Mother&Baby Indonesia
Hati-hati, Ini 7 Cara Orang Tua Mendorong Anak Berperilaku Buruk

Hati-hati, Ini 7 Cara Orang Tua Mendorong Anak Berperilaku Buruk

Tentu setiap orang tua ingin anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang berperilaku baik. Namun sayangnya, ada kalanya orang tua malah menjadi salah satu faktor penyebab anak bersikap dan berperilaku buruk atau tak sesuai harapan. Sebabnya, orang tua bisa saja mencontohkan hal buruk tanpa disadari. Perlu diingat Moms, anak belajar bersikap buruk sama seperti saat mereka belajar bersikap baik.

Untuk itu, Moms perlu tahu beberapa perilaku orang tua yang bisa mendorong anak bertingkah buruk. Melansir Very Well Family, waspada 7 perilaku berikut ini pada anak Anda, Moms!



1. Tidak Konsisten

Si Kecil merengek karena dilarang makan permen, lalu Anda malah memberikan permen padanya. Moms mungkin merasa tidak tega untuk bertindak tegas atau menghukum Si Kecil saat ia berbuat salah, tetapi hal ini malah bisa mendorongnya bersikap buruk. Penyebabnya, sikap ini akan dipahami oleh Si Kecil bahwa Anda akan tetap menuruti keinginannya, dan apa pun yang Anda katakan tidak penting karena Anda bisa mengubah pikiran Anda.

2. Tidak Menepati Konsekuensi

Pernahkah Anda membuat ancaman kosong? Misalnya perkataan seperti, “Jika kamu mengulanginya lagi, Mama akan kurangi waktu menonton tv-mu,” namun Anda tidak melakukan konsekuensi tersebut ketika Si Kecil melanggar aturan Anda. Jika Moms terbiasa melakukan ini, maka Si Kecil bukan tidak mungkin bisa memiliki kebiasaan untuk tidak mendengarkan Anda. Mengapa ia perlu mendengarkan atau menuruti Anda? Toh, tidak ada konsekuensinya.



3. Membuat Alasan

Jika Moms selalu membuat alasan atas perilaku buruknya dan mewajarkannya, maka Si Kecil akan terus berperilaku seperti itu. Misalnya, ketika Si Kecil tidak mau membereskan mainannya dan Anda menganggapnya tidak apa-apa dengan alasan ia terlalu kecil untuk melakukan hal tersebut, maka Moms telah mendorongnya untuk terus abai dengan tanggung jawabnya.

4. Berteriak

Moms mungkin menganggap suara keras melengking dapat membuat Si Kecil lebih mendengarkan Anda, namun sebenarnya hal ini bukanlah solusi yang tepat. Ya, Si Kecil mungkin tampak mendengarkan Anda, namun ini hanyalah solusi jangka pendek yang efektivitasnya akan lambat laun berkurang dan hanya akan merusak hubungan Anda dengan Si Kecil.

5. Mengancam

Memperingatkan Si Kecil bahwa ada konsekuensi akibat sikap buruknya dengan mengancam akan memberikan hukuman adalah dua hal berbeda. Sebuah studi yang dimuat di Journal of Experimental Child Psychology pada tahun 2015 menemukan bahwa anak yang diancam dengan hukuman karena berbohong, cenderung akan berbohong.

6. Memukul

Memukul dan hukuman fisik lainnya bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai macam masalah perilaku anak. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa hukuman fisik akan berujung pada dampak yang tidak diinginkan, seperti sikap agresif yang meningkat, berkurangnya empati, perilaku antisosial, dan rendahnya rasa percaya diri.

7. Menertawakan dan Tersenyum atas Perilaku Anak

Memang Si Kecil dapat tampak menggemaskan ketika ia meloncat-loncat di atas kursi di restoran sambil menggenggam kentang goreng. Namun etiket dan kesopanan yang buruk tidaklah menyenangkan bagi orang lain. Dan ketika Anda gagal untuk menghentikan perilaku Si Kecil karena menurut Anda lucu, maka Si Kecil dapat bersikap lebih buruk untuk membuat Anda terus tertawa. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   orang tua,   perilaku buruk pada anak