Mother&Baby Indonesia
7 Makanan yang Sebenarnya Tidak Sehat untuk Anak

7 Makanan yang Sebenarnya Tidak Sehat untuk Anak

Membiasakan anak untuk makan makanan sehat memang tidak mudah. Apalagi bila Si Kecil cukup pemilih soal makanan, dan mau tak mau kita tetap harus memilihkan makanan sehat terbaik yang sekiranya Si Kecil suka. Namun memilih atau membeli makanan sehat untuk anak tampaknya memberikan tantangan tersendiri bagi kita, orang tuanya.

Meski Moms telah membaca label informasi produk makanan atau minuman sehat yang Anda beli untuk Si Kecil, terkadang produk yang dijual di pasaran tidak sesehat seperti apa yang tertera pada label produknya. Melansir laman Today.com, juru bicara American Heart Association, Dr. Rachel Johnson, mengungkapkan 7 makanan yang sebenarnya bisa jadi tidak sehat untuk anak-anak seperti berikut ini: 

1. Yoghurt

Yoghurt merupakan sumber kalsium, protein, dan kalium yang baik untuk Si Kecil. Makanan ini sering kali juga diperkaya vitamin D. Namun sayangnya, yoghurt anak-anak sering diberi perasa, gula tambahan, dan tinggi lemak.



Beberapa yoghurt khusus anak-anak bahkan dilengkapi dengan kue kering atau permen sebagai topping-nya. Tentunya ini bukanlah pilihan yang sehat. Sebagai gantinya, cobalah memberikan Si Kecil yoghurt tawar dengan rendah atau tanpa lemak yang bisa Moms beri rasa manis sendiri dengan potongan buah atau sedikit madu. Jika Si Kecil cukup pemilih, coba campurkan yoghurt tawar tanpa lemak dengan yoghurt rasa yang ia suka.

2. Granola

Granola dikenal sebagai salah satu menu sehat yang kaya akan serat. Tetapi granola juga disinyalir tinggi akan lemak, gula, dan kalori. Granola yang memiliki rendah lemak sering kali mudah ditemukan di pasaran. Namun tak jarang granola tersebut justru mengandung gula tambahan agar rasanya lebih enak. Saat membeli granola, perhatikan dengan cermat label, terutama ukuran porsinya, karena banyak granola yang hanya menawarkan ¼ cangkir per porsi, yang mana ini lebih sedikit daripada anjuran sajiannya. Daripada hanya dinikmati sebagai sereal, granola baik dijadikan topping untuk yoghurt atau saat Si Kecil sarapan dengan buah.

3. Energy Bar

Energy bar dikenal sebagai camilan yang tinggi akan protein dan serat. Namun sebenarnya energy bar justru mengandung tinggi kalori dan gula. Jadi, jika Si Kecil mengonsumsi energy bar, bisa dikatakan hal itu sama saja dengan ia makan permen, Moms.

4. Smoothies

Smoothies merupakan minuman sehat yang terbuat dari buah-buahan dan sayur-sayuran yang merupakan pilihan baik untuk sarapan yang instan. Saat dibuat di rumah, Moms bisa mengontrol porsi dan bahan-bahan apa saja yang baik untuk Si Kecil.



Namun bila Anda membeli smoothies yang sudah dikemas sebelumnya atau di restoran, minuman ini bisa saja mengandung banyak gula tambahan dan kalori ekstra. Beberapa smoothies diketahui memiliki kalori sebanyak milkshake. Maka saat memesan smoothies di restoran atau toko penjual smoothies, pastikan smoothies tersebut dibuat dengan yoghurt tanpa lemak, tanpa tambahan gula, dan menggunakan buah utuh.

5. Salad Bar

Salad bar merupakan salah satu jenis makan sehat berupa sayur-mayur serta sumber protein dan karbohidrat lainnya yang cukup populer dan banyak tersedia di restoran. Meski makanan ini menyehatkan, penting untuk Moms selalu memilih opsi sehat dengan memilih berbagai bahan terbaik yang akan dikonsumsi Si Kecil.

Jika salad bar yang anak Anda makan terlalu banyak keju, crouton (potongan roti kering), potongan daging asap, dan saus ranch penuh lemak, maka makanan ini bukanlah pilihan sehat. Sebaliknya, pastikan salad bar yang dikonsumsi Si Kecil lebih banyak sayuran, seperti wortel parut, kacang-kacangan, dan tomat, serta menggunakan saus yang rendah lemak.

6. Permen Karet Rasa Buah

Meski memakan permen karet rasa buah atau yang memiliki label 100% terbuat dari buah asli menjadi cara menyenangkan bagi anak Anda untuk mengonsumsi buah, tetapi kebanyakan permen karet rasa buah tersebut dibuat dari jus konsentrat atau jus buatan, yang pada dasarnya sama saja berbahan gula tebu. Sebagai informasi, permen tidak menawarkan nilai gizi seperti fitonutrien atau serat, yang keduanya ditemukan dalam buah utuh. Maka, lebih baik Anda memberikan buah-buahan utuh pada Si Kecil, Moms.

7. Multigrain Crackers

Meski sebuah produk crackers mengandung multigrain (makanan yang menggabungkan beragam jenis beras, gandum, biji-bijian, serta kacang-kacangan), tetapi produk tersebut belum tentu sehat. Lebih baik Anda memberikan Si Kecil serelia utuh atau whole grain dan tetap pastikan untuk memeriksa labelnya. Whole grain crackers lebih baik daripada multigrain crackers yang sebenarnya dibuat tanpa biji-bijian. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   makanan anak,   makanan tidak sehat