Mother&Baby Indonesia
Benarkah Akupunktur Bisa Perbesar Kesuksesan IVF?

Benarkah Akupunktur Bisa Perbesar Kesuksesan IVF?

Moms mungkin pernah mendengar bahwa terapi akupunktur bisa membantu mengatasi gangguan kesuburan. Hal ini tentunya didukung oleh beberapa penelitian yang menemukan manfaat terapi akupunktur untuk mengoptimalkan upaya mengatasi gangguan kesuburan.

Menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC), gangguan kesuburan dialami oleh 12% perempuan berusia 15-44 tahun. Lalu, apakah terapi akupunktur bisa membantu kesuksesan program IVF (in vitro fertilization)? Baca penjelasannya lebih lanjut, Moms!

Kontroversial, Namun Menjanjikan

Beberapa studi menunjukkan bahwa akupunktur yang dilakukan pada saat embrio ditanamkan di dalam rahim menunjukkan peningkatan kesuksesan hamil. Namun ada pula studi yang tidak memperlihatkan hal yang sama.



Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa belum ada cukup bukti yang mendukung penggunaan akupunktur untuk mengatasi gangguan kesuburan pada perempuan dengan PCOS.

Studi lainnya yang dilakukan pada tahun 2018 membuat penelitian pada dua kelompok perempuan yang menjalani program IVF. Hasilnya, kelompok perempuan yang melakukan akupunktur selama menjalani program IVF memiliki tingkat keberhasilan sebanyak 18,3%, dibandingkan dengan 17,8% kelompok yang tidak melakukannya.

Lee Hullender Rubin, DAOM, Lac, FABORM, ahli akupunktur di Oregon Reproductive Medicine dan Portland Acupuncture Studio, melakukan sebuah studi serta menemukan bahwa perempuan yang melakukan cukup banyak akupunktur (13-15 kali selama program IVF), memiliki kesempatan kesuksesan IVF sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak. Perempuan tersebut juga memiliki peluang 60% lebih besar untuk sukses IVF dibandingkan dengan perempuan yang hanya menjalani 2 kali terapi akupunktur saat periode transfer embrio.

Dr. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp.AK, dokter spesialis akupunktur klinik dari RS Pondok Indah – Pondok Indah, mengatakan, “Menurut penelitian, teknik akupunktur dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung 60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menjalani terapi akupunktur.”

Cara Kerja Akupunktur

Akupunktur dilakukan dengan menstimulasi jaringan saraf yang ada di bawah kulit pada titik-titik tertentu. Terapi ini bisa menggunakan jarum saja, dengan bantuan listrik (elektroakupunktur), sinar laser (laserpunktur), ataupun penyuntikan cairan (akuapunktur).

Dengan stimulasi ini, tubuh akan melepaskan hormon endorfin. Hormon ini memiliki banyak efek positif pada fertilitas, termasuk melepaskan penat dan stres yang bisa mengganggu proses kehamilan.

Akupunktur medik dalam mengatasi kesuburan dilakukan dengan cara:

• Memperbaiki hormon reproduksi



• Memperbaiki sirkulasi aliran darah ke rahim

• Mengurangi vasokonstriksi pembuluh darah

• Mempertebal dinding endometrium

• Membuat pikiran lebih tenang

• Meningkatkan imunitas dan homeostasis tubuh.

Stres ataupun penuaan bisa menyebabkan aliran darah menuju rahim berkurang. Akupunktur bisa membantu meningkatkan aliran darah dengan membuat saraf rileks, sehingga pembuluh darah bisa melebar.

Aliran darah menuju rahim yang meningkat bisa memberikan dampak baik terhadap medikasi kesuburan tertentu. Selain itu, aliran darah yang meningkat juga bisa membantu menyiapkan dinding rahim dan kondisi yang sesuai untuk proses implantasi.

Selain itu, hormon endorfin yang banyak dilepaskan akibat akupunktur mampu membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks dan tenang. Hal ini tentu bisa membantu proses IVF yang terkadang penuh tekanan.

Untuk itu, tidak ada salahnya untuk mencoba akupunktur saat menjalani program IVF, Moms. Jangan lupa juga untuk selalu mendiskusikan hal ini dengan dokter Anda, ya. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesuburan,   kehamilan,   ibu hamil,   ivf,   akupunktur