Mother&Baby Indonesia
5 Manfaat Gaya Bermain Parallel Play untuk Anak 1-3 Tahun

5 Manfaat Gaya Bermain Parallel Play untuk Anak 1-3 Tahun

Pernahkah Anda melihat Si Kecil bermain di dekat anak-anak lain, tetapi tidak bermain bersama mereka? Ketika orang tua melihat anaknya seperti ini, mungkin muncul sedikit rasa khawatir karena mengira anaknya tidak pandai bergaul. Anda mungkin juga mengira anak Anda tidak mudah berteman, kurang percaya diri, atau bahkan tidak disukai oleh anak lain seusianya.

Jangan berpikiran negatif dulu, Moms, karena gaya bermain yang disebut parallel play ini adalah fase bermain yang normal. Apa saja manfaat parallel play dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan fase ini? Read on, Moms!



Apa Itu Parallel Play?

Ada 6 tahap bermain pada anak yang dijabarkan oleh Mildred Parten, seorang sosiologis asal Amerika Serikat sekaligus peneliti di University of Minnesota’s Institute of Child Development. Tahap ke-4 dalam 6 Stages of Play adalah parallel play, yang biasa dilakukan oleh anak usia 1-3 tahun.

Baca juga: Kenali 6 Tahap Bermain pada Anak Sesuai dengan Usianya

Fase parallel play sering juga disebut dengan social co-action, di mana anak bermain secara terpisah dengan lain, tetapi tetap berdekatan dan saling meniru. Fase ini merupakan fase transisi, dari yang sering bermain sendiri (fase solitary play) atau hanya memperhatikan anak lain bermain (fase onlooker play), berubah menjadi lebih kooperatif dan matang secara sosial.

Fase parallel play tidak hanya ditunjukkan anak saat ia berada di taman bermain, tetapi bisa juga saat pesta ulang tahun, acara keluarga, atau juga di day care. Anak mungkin tidak begitu terlibat dalam aktivitas sosial dengan anak lain, tetapi mereka sudah bisa bermain berdampingan dalam aktivitas yang sama, walau tidak bermain bersama.



Jika melihat anak bermain seperti ini, jangan dimarahi ya, Moms. Jangan pula dipaksa untuk bermain dengan anak lain, apalagi melabeli mereka dengan anak yang tidak PD dan tidak bisa bergaul. Biarkan anak menikmati fase ini, karena ia sedang menyerap ilmu bersosial dari lingkungannya.

Manfaat Parallel Play

Setidaknya ada 5 manfaat parallel play bagi Si Kecil. Mengutip Healthtline, beberapa manfaat tersebut adalah:

1. Meningkatkan Kemampuan Berbicara

Selagi Si Kecil bermain sendiri, ia juga akan mendengarkan dan mempelajari kata-kata yang ia serap dari orang-orang di sekitarnya. Baik kata-kata dari teman sebaya, anak yang lebih besar, atau bahkan dari orang dewasa yang berada di dekatnya. Saat bermain sendiri, anak mungkin akan mengajak serta mainan untuk diajak bicara. Jangan kaget kalau obrolan Si Kecil dan mainannya sudah melibatkan banyak kata-kata baru ya, Moms.

Terlebih, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan anak 1-3 tahun (usia anak berada di fase parallel play), sedang mengalami lonjakan kosakata yang sangat pesat. Dukung ia dengan sering mengenalkan kata-kata baru untuknya ya, Moms.

2. Meningkatkan Kecerdasan Motorik

Walau terlihat bermain sendirian,  bermain di fase parallel play membuat anak mencoba berbagai aktivitas atau pengalaman yang meningkatkan kecerdasan motorik kasar dan halusnya. Ingat, hal yang menurut Anda sederhana bisa jadi sangat menantang bagi batita, lho.

3. Belajar Berekspresi

Tidak hanya belajar cara bermain dan berinteraksi, parallel play juga mengajarkan anak cara mengekspresikan keinginan dan perasaan. Mereka merasakan kebahagiaan, frustrasi, malu, taku, dan semangat. Semua terjadi di fase parallel play yang ia alami sendiri. Dengan mengobservasi cara teman-temannya bermain, Moms mungkin bisa sedikit melihat cara kerja otak Si Kecil dan memahami kepribadiannya.

4. Mengerti Cara Berinteraksi

Bermain di fase parallel play bukan berarti anak tersisih lho, Moms. Saat ini anak justru sedang mengobservasi cara berinteraksi dengan anak lain, yang tentunya akan sangat berguna bagi perkembangan psikisnya untuk bermain dengan teman-temannya kelak.

5. Belajar untuk Berbagi

Memelajari konsep “milik saya” dan “milik kamu” adalah langkah penting dalam memahami batasan. Fase parallel play adalah tempat yang tepat untuk anak menguasai konsep kepemilikan, di mana Si Kecil mengerti konsep untuk tidak mengambil milik orang lain dan bisa menjaga yang ia miliki.

Uniknya, fase ini pula yang mengajarkan anak untuk berbagi, karena anak akan bisa mengerti kalau semua mainan yang dibawa ke area bermain bisa dimainkan bersama-sama dan mengembalikannya setelah selesai bermain. Pelajaran yang penting kan, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   parallel play,   anak bermain