Mother&Baby Indonesia
Pemphigoid Gestationis, Penyakit Kulit Langka saat Hamil Tua

Pemphigoid Gestationis, Penyakit Kulit Langka saat Hamil Tua

Kehamilan tentu membuat Moms sangat bahagia dan semangat memberikan yang terbaik untuk Si Kecil. Saking berusahanya mengoptimalkan kesehatan dan kecerdasan janin, ibu hamil sering kali mengabaikan kesehatannya sendiri. Padahal, Moms juga harus sehat agar janin ikut sehat, lho.

Salah satu masalah yang jarang dibahas namun tetap perlu diwaspadai adalah pemphigoid gestationis atau biasa juga disebut dengan herpes gestasional. Ini adalah penyakit kulit langka yang banyak menyerang ibu hamil di trimester akhir. Seperti apa gejalanya? Yuk, ketahui lebih detail mengenai penyakit satu ini, Moms.



Apa Itu Herpes Gestasional?

Mengutip British Association of Dermatologists (BAD), herpes gestasional merupakan penyakit kulit terkait autoimun yang terjadi pada masa kehamilan. Walau sering disebut herpes gestasional, namun penyakit ini tidak ada hubungannya dengan penyakit herpes dan tidak disebabkan oleh virus herpes.

Oleh karena itu, penyebutan herpes gestasional kini sudah tidak dipakai lagi di dunia kedokteran, dan sudah diganti dengan istilah pemphigoid gestationis (PG). Istilah pemphigoid sendiri artinya bintil lepuh, sedangkan gestationis diambil dari bahasa Latin yang artinya kehamilan.



Penyakit ini umumnya terjadi di kehamilan trimester dua atau tiga (sekitar kehamilan minggu ke-13 hingga 40). Uniknya, penyakit ini sering terjadi berulang pada kehamilan berikutnya. Awalnya penyakit ini hanya terlihat seperti gatal biasa, yang lama kelamaan berubah menjadi bintil lepuh di area perut dan mungkin di area lain tubuh bumil. Walau terdengar menyeramkan, Moms tidak perlu khawatir berlebih karena PG tergolong sangat jarang terjadi. Mengutip Healthline Parenthood, penyakit ini hanya terjadi pada 1 dari 40.000 atau 50.000 kehamilan.

Gejala Pemphigoid Gestationis (PG)

PG paling sering muncul di area perut, terutama di sekitar pusar. Gejala awalnya hanya berupa gatal hebat dan ruam kemerahan di daerah pusar, namun dalam beberapa hari bisa menyebar ke area tubuh lain dan berubah menjadi bintil lepuh yang sangat gatal. Walau mudah menyebar ke area tubuh lainnya, namun biasanya area wajah, kulit kepala, telapak tangan, telapak kaki, dan area membran mukus (seperti mulut dan area genital) tidak mudah terserang PG.

Dalam 2 hingga 4 minggu, ruam kemerahan di perut akan berubah menjadi bintil lepuh besar dan merah mirip cacar air, yang disebut dengan bulla. Bulla berisi cairan bening yang bisa jadi agak bercampur darah. Menurut BAD, tampilan pola ruam merah dan bulla pada PG sangat khas, sehingga umumnya dokter kulit Anda akan mudah mengenalinya.

Cara Menyembuhkan PG

Tenang, Moms, perawatan yang tepat bisa menyembuhkan PG, kok. Walau sangat mirip dengan cacar air, PG tidak meninggalkan bekas seperti cacar air. Langkah pertama untuk mengatasi PG adalah meredakan gatal hebat terlebih dahulu, baru kemudian mencegah pembentukan bintil lepuh (atau tidak bertambah), dan mengatasi kemungkinan infeksi sekunder karena bintil lepuh.

Menurut BAD, umumnya dokter akan memberikan krim steroid yang dioleskan ke area kulit yang terserang PG. Dokter juga mungkin akan memberikan pereda gatal berupa obat antihistamin minum yang kadarnya sudah disesuaikan dengan kehamilan Anda. Sedangkan untuk mengatasi bintil lepuh, dokter juga akan memberikan tablet steroid. Kadar obat steroid yang diberikan mungkin akan ditingkatkan menjelang persalinan untuk mencegah pembengkakan pascamelahirkan.

Apakah PG Memengaruhi Janin?

BAD menyebutkan terkadang bayi akan terlahir dengan ruam dan atau bintil lepuh, namun ini hanya terjadi pada 5-10 persen kasus PG. Ruam dan atau bintil lepuh pada bayi tersebut akan hilang kira-kira 6 minggu sampai antibodi ibu hilang dari tubuh bayi. Untuk meredakannya, dokter anak mungkin akan memberikan krim steroid atau krim antibiotik yang paling aman untuk bayi baru lahir.

Apakah bumil dengan PG tidak bisa melahirkan normal? Berita baiknya, PG tidak memengaruhi metode melahirkan kok, Moms. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melahirkan secara caesar jika ada indikasi lain, seperti bintil lepuh menyerang area vagina, yang hanya terjadi pada 20 persen pada wanita hamil dengan masalah PG.

Apakah PG meningkatkan risiko lahir prematur? Ya, BAD menyebutkan PG meningkatkan risiko lahir prematur dan tubuh bayi relatif lebih mungil dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Karena itu sangat penting untuk mewaspadai PG, terlebih jika Anda memiliki riwayat PG di kehamilan sebelumnya. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: pemphigoid gestationis,   penyakit kulit,   kehamilan,   ibu hamil