Mother&Baby Indonesia
Punya Anak Kesayangan? Ini Efek Negatifnya pada Anak Anda

Punya Anak Kesayangan? Ini Efek Negatifnya pada Anak Anda

Isu memiliki anak favorit atau kesayangan kerap terjadi pada orang tua yang memiliki anak lebih dari satu. Meski mungkin Anda menyangkalnya dengan mengatakan bahwa rasa sayang, cinta, dan perhatian yang Anda berikan pada anak satu dan lainnya sama atau seimbang, tetapi anak Anda mungkin merasakan hal yang berbeda.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar orang tua memiliki anak favorit atau kesayangan, baik mereka sadari atau pun tidak. Bahkan, penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Family Psychology menemukan 74 persen ibu dan 70 persen ayah mengaku bahwa mereka memberikan perlakuan istimewa terhadap satu anak, meskipun mereka tidak menunjukkan anak mana yang mereka favoritkan.



Baca juga: Fakta! Orang Tua Selalu Punya Anak Favorit dalam Keluarga!

Anda mungkin memang tidak membedakan anak-anak Anda atau mencoba memenuhi semua tuntutan dan keinginan anak yang satu sementara anak yang lain Anda abaikan, tetapi segala tindakan kecil yang Anda tunjukkan pada setiap anak, yang mungkin mengarah pada sikap pilih kasih bisa mendorong anak berpikir bahwa ia bukan anak kesayangan orang tuanya.

Sayangnya hal tersebut jarang disadari oleh para orang tua. Meski demikian, dalam sebuah wawancara, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog anak dan remaja mengatakan bahwa memiliki anak kesayangan adalah hal yang manusiawi karena manusia pasti memiliki preferensi, termasuk para orang tua yang mungkin menyukai salah satu anak daripada anak yang lainnya, atau setiap orang tua mungkin memiliki ikatan yang lebih dekat dengan anak yang satu dibandingkan anak lainnya.



Ini Efeknya pada Anak 

Meski umum terjadi dan dianggap manusiawi, namun Anda perlu tahu bahwa hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental anak, bahkan dapat menyebabkan masalah perilaku. Tak hanya itu, memiliki anak favorit juga bisa menciptakan ketegangan antarsaudara yang akan semakin melebar seiring berjalannya waktu.

Seperti dilansir laman Times of India, sebuah penelitian menunjukkan, anak-anak yang percaya bahwa mereka kurang disukai oleh orang tuanya sering kali terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan di usia dini. Situasi tersebut bahkan bisa semakin parah ketika tidak adanya ikatan kedekatan dalam keluarga.

Selain itu, perasaan atau persepsi sebagai yang paling tidak disukai dapat merusak harga diri seorang anak. Jika Anda memberi label anak cerdas atau rajin pada salah satu anak, ini mungkin menjadi masalah yang harus Anda perhatikan. Pasalnya sering kali anak-anak tersebut bertindak berbeda ketika mereka dewasa, terutama ketika mereka memasuki usia remaja.

Nantinya anak Anda mungkin mulai menganggap dirinya sebagai anak nakal, yang bahkan mungkin memengaruhi prestasi akademisnya. Pada akhirnya, hal ini pun akan memengaruhi ikatan antara orang tua dan juga risiko meregangnya hubungan antarsaudara.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of Family Psychology pada tahun 2014, ditemukan bahwa anak yang bukan merupakan favorit orang tuanya bisa menunjukkan perilaku negatif sebagai efek kurang kasih sayang. Di sisi lain, penelitian dalam Journal of Gerontology: Social Sciences menemukan bahwa anak yang terlalu dekat dengan ibunya memiliki risiko untuk mengalami depresi lebih tinggi dibandingkan dengan saudara kandungnya yang lain.

Lakukan Hal Ini, Moms!

Tentunya Moms tidak ingin segala dampak negatif tersebut terjadi pada anak-anak Anda. Maka penting bagi Anda untuk mengetahui perasaan anak-anak Anda. Ketika anak Anda merasa dan mengungkapkan adanya favoritisme di antara ia dan saudaranya, Anda sebaiknya tidak menyangkalnya dan cobalah untuk memahami sudut pandang mereka. Karena penyangkalan tersebut justru malah dapat memperburuk situasi. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik) 



Tags: anak,   balita,   anak kesayangan