Mother&Baby Indonesia
Kebersihan Mulut Bisa Turunkan Risiko COVID-19? Ini Kata Ahli!

Kebersihan Mulut Bisa Turunkan Risiko COVID-19? Ini Kata Ahli!

“Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi.” Sepenggal lirik lagu anak-anak tersebut menandakan pentingnya menjaga kebersihan mulut dan gigi sejak kecil. Tidak hanya wangi dan terasa nyaman, mulut dan gigi yang bersih juga bisa menghindarkan diri dari berbagai macam penyakit.

Maka wajar jika muncul pertanyaan, “Apakah kondisi kebersihan mulut dan gigi yang buruk bisa memicu COVID-19?” selama pandemi ini. Pada acara Konferensi Pers Virtual “Pepsodent Serukan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut melalui Gerakan #SikatGigiSekarang!” yang dilakukan beberapa waktu lalu, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K). MM, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menjawab pertanyaan tersebut. Simak penjelasannya berikut ini, Moms!



Bisa Mempecepat Perkembangan COVID-19

Kondisi mulut dan gigi yang tidak bersih dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan peradangan gusi atau gingivitis. “Kalau kita tidak menyikat gigi, selama 24 jam akan terjadi fermentasi mikroorganisme yang ada di dalam plak gigi. Fermentasi ini akan menyebabkan peradangan gusi,” kata drg. Seno.

Ia kemudian mengatakan bahwa kondisi mulut yang kotor, bahkan terdapat peradangan gusi, dapat menjadi media virus COVID-19 untuk berkembang biak dengan cepat. Sebuah studi yang dimuat pada International Journal of Infectious Diseases edisi November 2020, menyatakan bahwa difungsi seperti anosmia (kehilangan kemampuan menicum aroma) dan ageusia (kehilangan kemampuan mengecap) sebagai gejala COVID-19 dapat muncul dengan diinduksi oleh peradangan dalam mulut.

“Jadi korelasinya, semakin kita lupa sikat gigi, semakin besar pula kemungkinan COVID-19 berkembang biak di gusi-gusi yang meradang,” tutur drg. Seno.



Cenderung Menyebabkan Komplikasi Berbahaya

Tidak hanya dapat meningkatkan risiko infeksi, kondisi mulut dan gigi yang kotor dan buruk dapat memperparah komplikasi akibat COVID-19. “Manakala virus COVID-19 masuk ke dalam peradangan, itu akan lebih ganas 3 kali lipat,” ujar drg. Seno.

Sebuah studi yang dimuat di Journal of Clinical Periodontology, menyatakan bahwa pasien COVID-19 setidaknya 3 kali lebih mungkin mengalami komplikasi jika memiliki penyakit gusi. Selain itu, sebuah studi dalam jurnal Oral Diseases pada tahun 2020, menyatakan bahwa periodotintis (infeksi gusi) yang parah atau tidak ditangani dengan baik ditakutkan bisa memperburuk COVID-19.

Jadi, kesehatan mulut dan COVID-19 dapat memperburuk kondisi satu sama lain. “COVID-19 dan peradangan mulut sangat erat hubungannya. Saling menguatkan. Penyakit ini saling memberikan dampak negatif yang luar biasa,” kata drg. Seno.

Maka, ia menyarankan agar masyarakat Indonesia perlu menjalankan kebiasaan menyikat gigi yang baik dan benar untuk mengurangi risiko COVID-19. Rutin menyikat gigi setiap pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur adalah langkah awal yang tepat.

Selain itu, drg. Seno juga menyatakan pentingnya mengadopsi 6M. Ia berkata, “Kini bukan 4M lagi, ya, tapi 6M. Menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan vaksinasi, dan menyikat gigi sehari dua kali.”

“Intinya apa? Kesehatan mulut dan gigi kalau tidak sehat dan bersih, maka bisa mempercepat proses perkembangbiakan virus COVID-19 semakin parah,” ujar drg. Seno. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: covid-19,   pandemi,   mulut dan gigi,   kesehatan