Mother&Baby Indonesia
Cara Tepat untuk Dukung Anak Lewati Kesedihan dan Kesepian

Cara Tepat untuk Dukung Anak Lewati Kesedihan dan Kesepian

Sebagai orang tua, tentu Moms ingin agar anak Anda bisa tumbuh optimal, sehat, dan penuh kebahagiaan. Namun, kesedihan juga termasuk bagian dari kehidupan, sehingga tak akan terelakkan untuk dialami Si Kecil. Begitu pun dengan rasa kesepian, Si Kecil juga pasti akan mengalaminya. Namun yang terpenting, Moms bisa mendukung Si Kecil agar ia bisa mengatasi dan melewati pengalaman ini dengan baik.

Dilansir dari Parents, ada 5 cara yang bisa Moms lakukan untuk mendukung Si Kecil saat ia sedih dan merasa kesepian. Simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini, Moms!



1. Bicarakan Perasaannya

Coba lontarkan pertanyaan yang terbuka, seperti “Bagaimana perasaanmu saat terus di rumah selama pandemi?”, dan jangan coba mendikte emosi mereka. Moms perlu memahami dan memvalidasi perasaan mereka dengan berkata seperti “Terkadang, tidak masalah merasa takut” atau “Mama tahu, rasanya sulit tidak bertemu dengan nenek dan kakek, ya.”

Setelah itu, Moms bisa rundingkan solusinya bersama Si Kecil. Mungkin Moms dan Si Kecil bisa menelepon neneknya setiap sebelum tidur. Yakinkan pada Si Kecil bahwa Moms dan orang-orang lain di dalam hidupnya akan berusaha untuk menjaganya tetap aman.



2. Berikan Rutinitas dan Struktur

Rutinitas adalah hal yang baik bagi Si Kecil, karena dapat memberikan rasa aman dan mengurangi rasa khawatir. Susun waktu tidur dan makan, bikin jadwal harian dengan waktu istirahat untuk melakukan aktivitas kesukaannya, aktivitas fisik, dan quality time bersama Anda. Moms juga bisa menyempurnakannya dengan movie night, jam bermain, atau waktu prakarya di rutinitas mingguan Si Kecil.

3. Tawarkan Atensi One-on-One

Kebanyakan anak berusia 3 dan 4 tahun tidak bermasalah jika tidak berinteraksi dengan teman-temannya, sejauh ia memiliki waktu spesial bersama Anda. Nah, luangkan waktu setiap hari untuk sesi-sesi pendek di mana Anda akan mencurahkan seluruh perhatian pada Si Kecil.

Kuncinya, biarkan ia memimpin Anda saat bermain. Maksudnya, jangan arahkan Si Kecil untuk melakukan sesuatu apa pun atau membuat momen belajar baginya. Di samping itu, Moms perlu merefleksikan kembali kata-kata Si Kecil, memuji perilakunya secara spesifik, dan mengimitasi hal-hal yang ia lakukan. Studi menunjukkan bahwa 5 menit waktu penuh atensi seperti ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan emosi anak.

4. Mendekatkan Diri

Bersentuhan adalah cara kuat untuk menenangkan dan terhubung satu sama lain. Beberapa anak suka berpelukan. Jika Si Kecil tidak terlalu suka dipeluk, Moms mungkin perlu mencuri-curi pelukan atau menawarkan pijatan sebelum tidur.

Moms juga bisa mencoba permainan-permainan yang melibatkan sentuhan, seperti menggulung Si Kecil dengan selimut dan menganggapnya sebagai ulat yang sedang menjadi kepompong. Atau Moms juga bisa berpura-pura Si Kecil adalah instrumen musik, jadi Moms bisa memukul lembut perutnya layaknya drum, bermain piano di punggungnya, atau meniup tangannya seperti seruling. Kejenakaan dan tawa adalah kebalikan kuat dari rasa sedih.

5. Buat Cara Aman untuk Bersosialisasi

Bagi anak balita, menatap orang lain melalui layar ponsel dapat terasa sangat janggal. Alih-alih melakukan hal tersebut, rancang kegiatan daring melalui Zoom atau Google Meet yang melibatkan permainan dan aktivitas fisik bersama. Atau, Moms juga bisa bantu Si Kecil membuat kejutan untuk temannya, seperti mengirimkan kue kering buatan sendiri. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   anak sedih