Mother&Baby Indonesia
Tortikolis pada Bayi, Ketahui Gejala dan Penyebabnya!

Tortikolis pada Bayi, Ketahui Gejala dan Penyebabnya!

Moms, coba perhatikan pergerakan kepala bayi Anda saat ini. Apabila kepala atau lehernya terlihat memutar ke satu arah atau miring, Sebaiknya segera periksakan ke dokter, dikhawatirkan ini merupakan gejala dari tortikolis. Kondisi ini umumnya terjadi karena bawaan lahir (kongenital) atau adanya masalah medis tertentu.

Tortikolis adalah gangguan otot leher yang membuat kepala penderitanya memutar ke samping. Penyakit ini bersifat genetik atau bisa terjadi akibat kerusakan pada otot leher dan suplai darah ke leher.

Tortikolis yang terjadi pada bayi menyebabkan otot di area lehernya terasa kaku hingga nyeri. Hal tersebut tentu akan sangat mengganggu tumbuh kembang serta aktivitas Si Kecil sehari-hari. Karenanya, Moms perlu mengetahui gejala serta penanganan dari tortikolis dengan menyimak penjelasan berikut ini.



Gejala dan Penyebab Tortikolis

Ada 2 jenis tortikolis yang sering terjadi pada bayi, yakni congenital torticollis dan acquired torticollis. Congenital torticollis atau tortikolis bawaan sejak lahir disebabkan oleh sternocleidomastoid. Ini merupakan otot ketat yang menghubungkan tulang dada dan tulang selangka pada tengkorak. Otot ini mungkin saja mengalami kerusakan saat lahir atau kepala terpelintir ke satu arah saat masih di uterus.

Sedangkan acquired torticollis merupakan kondisi kepala miring ke salah satu sisi, yang terjadi setelah bayi dilahirkan. Pada beberapa kasus, dagu juga akan mengikut ke arah yang sama seperti kepala, berbeda dengan congenital torticollis. 

Tortikolis umumnya baru terdiagnosis saat bayi berusia dua bulan. Penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, tetapi beberapa ahli menyebutkan bahwa pemicunya dikarenakan kegagalan pada pembuatan saraf pengirim di otak. Pada bayi sendiri, tortikolis bisa terjadi karena adanya kelainan pada tulang belakang atau trauma saat proses persalinan.

Selain itu, posisi leher janin dalam rahim juga bisa menyebabkan kerusakan otot leher serta menghambat peredaran darah serta perkembangan syaraf. Akibatnya, akan timbul beberapa gejala dari tortikolis yang dialami Si Kecil, di antaranya:

• Merasakan sakit di kepala dan otot leher kaku.

• Posisi kepala yang memutar ke samping atau satu sisi saja.

• Satu sisi bahu terlihat lebih tinggi.

• Teraba benjolan pada leher atau satu sisi otot leher membesar.

• Pergerakan kepala dan leher terbatas.



• Bentuk wajah dan kepala menjadi asimetris.

• Terjadi gangguan pertumbuhan pada otot kepala dan otot wajah.

• Penglihatan terganggu (diplopia).

Butuh Segera Ditangani

Tortikolis sendiri membutuhkan penanganan secara medis, sebelum menyebabkan kelainan fungsi makan, minum, dan tumbuh kembang Si Kecil lainnya. Beberapa gejala berikut ini pun harus Moms waspadai jika dialami bayi, yaitu:

• Tidak bisa menggerakkan leher.

• Mengalami demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, atau mengeluarkan air liur.

• Mengalami kesulitan menelan, makan, atau minum.

• Anak tidak bertingkah seperti dirinya sendiri.

Jika kondisi tersebut terjadi, segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Spesialis Anak (SpA), dokter Bedah (SpB) atau dokter Spesialis Bedah Anak (SpBA).

Si Kecil akan menjalani fase fisioterapi baik di rumah sakit dengan bantuan dokter, maupun di rumah dengan bantuan orang tua. Moms dapat melakukan terapi pijat dan latihan peregangan otot leher dengan petunjuk dokter. Apabila berjalan dengan baik, maka Si Kecil tidak perlu sampai dioperasi untuk menyembuhkan tortikolis yang dialaminya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   tortikolis