Mother&Baby Indonesia
Waspadai Dampak Negatif Jarang Berhubungan Intim dengan Pasangan

Waspadai Dampak Negatif Jarang Berhubungan Intim dengan Pasangan

Tak bisa dimungkiri, rutin berhubungan intim dengan suami memang bisa menjadi bumbu yang membuat pernikahan semakin mesra. Tak hanya memberi dampak positif bagi romantisme rumah tangga, sering berhubungan intim juga dapat meningkatkan kesehatan Anda lho, Moms.

Lalu, bagaimana jika pasangan suami istri jarang berhubungan intim? Ini tentu membuat Anda kehilangan kesempatan mendapatkan manfaat-manfaat bercinta. Selain itu, jarang berhubungan intim juga memberi dampak negatif untuk kesehatan fisik, mental, dan pernikahan Anda. Apa saja dampaknya? Simak penjelasan di bawah ini!

Dampak pada Kesehatan Fisik

Walau dampak negatifnya tidak langsung terasa, namun jarang berhubungan intim bisa memengaruhi kesehatan tubuh Anda lho, Moms. Seperti yang Anda ketahui, berhubungan intim merupakan “olahraga” yang menyehatkan tubuh. Mengutip Medical News Today, ada penelitian yang menyebutkan beberapa manfaat bercinta, seperti meningkatkan fungsi sistem imun tubuh, mengurangi tekanan darah rendah, kadar stres, dan risiko penyakit jantung.

Pada wanita, rutin berhubungan intim dapat meningkatkan kekuatan otot dasar panggul. Aktivitas ini dapat memperbaiki fungsi kantong kemih menjadi lebih kuat, sehingga risiko sering buang air kecil dan sulit menahan buang air kecil pun menjadi berkurang.

Pada pria, rutin berhubungan intim dapat mengurangi risiko kanker prostat, lho! Menurut sebuah studi pada 2016, pria yang ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan, berrisiko lebih kecil mengalami kanker prostat dibandingkan pria yang hanya ejakulasi 4-7 kali per bulan. Nah, ketika Moms dan Dads jarang berhubungan intim, maka sama saja Anda melewatkan beberapa manfaat tersebut.

Dampak pada Kesehatan Mental

“You need to get laid!” mungkin menjadi kalimat yang sering diucapkan orang lain ketika menghadapi orang yang mudah marah. Walau tak selalu benar, tetapi memang banyak yang bilang kalau kurang berhubungan intim membuat seseorang jadi mudah marah. Ini mungkin karena manfaat seks yang tak hanya baik bagi fisik, tetapi juga baik bagi kesehatan mental, Moms.

Seperti studi yang dilakukan pada 10.429 orang wanita dengan hasrat seksual rendah, di mana 27,5 persen dari mereka mengalami stres. Rutin berhubungan intim juga diketahui dapat mengurangi stres dan cemas berlebih lho, Moms. Ini karena munculnya hormon-hormon pasca seks yang bisa membantu memperbaiki mood Anda.

Dampak pada Rumah Tangga

Semakin sering bermesraan di ranjang, tentunya membuat pernikahan Anda semakin “lengket” juga, Moms. Ini memang benar, lho, karena hubungan seksual dapat membuat rumah tangga selalu harmonis dan mengurangi konflik. Sebuah studi pada 2015 melaporkan bahwa rutin berhubungan seks merupakan indikator sebuah rumah tangga yang baik.

Diketahui juga bahwa rutin berhubungan intim dapat meningkatkan kedekatan pasangan, memperbaiki komunikasi, dan menjaga rasa saling memiliki. Pasangan yang jarang berhubungan intim mungkin menjadi cemas berlebih mengenai hal-hal yang dapat menghancurkan hubungan pasangan tersebut. Mungkin mereka khawatir dirinya tidak menarik lagi, pasangannya menyukai orang lain, atau bahkan pasangannya sudah memiliki orang lain alias selingkuh.

Jika Anda termasuk salah satu orang yang jarang berhubungan intim dan mulai memiliki dugaan-dugaan negatif seperti yang telah disebutkan, maka Anda perlu mencoba meningkatkan aktivitas seksual dengan pasangan. Tenang, aktivitas seksual bukan berarti harus bersenggama lho, Moms. Berpelukan, bercumbu, dan menunjukkan gerak tubuh penuh sayang juga termasuk aktivitas seksual yang baik bagi rumah tangga Anda. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: seks,   rumah tangga,   pernikahan,   suami istri