Mother&Baby Indonesia
Ibu di Cianjur Akui Dihamili Angin, Bisakah Hamil Tanpa Bercinta?

Ibu di Cianjur Akui Dihamili Angin, Bisakah Hamil Tanpa Bercinta?

Beberapa waktu lalu, dunia maya dibuat gempar oleh kisah viral seorang ibu asal Cianjur yang mengaku hamil tanpa melakukan hubungan seksual. Ibu bernama Siti Zainah yang berusia 25 tahun tersebut dikabarkan melahirkan seorang anak perempuan setelah angin masuk ke dalam vaginanya. Ia mengaku, satu jam sebelum melahirkan ia merasa perutnya sakit karena ada angin masuk melalui vagina.

Kabar ini tentu saja mengagetkan semua orang. Benarkah seseorang perempuan dapat hamil tanpa melakukan hubungan seksual? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut, Moms!

Bisa, Tapi…

Faktanya, hamil tanpa berhubungan seksual bukanlah hal yang mustahil. Akan tetapi, fenomena ini hanya bisa terjadi jika melalui proses medis khusus, seperti inseminasi buatan, in virto fertilisation (IVF), atau kondisi lainnya.



Mengutip laman National Health Service, pada dasarnya kehamilan bisa terjadi ketika sperma berhasil membuahi sel telur, yang biasanya difasilitasi dengan hubungan intim di mana penis masuk ke dalam vagina.

Namun selain berhubungan intim, ada banyak cara lain agar sperma bisa membuahi sel telur. Berhubungan intim tanpa memasukkan penis ke dalam vagina tetap dapat memfasilitasi pertemuan sperma dan sel telur jika air mani tetap masuk ke dalam vagina. Miisalnya ejakulasi dilakukan dekat area vagina atau penetrasi jari ke dalam vagina yang sudah terkontaminasi dengan air mani.

Selain itu, peran teknologi dalam dunia medis membuat assisted reproductive technology (ART) memungkinkan kehamilan tanpa hubungan seks. Prosedur ART yang populer adalah inseminasi buatan dan IVF.

Inseminasi buatan adalah prosedur di mana sperma langsung dimasukkan ke dalam rahim, tanpa adanya penetrasi seksual. Sperma diletakkan mendekati sel telur sehingga memperbesar kemungkinan pembuahan dan kehamilan.



Sedangkan IVF adalah prosedur di mana pembuahan sperma dan sel telur dilakukan di luar rahim. Prosedur ini meliputi pengambilan sel telur dari ovarium dan membuahkannya dengan sperma. Kemudian, hasil pembuahan atau embrio akan dibekukan dan kemudian ditanam di dalam rahim.

Lalu, Bisakah Hamil Karena Kemasukan Angin?

Siti mengaku perutnya terasa sakit karena ada angin yang masuk ke dalam vaginanya. Setelah itu, ia mengaku perutnya membesar seperti orang hamil dan siap melahirkan. Bisakah angin yang masuk ke dalam vagina menyebabkan hamil?

Mengutip Klikdokter, dr. Arina Heidyana menyatakan bahwa angin yang masuk ke dalam vagina tidak bisa menyebabkan kehamilan. “Kehamilan hanya terjadi saat sel telur bertemu dan dibuahi sel sperma,” ujar dr. Arina.

Menurutnya, kemungkinan Siti hamil namun tidak menyadari berbagai gejalanya. “Mungkin karena haidnya enggak teratur. Jadi, ketika tidak haid berbulan-bulan bisa dianggap biasa saja olehnya, padahal sudah hamil,” kata dr. Arina.

Dalam dunia medis sendiri, kondisi ini biasa disebut sebagai kehamilan kriptik atau cryptic pregnancy, yaitu ketika seorang wanita tidak sadar dirinya sedang hamil karena tidak adanya tanda-tanda kehamilan. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   seks