Mother&Baby Indonesia
Dos dan Don

Dos dan Don'ts Seputar Tidur Siang untuk Bayi Anda

Bagi bayi, tidur siang sama pentingnya dengan tidur pada malam hari. Selain memberi kesempatan agar tubuh Si Kecil beristirahat, tidur siang juga akan memberinya energi untuk beraktivitas.

Saat bayi mendapatkan cukup waktu beristirahat pada siang hari, maka ia cenderung tidak rewel dan bisa tidur lebih nyenyak pada malam harinya. Namun ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan soal sesi tidur siang bagi bayi Anda menurut situs WebMD. Berikut dos dan don'ts seputar tidur siang untuk Si Kecil.



Do: Perhatikan Tanda-tanda Kelelahan

Menguap bukan satu-satunya indikasi bahwa Si Kecil membutuhkan istirahat. Moms bisa mengetahui bahwa bayi Anda sudah mengantuk apabila ia mulai menggosok-gosokkan matanya, menangis, dan rewel. Sedangkan pada anak yang lebih besar, ia justru menjadi sangat aktif bergerak saat sudah mengantuk. Jika sudah melihat tanda-tanda kelelahan pada Si Kecil, segera tidurkan ia. Menunda untuk menidurkan bayi hingga ia kelelahan malah akan membuatnya semakin sulit untuk tidur.

Do: Bayi Perlu Sering Tidur

Pada bayi baru lahir atau newborn, sesi tidur mereka bisa mencapai 16 hari dalam sehari. Mungkin mereka hanya akan bangun untuk minum susu, mengganti popok, dan sesekali bermain. Semakin bertambah usia bayi, sesi tidur siang mereka akan lebih sedikit tapi lebih lama tidur pada malam hari. Di usia 6 bulan, bayi biasanya sudah bisa terlelap sepanjang malam ditambah dua atau tiga kali sesi tidur siang. Namun Moms, jangan khawatir jika mereka tidak memiliki kebiasaan tidur seperti itu, karena pada dasarnya setiap bayi berbeda.

Don’t: Jangan Mengandalkan Tidur di Dalam Kendaraan

Moms mungkin pernah membiarkan bayi Anda tertidur di dalam mobil. Jika hanya dilakukan sesekali, memang tidak masalah. Tapi jangan jadikan tidur di dalam mobil sebagai kebiasaaan. Kualitas tidur di dalam mobil tidak sama dengan tidur di tempat tidur. Bayi akan tetap merasa kelelahan jika ia terlalu sering tidur di mobil.

Do: Memberikan Jeda

Pada umumnya, bayi akan tertidur setelah kenyang menyusu. Faktanya, menyusui memang merupakan cara paling ampuh untuk membuat Si Kecil tertidur. Akan tetapi, sebaiknya Moms memisahkan antara menyusui dan menidurkan bayi. Beri jeda antara menyusui dan menidurkan bayi. Hal ini dimaksudkan agar bayi mengetahui bahwa menyusu bukanlah satu-satunya cara untuk bisa terlelap. Si Kecil harus belajar untuk bisa tidur dengan caranya sendiri, bukan hanya dengan menyusu.



Do:  Perpanjang Waktu Tidur

Apakah Si Kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan tapi masih punya kebiasaan tidur siang selama beberapa kali dalam sehari dengan durasi hanya 20 menit? Jika ya, maka saatnya Moms mengajarkannya untuk tidur siang lebih lama.

Ya, lebih lama, bukan lebih sering. Biarkan bayi terbangun lebih lama di antara waktu tidur siang. Nantinya ia akan terbiasa memiliki jadwal tidur lebih lama, yaitu selama 1 hingga 2 jam dengan frekuenasi yang lebih sedikit. Kebiasaan ini akan membuat Si Kecil tidur lebih nyenyak pada malam hari.

Do: Tetapkan Rutinitas

Agar Si Kecil memiliki kebiasaan tidur yang baik, Moms bisa menerapkan rutinitas tidur, seperti:

• Menidurkan anak pada waktu yang sama setiap hari.

• Menghindari tidur terlalu sore. Jika bayi Anda sulit tidur pada malam hari, maka ajak ia tidur siang lebih awal dan pastikan ia bangun sebelum memasuki tidur malam.

Don’t: Jangan Terburu-buru Menghampiri

Saat terlelap, bayi mungkin akan mengeluarkan suara seperti bersin, menarik napas panjang, atau mungkin menangis kecil. Nah, Moms sebaiknya tidak langsung menghampiri bayi saat ia berperilaku seperti ini. Tunggu beberapa saat karena biasanya ia akan kembali tertidur. Anda bisa langsung mengecek Si Kecil apabila ia tiba-tiba menangis keras karena merasa lapar atau tidak nyaman.

Do: Taruh Bayi saat Belum Terlelap

Setelah beberapa minggu pertama, Anda mungkin ingin mengajarkan bayi agar bisa lebih mandiri saat tidur. Salah satu caranya adalah dengan menaruh Si Kecil di tempat tidur sebelum ia benar-benar tertidur, tapi sudah mulai menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Dengan cara ini, Moms mengajarkan bayi untuk bisa tidur sendiri tanpa harus digendong, diberi susu, atau diayun-ayun terlebih dahulu.

Do: Utamakan Keamanan

Jangan biarkan bayi tidur di sofa atau tempat tidur Anda tanpa penjagaan. Selalu tempatkan Si Kecil di tempat yang aman guna menghindari mereka terjatuh. Jangan lupa untuk memastikan bayi tidur telentang guna menghindari sindrom kematian mendadak atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Jauhkan bantal, mainan, boneka, dan benda-benda lain. Last but not least, jangan biarkan bayi tidur bersama anak lain yang lebih besar atau dengan hewan peliharaan. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   tidur siang