Mother&Baby Indonesia
Benarkah Air Purifier Bisa Cegah COVID-19? Ini Jawaban Dokter

Benarkah Air Purifier Bisa Cegah COVID-19? Ini Jawaban Dokter

Di tengah pandemi seperti saat ini, Moms pasti telah melakukan berbagai cara untuk menjaga keluarga tetap sehat. Mulai dari menerapkan 3M, mengonsumsi makanan sehat, hingga rutin berolahraga dan berjemur. Salah satu upaya yang marak dilakukan untuk mencegah virus corona bersarang di rumah adalah menggunakan air purifier, suatu alat yang dapat menjernihkan udara di dalam ruangan agar bebas kuman, virus, dan bakteri.

Benarkah menggunakan air purifier dapat membantu mencegah virus penyebab COVID-19 masuk ke rumah atau kantor Anda? Untuk mengetahui jawabannya, kami telah merangkum penjelasan dari dr. Adam Prabata, kandidat PhD di Fakultas Kedokteran Kobe University, yang saat ini gencar mengedukasi masyarakat mengenai COVID-19 melalui akun Instagramnya @adamprabata. Simak penjelasan dr. Adam yuk, Moms.



Kenali Penularan Secara Airborne

Moms pasti sudah tahu kalau COVID-19 bisa ditularkan lewat udara atau secara airborne. Ini artinya, seseorang bisa terinfeksi virus corona karena partikelnya sangat kecil sehingga mudah menyebar melalui udara. Tak hanya virus, patogen penyebab penyakit airborne juga bisa berbentuk bakteri, jamur, aerosol, debu, atau cairan. Menurut dr. Adam, penularan secara airborne ini memiliki karakteristik, yaitu:

1. Diameter dropletnya sangat kecil, kurang dari atau sama dengan 5 mikrometer.

2. Patogen dapat bertahan di udara dalam waktu lama.

3. Dapat menular ke orang lain pada jarak 1-2 meter.

4. Risiko penularan semakin tinggi, terutama jika ruangan tertutup, tanpa ventilasi, dan atau sirkulasi udaranya buruk.



Air Purifier Bisa Cegah COVID-19? 

Menurut World Health Organization (WHO), virus corona bisa menetap di ruangan tertutup, terutama jika sirkulasi di ruangan tersebut buruk. Untuk mengatasinya, air purifier dengan HEPA (High Efficiency Particulate Air) dapat membantu. Ini adalah filter udara mekanis yang membantu menyaring debu, bulu hewan, asap rokok, dan patogen lainnya yang mengotori udara. Filter pada air purifier membantu menjaga udara di ruangan tertutup menjadi lebih murni dan bersih.

Air purifier dengan HEPA filter memiliki efisiensi 99,97 persen untuk menyaring partikel di udara berukuran 0,3 mikrometer, sedangkan partikel airborne kurang dari atau sama dengan 5 mikrometer,” jelas dr. Adam.

Menurutnya, air purifier dengan HEPA filter sangat disarankan sebagai salah satu metode untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 secara airborne pada situasi indoor (terutama dalam ruangan yang sirkulasi udaranya buruk).

Perhatikan Ini saat Pakai Air Purifier

Jangan sembarangan pakai air purifier ya, Moms. Coba perhatikan beberapa hal berikut ini ketika Anda memakai air purifier, seperti yang telah disarankan oleh dr. Adam.

• Pastikan air purifier Anda memiliki sistem HEPA filter.

• Hindari menggunakan air purifier yang menghasilkan ozon di atas batas.

• Jangan arahkan aliran udara dari satu orang ke orang yang lain.

• Bersihkan atau ganti filter serta lakukan perawatan secara rutin sesuai petunjuk.

• Perhatikan kesesuaian ruangan dengan CADR (Clean Air Delivery Rate) pada air purifier Anda.

“Ingat, air purifier bukan solusi mujarab yang 100 persen bisa mencegah penularan COVID-19 di dalam ruangan (rumah, sekolah, kantor). Protokol kesehatan lainnya tetap harus dilakukan secara maksimal, meskipun air purifier sudah digunakan di dalam ruangan kalian,” tegas dr. Adam. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: covid-19,   corona,   pandemi,   kesehatan,   air purifier