Mother&Baby Indonesia
10 Tradisi Valentine Unik dan Romantis dari Seluruh Dunia

10 Tradisi Valentine Unik dan Romantis dari Seluruh Dunia

Bagi banyak pasangan, Hari Valentine adalah momen spesial untuk merayakan cinta dengan orang tersayang. Ada banyak cara untuk merayakan hari kasih sayang ini dan setiap pasangan bisa memiliki tradisi yang berbeda-beda.

Begitu pula dengan berbagai negara di dunia. Mulai dari bertukar sendok kayu hingga berbagi cokelat, berikut ini 10 tradisi Valentine unik dan romantis dari seluruh dunia, seperti dilansir dari Huffpost.

1. Denmark, Bertukar Bunga Putih

Masyarakat Denmark merayakan 14 Februari dengan tradisi berbagi bunga putih pres yang disebut sebagai snowdrop. Tradisi Hari Valentine lainya adalah bertukar lover’s cards. Aslinya, lover’s card berupa kartu transparan berisi foto pengirim kartu. Kini, lover’s card merujuk pada semua kartu yang diberikan pada Hari Valentine.

Selain itu, para pria juga memberikan perempuan gaekkebrev, yakni kartu berisi sajak lucu dan dikirim secara anonim. Jika sang penerima gaekkebrev dapat menebak pengirim kartu dengan tepat, maka ia berhak mendapat telur Paskah saat perayaan Paskah kelak.

2. Prancis, Bertukar Kartu

Tradisi bertukar kartu di Hari Valentine bisa ditemukan sejarahnya pada abad ke-15 di Prancis. Charles, Duke of Orleans, mengirimkan surat cinta untuk istrinya saat dipenjara di Tower of London pada tahun 1415.

Tradisi lainnya adalah loterie d’amour, yang secara harfiah bermakna “lotre cinta”. Pada tradisi ini, para pria dan perempuan akan memasuki rumah di seberang rumahnya, lalu bergantian memanggil satu sama lain dan berpasangan.

Pria yang tak puas dengan pasangannya dapat meninggalkannya begitu saja. Sedangkan perempuan yang tidak memiliki pasangan akan berkumpul di api unggun, lalu mencemooh dan membakar foto pria yang mengabaikannya. Kegiatan ini dapat sangat lepas kendali sehingga pemerintah Prancis telah melarangnya.

3. Korea Selatan, Mi Hitam untuk Jomblo

Sangat populer di Korea Selatan, Valentine dirayakan dari bulan Februari hingga April. Setiap tanggal 14 Februari, perempuan akan memberikan pujaan hatinya atau pasangannya hadiah.

Kemudian, para pria bisa membalasnya dengan memberikan hadiah pada White Day setiap tanggal 14 Maret. Bagi para individu yang tidak merayakan Hari Valentine atau White Day, mereka bisa merayakan kejombloan mereka pada Black Day setiap 14 April dengan memakan jajangmyeon, yaitu mie kacang hitam.

4. Wales, Sendok Kayu Ukir

Alih-alih merayakan Santo Valentine setiap tanggal 14 Februari, masyarakat Wales merayakan Santo Dwynwen, orang suci pelindung Wales dan cinta, setiap 25 Januari. Tradisi romantis perayaannya adalah bertukar sendok kayu ukir.

Pada abad ke-17, para pria Wales akan memberikan sendok kayu sebagai tanda cinta kepada perempuan yang mereka sayangi. Sendok kayu diukir dengan pola dan simbol yang melambangkan makna tertentu. Contohnya, motif tapak kuda melambangkan keberuntungan. Kini, sendok ini juga diberikan pada perayaan lain seperti pernikahan dan kelahiran.

5. Tiongkok, Mempersembahkan Melon

Bukan Hari Valentine, masyarakat Tiongkok merayakan Qixi atau Seventh Night Festival yang jatuh di hari ketujuh bulan ketujuh setiap tahun lunar. Saat perayaan Qixi, para gadis akan mempersiapkan persembahan berupa melon dan buah-buahan lain dengan harapan dapat menemukan suami. Para pasangan juga akan ke kuil, untuk mendoakan kebahagiaan dan kemakmuran.

Tradisi ini dilakukan berdasarkan dongeng Tiongkok tentang kisah cinta terlarang. Zhinu, putri raja kahyangan, jatuh cinta dengan Niulang, penggembala sapi yang miskin. Mereka kemudian menikah dan memiliki anak kembar. Lalu, ayah Zhinu mengetahuinya dan menarik Zhinu kembali ke langit. Tapi karena mendengar Niulang dan anak-anaknya yang selalu sedih dan menangis, raja kahyangan memperbolehkan Zhinu bertemu dengan keluarganya di bumi setiap Qixi.

6. Inggris, Tidur dengan Daun Salam

Setiap malam Hari Valentine, para perempuan di Inggris memiliki tradisi untuk merangkai 5 daun salam di bantal mereka dan tidur di atasnya. Cara lainnya, mereka akan membasahkan daun salam dengan air mawar dan merangkainya di sekitar bantal. Harapannya, mereka dapat memimpikan calon suami mereka.

Di Norfolk, terdapat tradisi Jack Valentine yang juga dikenal sebagai Old Father Valentine atau Old Mother Valentine. Jadi, setiap malam Hari Valentine seseorang akan berperan sebagai Jack Valentine dan pergi ke rumah-rumah untuk berbagi permen dan hadiah.

7. Filipina, Nikah Massal

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Filipina mendukung Hari Valentine dengan menyelenggarakan pernikahan massal. Sebabnya, pemerintah menyebutkan bahwa banyak masyarakat yang tidak memiliki cukup dana untuk menikah. Terlepas dari kondisi ekonomi, masyarakat Filipina gemar memperbarui janji pernikahan mereka dan menikah di tanggal 14 Februari.

8. Italia, Cokelat dan Makan Malam Romantis

Awalnya, Hari Valentine dirayakan sebagai spring festival. Para pasangan akan berkumpul di taman dan menikmati hari dengan membaca puisi romantis atau mendengarkan musik bersama.

Tradisi lainnya, para perempuan muda yang belum menikah akan bangun subuh untuk mencari calon suami mereka. Mereka percaya bahwa pria pertama yang dilihat di Hari Valentine akan menikahinya dalam kurun waktu setahun.

Kini masyarakat Italia merayakan Hari Valentine dengan makan malam romantis dan berbagi hadiah. Salah satu hadiah Valentine terpopuler adalah baci perugina, yakni hazelnut berlumur cokelat yang dibungkus dengan kertas berpuisi romantis dalam 4 bahasa.

9. Brazil, Festival Cinta

Bukan Hari Valentine, masyarakat Brazil merayakan Dia dos Namorados atau Lover’s Day setiap 12 Juni. Tidak hanya berbagi hadiah, festival musik juga biasa dilakukan di seluruh penjuru negeri. Hadiah tak hanya dibagikan antarpasangan, namun juga kepada teman dan keluarga.

Keesokannya, masyarakat Brazil merayakan Saint Anthony’s Day, untuk menghormati Santo Anthony, orang suci pelindung pernikahan. Di hari ini, perempuan lajang akan melakukan ritual simpati dengan harapan Santo Anthony akan memberikan mereka suami.

10. Afrika Selatan, Lengan Penuh Cinta

Tidak hanya berbagi hadiah, para perempuan di Afrika Selatan akan mengenakan gambar hati pada lengan baju mereka setiap tanggal 14 Februari. Tradisi ini merujuk pada tradisi Roma kuno bernama Lupercalia, di mana perempuan menempelkan nama-nama orang yang dicintai pada lengan pakaian. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: hari valentine