Mother&Baby Indonesia
7 Fakta yang Perlu Diketahui Seputar Vaksin Cacar Air untuk Anak

7 Fakta yang Perlu Diketahui Seputar Vaksin Cacar Air untuk Anak

Salah satu penyakit yang kerap menyerang anak adalah cacar air atau chickenpox. Orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini, tetapi cacar air lebih sering terjadi pada anak. Cacar air disebabkan oleh infeksi virus bernama varicella-zoster virus (VZV), yang digolongkan sebagai penyakit akut dan sangat menular oleh Badan Kesehatan Dunia.

Berita baiknya, cacar air bisa dicegah dengan pemberian vaksin varisela. Kapan anak harus diberikan vaksin varisela? Seberapa efektif vaksin varisela bisa mencegah cacar air? Kalau anak sudah pernah cacar air, haruskah diberi vaksin lagi? Temukan jawabannya di bawah ini, Moms.



1. Efektivitas Tinggi

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pemberian dua dosis vaksin varisela 90 persen efektif melindungi anak dari cacar air. Ini sangat penting diberikan pada anak, karena anak di bawah 10 tahun adalah golongan yang paling sering terserang cacar air. Sayangnya, tidak semua anak dapat diberikan vaksin varisela, anak dengan gangguan sistem imun tidak bisa diberikan vaksin varisela.

2. Berisi Virus

Jika Anda kira vaksin varisela berisi obat penangkal infeksi virus, maka Anda salah duga, Moms. Sama dengan kebanyakan vaksin lainnya, vaksin varisela berisi virus Varicella zoster yang telah dilemahkan. Masuknya virus yang telah dilemahkan ini kemudian akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk “pasukan” atau antibodi yang siap melawan virus tersebut. Maka jika di kemudian hari virus Varicella zoster masuk ke tubuh anak, di dalamnya sudah ada “pasukan” siap tempur yang mencegah infeksi.



3. Dua Dosis Vaksin

Akhir 2020 lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi vaksinasi baru. Menurut rekomendasi tersebut, vaksin varisela dosis pertama perlu diberikan pada anak yang usianya sudah lebih dari 12 bulan hingga 18 bulan. Sedangkan pemberian dosis kedua diberikan dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan dari pemberian dosis pertama. Rekomendasi ini berlaku untuk anak usia 1-12 tahun.

4. Vaksin untuk Remaja

Bagaimana jika anak sudah berusia 13 tahun dan baru diberikan vaksin varisela? Tidak masalah, Moms, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Menurut IDAI, vaksin varisela untuk anak di atas 13 tahun tetap diberikan 2 dosis, dengan interval 4-6 minggu sejak pemberian dosis pertama.

5. Vaksin untuk Dewasa?

Orang dewasa juga boleh menerima vaksinasi varisela, namun dengan beberapa syarat, seperti belum pernah menerima vaksin varisela sama sekali, wanita usia produktif, sering kontak dengan orang dengan daya tahan tubuh lemah, dan bekerja di tempat yang berisiko tinggi terpapar cacar air.

6. Vaksinasi Bisa Ditunda

Vaksin tidak bisa diberikan kapan saja lho, Moms. Ada syarat pemberian vaksin untuk anak, salah satunya adalah harus sehat bugar. Bagaimana jika anak sedang demam, pilek, atau batuk? Walau itu tergolong masalah kesehatan ringan, namun pemberian vaksin varisela sebaiknya ditunda hingga anak benar-benar sehat.

Contoh kondisi lain yang mengharuskan ditundanya pemberian vaksin adalah orang tersebut alergi pada komponen vaksin, sedang hamil, baru menerima transfusi darah, dan sistem kekebalan tubuhnya lemah.

7. Efek Samping Ringan

Tidak perlu khawatir dengan efek samping vaksin varisela pada anak, karena vaksin ini aman dan sangat minim risiko. Adapun efek samping ringan yang mungkin terjadi hanyalah nyeri atau bengkak di area yang disuntik, ruam kulit, dan demam.

Jika hal tersebut terasa mengganggu, Moms bisa mengatasinya dengan pemberian parasetamol yang efektif meredakan nyeri dan demam. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan, Moms? (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: vaksin varisela,   cacar air,   imunisasi,   penyakit,   balita