek jadi kekurangan waktu untuk beristirahat. Walau hati senang, tetapi kesehatan fisik kakek-nenek juga harus diperhatikan.

4. Berpotensi lebih boros

Saking sayangnya sama cucu, semua yang diminta pasti dituruti. Semua pedagang makanan yang lewat di depan rumah bisa diborong untuk cucu tercinta. Kalau sudah begini, tidak hanya kesehatan anak yang terancam, tetapi kesehatan dompet kakek-nenek juga terancam. Agar anak tidak jajan sembarangan, selalu siapkan camilan sehat untuknya dan buat perjanjian dengan kakek-nenek untuk tidak memanjakan Si Kecil dengan jajan semaunya.


Sisi Positif


1. Aman

Tak hanya aman dan nyaman bagi anak, tetapi juga aman dan nyaman bagi ketenangan hati orang tua di kantor. Ya, menitipkan anak pada keluarga tentu menjadi pilihan teraman bagi anak, karena mereka akan dirawat dengan penuh sayang.

2. Anak lebih mandiri

Menitipkan anak pada kakek-neneknya dapat membantu anak belajar lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada Moms dan Dads. Beberapa anak mengalami separation anxiety atau cemas berlebih saat berpisah dengan orang tuanya. Nah, menitipkan anak pada kakek-nenek membuat Si Kecil tetap merasa aman dan mandiri walau tidak selalu ditemani oleh orang tuanya.

3. Kakek-nenek terhibur

Lelah? Sudah pasti! Tetapi kehadiran cucu memang sangat menghibur hati kakek-nenek. Apa lagi yang bisa memberi kebahagiaan di hari tua jika bukan canda tawa dari anak dan cucu tersayang? Ini sangat baik untuk menjaga kesehatan mental kakek-nenek, terutama mereka yang baru pensiun dan tidak punya banyak aktivitas.

4. Hemat

Tak bisa dimungkiri, menitipkan anak pada keluarga membuat Anda bisa berhemat banyak karena tidak perlu membayar babysitter. Namun ini bukan berarti keluarga yang harus menanggung segala pengeluaran untuk anak selama dititipkan lho, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   keluarga,   kakek nenek,   menitipkan anak