Mother&Baby Indonesia
Deteksi Dini Kanker Tulang, Ini Tanda dan Faktor Risikonya

Deteksi Dini Kanker Tulang, Ini Tanda dan Faktor Risikonya

Moms, pernah dengar tentang kanker tulang? Kanker tulang terjadi ketika sel-sel tulang tumbuh secara tidak normal dan berlebihan. Sel kanker ini kemudian menghancurkan jaringan tulang yang normal dan bisa memengaruhi sel organ tubuh lainnya.

Kanker tulang termasuk penyakit langka. Menurut National Health Service (NHS), hanya sekitar 550 kasus baru yang didiagnosis setiap tahunnya di Britania Raya. Biasanya, tumor pada tulang tidak bersifat bahaya, yang berarti bukan kanker dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, jika terlambat dideteksi, maka gangguan ini dapat berakibat fatal. Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms ketahui seputar kanker tulang untuk membantu proses deteksi dini.



Tanda dan Gejala Awal Kanker Tulang

Menurut NHS, kanker tulang dapat terjadi pada tulang mana pun, namun seringnya terjadi pada tulang panjang di betis dan lengan atas. Beberapa gejala utamanya, antara lain:

• Rasa sakit atau nyeri pada tulang yang terjadi secara persisten. Rasa sakit ini memburuk seiring berjalannya waktu, bahkan sering terjadi hingga malam hari.

• Bengkak dan kemerahan (inflamasi atau peradangan) pada tulang, sehingga membuat Anda susah bergerak jika kanker tumbuh di area dekat sendi.

• Benjolan yang kasat mata terjadi di atas tulang.

• Tulang lemah sehingga lebih mudah patah (fraktur).

Tipe-tipe Kanker Tulang

Dikutip dari WebMD, ada 2 jenis kanker tulang, yakni kanker tulang primer dan sekunder. Kanker tulang primer berarti sel tumor bersifat kanker yang tumbuh ditulang. Para ahli belum menemukan penyebab pasti hal ini, namun faktor genetik dapat berkontribusi besar dalam kasus ini. Beberapa jenis kanker tulang primer yang paling umum, antara lain:

Osteosarcoma: Umum terbentuk di sekitar lutut dan lengan atas. Remaja dan pemuda adalah sosok yang lebih sering mengalami kondisi ini.

Ewing’s sarcoma: Biasanya dialami oleh orang berumur 5-20 tahun. Tulang rusuk, panggul, betis, dan lengan atas adalah area umum terjadinya kanker tulang jenis ini.

Chondrosarcoma: Umumnya dialami oleh orang berumur 40-70 tahun. Pinggang, panggung, lengan, betis, dan pundak adalah area umum kanker jenis ini, yang dimulai di sel kartilage.



Kanker tulang sekunder terjadi akibat menyebarnya kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain. Sebagai contoh, jika kanker paru menyebar hingga tulang, maka hal ini dapat menyebabkan kanker tulang sekunder. Beberapa kanker yang biasanya menyebar ke tulang adalah kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru.

Faktor Risiko Kanker Tulang

Meski penyebab asli kanker tulang belum diketahui, ada beberapa hal yang diduga sebagai faktor risikonya. Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa faktor risiko kanker tulang:

1. Perawatan kanker: Tumor kanker lebih sering terjadi pada orang-orang sedang menjalani radiasi, transplantasi stem sel, atau sesi kemoterapi untuk kanker jenis lain.

2. Kondisi keturunan: Kanker tulang bisa diturunkan melalui kondisi gen tertentu, seperti sindrom Li-Fraumeni dan kanker mata (retinoblastoma).

3. Penyakit Paget: kondisi tulang ini jinak, namun tetap bisa meningkatkan risiko kanker tulang.

Diagnosis Kanker Tulang

Jika Moms mengalami beberapa gejala di atas, dokter akan melacak riwayat medis Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes yang biasanya dilakukan, antara lain:

• X-Ray: Menunjukkan tumor dan ukurannya.

• CT scan: Mengambil gambar detail kondisi tulang.

• MRI scan: Penggunaan magnet untuk menggambarkan tubuh.

• PET scan: Pemeriksaan sel kanker dengan menginjeksi glukosa radioaktif.

Scan tulang: Pemeriksaan sel kanker dengan menginjeksi beberapa materi radioaktif.

Perawatan dan Penanganan Kanker Tulang

Jika Anda memiliki tumor jinak pada tulang, maka dokter akan merawatnya dengan medikasi atau mengeluarkannya. Sedangkan tumor yang bersifat kanker akan dilakukan perawatan yang lebih intensif. Perawatan juga akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker serta kondisi tubuh secara keseluruhan.

Penanganan kanker tulang yang umum dilakukan, antara lain:

1. Limb salvage surgery: Dokter akan mengambil bagian tulang yang memilki kanker. Setelah itu, bagian tulang yang diambil akan digantikan dengan implan metalik.

2. Amputasi: Jika tumor terlalu besar atau mulai mencapai jaringan saraf dan peredarah darah, dokter akan merekomendasi untuk dilakukan amputansi. Anda bisa mendapatkan alat tubuh prostetik.

3. Terapi radiasi: Langkah ini membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor dengan X-ray yang kuat. Biasanya langkah ini juga disertai dengan pembedahan.

4. Kemoterapi: Langkah ini membunuh tumor dengan medikasi. Dokter dapat menggunakan langkah ini sebelum bedah, setelah bedah, atau untuk kanker metastatik.

5. Terapi yang ditargetkan: Terapi ini menggunakan medikasi yang ditargetkan untuk gen dan protein tertentu atau perubahan seputar sel kanker. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   kanker tulang