Mother&Baby Indonesia
8 Keluhan yang Sering Dirasakan oleh Ibu Hamil

8 Keluhan yang Sering Dirasakan oleh Ibu Hamil

Hamil dan melahirkan bayi yang sehat adalah dambaan setiap ibu. Sayangnya, tak semua proses kehamilan berjalan lancar tanpa adanya masalah. Perubahan hormon dan bentuk tubuh sering kali menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Di antara sejumlah masalah kesehatan, berikut ini adalah keluhan yang paling sering dirasakan ibu hamil.

1. Sembelit

Sembelit atau susah buang air besar merupakan masalah yang paling sering dialami ibu hamil, khususnya di trimester pertama kehamilan. Seperti dilansir American Pregnancy, sembelit atau konstipasi pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan hormon dan tekanan dari rahim yang menekan usus.

Selain itu, suplemen zat besi yang biasa dikonsumsi ibu hamil juga kerap menyebabkan sembelit. Sangat disarankan bagi ibu hamil yang mengonsumsi suplemen tersebut untuk minum banyak air putih guna melancarkan buang air besar.



Cara lain untuk mencegah sembelit pada ibu hamil, antara lain:

• Rutin mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah.

• Minum air putih setidaknya 8 gelas air per hari.

• Rutin berolahraga ringan yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil.

Sembelit yang tidak segera diobati bisa berisiko berkembang menjadi wasir alias ambeien, yaitu pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus. Ambeien juga termasuk salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil.

2. Kram Kaki

Kram kaki pada malam hari sering dialami oleh ibu hamil, khususnya selama trimester kedua. Kram disebabkan oleh beban tambahan selama kehamilan yang membuat otot menjadi tegang. Untuk mencegah masalah kram, Moms bisa melakukan olahraga ringan, seperti jalan santai atau berenang. Olahraga semacam ini bisa membantu aliran darah di kaki dan mencegah kram.

Cara lainnya adalah dengan meregangkan kaki ke atas dan ke bawah sebanyak 30 kali. Anda juga bisa memutar pergelangan kaki dan meregangkan otot betis sebelum tidur. Ibu hamil sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter apabila mengalami kram yang mengganggu tidur Anda atau kram terasa sangat sakit.

3. Kram Perut

Kram perut bisa muncul kapan saja, baik pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Hal ini terjadi karena kondisi rahim yang terus meregang selama kehamilan. Untuk meringankan kram pada perut, ibu hamil bisa melakukan hal-hal berikut ini:

• Berbaring pada sisi berlawanan dari tempat rasa sakit dan meluruskan kaki.

• Mandi air hangat.

• Mengompres bagian perut Anda yang kram dengan air hangat.

• Mencoba menenangkan diri atau rileks.

• Minum banyak cairan jika kram disebabkan oleh kontraksi Braxton Hicks.



4. Tangan dan Kaki Bengkak

Ibu hamil juga kerap merasakan keluhan berupa kaki dan tangan bengkak, termasuk jari-jarinya. Hal ini disebabkan karena peningkatan cairan tubuh selama masa kehamilan.

Kaki dan tangan bengkak selama masa kehamilan merupakan kondisi normal, tapi bisa juga menjadi pertanda adanya komplikasi, seperti preeklampsia. Guna mencegah pembengkakan di masa kehamilan, Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

• Menghindari berdiri dalam waktu lama.

• Membatasi konsumsi garam.

• Rutin berolahraga ringan.

• Mengistirahatkan kaki setidaknya satu jam per hari dengan meletakkan kaki lebih tinggi dari jantung.

5. Sakit Punggung

Kehamilan mengakibatkan ligamen yang menghubungkan antartulang menjadi lebih lunak dan meregang untuk mempersiapkan persalinan. Namun beban tubuh yang meningkat karena ukuran bayi yang kian besar justru akan memberatkan punggung dan panggul sehingga keluhan sakit punggung sering dirasakan ibu hamil.

6. Sering Buang Air Kecil

Keluhan sering buang air kecil bisa terjadi pada trimester pertama maupun trimester akhir. Pada semester akhir, keluhan ini terjadi karena kepala bayi menekan kandung kemih. Meski frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering, ibu hamil sebaiknya tidak mengurangi asupan cairan, karena hal tersebut justru akan menimbulkan masalah kesehatan baru bagi tubuh Anda dan janin.

7. Keputihan

Keputihan merupakan hal yang cukup sering terjadi selama masa kehamilan. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk melindungi vagina dan rahim dari infeksi selama Moms mengandung Si Kecil. Pasalnya selama kehamilan, serviks atau leher rahim dan dinding vagina menjadi lebih lembut. Menjelang akhir masa kehamilan, jumlah keputihan terus meningkat dan bertekstur lebih tebal. Ada kemungkinan terdapat bercak darah. Kondisi ini merupakan pertanda bahwa tubuh sudah mulai mempersiapkan kelahiran bayi.

Meski keputihan merupakan hal wajar terjadi selama kehamilan, Moms disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter, terutama jika keputihan disertai bau, perubahan warna, serta rasa nyeri.

8. Sesak Napas

Sesak napas biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Memasuki periode ini, bayi tumbuh dan terus mendorong rahim melawan diafragma. Oleh sebab itu, diafragma biasanya bergerak naik 4 sentimeter dari posisi sebelum hamil. Akibatnya, paru-paru menjadi agak tertekan sehingga ibu hamil tidak bisa mengambil udara sebanyak-banyaknya pada setiap tarikan napas.

Namun hal ini bukan berarti Moms akan kekurangan oksigen. Hanya saja, pada saat yang sama kapasitas paru-paru menurun akibat rahim yang terus melebar dan bayi terus membesar. Kondisi ini menyebabkan pusat pernapasan di otak dirangsang oleh hormon progesteron untuk membuat ibu hamil mengambil napas lebih lambat.

Selain keluhan di atas, ibu hamil juga kerap merasakan pusing dan mudah lelah selama masa kehamilan. Namun jangan khawatir Moms, hampir semua gejala tersebut merupakan hal wajar sebagai bagian dari perubahan yang terjadi dalam tubuh Anda.

Di sisi lain, Anda tetap perlu memberitahukan dokter keluhan-keluhan apa saja yang dirasakan selama masa kehamilan. Dengan begitu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah keluhan tersebut hal wajar atau merupakan indikasi terjadinya masalah yang lebih serius. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   gangguan kehamilan