Mother&Baby Indonesia
Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Terkena Cacar Air

Makanan yang Harus Dihindari saat Anak Terkena Cacar Air

Cacar air atau varicella merupakan salah satu penyakit yang kerap menyerang anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 12 tahun. Penyakit yang disebabkan virus Varicella zoster ini ditandai dengan munculnya ruam atau bintil kemerahan yang berisi cairan di seluruh tubuh penderitanya.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Pediatric Dentistry, jumlah ruam dan bintil akibat cacar air yang muncul akan bergantung pada tingkat keparahan infeksi. Jika infeksi termasuk dalam kategori ringan, biasanya bintil tidak muncul di dalam mulut. Tapi pada kasus infeksi yang parah, bintil bisa tumbuh dalam jumlah banyak di dalam mulut.

Selain obat-obatan dari dokter, Moms bisa membantu proses pemulihan Si Kecil yang terkena cacar air dengan memastikan ia mendapat asupan nutrisi dan cairan yang cukup. Namun dalam memberikan makanan pada sang buah hati, Anda sebaiknya menghindari beberapa jenis berikut ini, khususnya saat bintil muncul di area mulut.



1. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi, seperti daging dan susu full cream, adalah makanan pantangan pertama yang sebaiknya dihindari ketika Si Kecil terserang cacar air. Makanan ini dapat meningkatkan peradangan pada tubuh sehingga ruam yang dialami anak akan semakin parah dan proses penyembuhannya semakin lama.

Selain menghindari konsumsi makanan pantangan ini, anak yang mengidap cacar air juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dingin guna mengurangi rasa sakit pada tenggorokan. Jika ingin memberikan es krim atau milkshake pada anak, lebih baik pilih es krim dan susu yang rendah lemak atau tidak mengandung lemak sama sekali.

2. Makanan Asam

Bintil cacar air yang muncul di tenggorokan bisa menyebabkan peradangan sehingga tenggorokan bisa terasa sangat kering dan perih ketika menelan makanan. Oleh sebab itu, Moms sangat disarankan untuk tidak memberikan Si Kecil makanan asam, seperti buah jeruk.



Makanan asam akan menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut semakin parah. Hal ini tentunya akan memperlambat proses penyembuhannya. Selain makanan yang mengandung asam, Si Kecil sebaiknya juga berhenti mengonsumsi makanan dalam kemasan atau makanan ringan yang mengandung asam sitrat karena akan menimbulkan efek yang sama.

3. Makanan Pedas dan Asin

Rasa pedas dan asin dalam makanan juga bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut. Saat Si Kecil terkena cacar air, makanan yang terlalu pedas atau asin juga perlu dijadikan pantangan. Sebagai gantinya, Moms bisa memberikan sup sayuran sehat dengan kaldu sayur yang memiliki kadar natrium lebih rendah dibandingkan dengan kaldu ayam.

4. Makanan yang Mengandung Arginin

Arginin adalah sejenis protein yang bisa memengaruhi proses replikasi virus cacar air dalam tubuh. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy, disebutkan bahwa asam amino arginin memicu proses sintesis protein yang dimanfaatkan oleh virus untuk berkembang biak.

Ketika virus penyebab cacar bereplikasi, jumlah virus yang menginfeksi permukaan kulit menjadi semakin banyak sehingga gejala pun kian parah. Kondisi ini bisa menyebabkan anak yang sakit cacar semakin lama sembuhnya. Makanan mengandung arginin yang perlu dihindari ketika Si Kecil sakit cacar, antara lain cokelat, kacang tanah, dan kismis. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: cacar air,   anak,   balita