Mother&Baby Indonesia
Kenali Campak pada Anak dan Komplikasi yang Ditimbulkan

Kenali Campak pada Anak dan Komplikasi yang Ditimbulkan

Campak merupakan salah satu infeksi virus yang cukup sering terjadi pada anak. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, Indonesia termasuk 10 negara dengan persentase kasus penyakit campak terbesar.

Campak disebabkan oleh virus jenis Paramyxovirus. Tanda utama adanya infeksi campak adalah munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh. Ruam pada penderita campak cukup khas dan biasanya mulai timbul sekitar 3-5 hari setelah gejala lainnya, umumnya dimulai dari wajah dan leher bagian atas.



Dalam periode waktu beberapa hari setelahnya, ruam kemerahan juga akan timbul di bagian tubuh lain, seperti badan, punggung, tangan, dan kaki. Ruam ini biasanya bertahan selama beberapa hari, lalu mulai menghilang sesuai dengan urutan timbulnya. Selain munculnya ruam, penyakit campak juga ditandai dengan beberapa gejala antara lain:

• Demam tinggi yang umumnya timbul sekitar 10-12 hari setelah seseorang terekspos oleh virus campak.

• Adanya keluhan pada saluran pernapasan, seperti batuk dan hidung berair.

• Mata kemerahan dan berair.

• Muncul bercak putih di dalam rongga mulut.

• Ruam yang disertai rasa gatal.

Komplikasi Campak

Penyakit campak menular melalui droplets yang dikeluarkan oleh penderita saat bersin maupun batuk. Pasien campak perlu segera mendapatkan penanganan khusus. Pasalnya, campak bisa menimbulkan komplikasi, khususnya pada anak-anak dan bayi.

Komplikasi penyakit campak pada Si Kecil bisa dalam bentu beragam, antara lain:



1. Infeksi telinga

2. Diare

3. Ensafilitis atau radang otak

4. Gangguan mata

5. Sariawan atau gangguan kesehatan mulut

6. Gizi buruk

7. Pneumonia atau radang paru

8. Kematian pada anak.

Biasanya, campak diketahui melalui ruam khas pada kulit. Apabila Moms menemukan tanda tersebut pada Si Kecil, sangat disarankan bagi Anda untuk segera membawanya ke dokter agar lekas mendapat penanganan.

Pengobatan Campak

Pada umumnya, campak bisa diatasi dengan meningkatkan daya tahan tubuh penderitanya. Jadi saat Si Kecil menderita campak, Moms perlu memastikan ia mendapat asupan nutrisi yang baik sehingga proses penyembuhan berjalan lebih cepat. Selain memberikan makanan dengan nilai gizi tinggi, Anda juga bisa memberikan suplemen vitamin kepada Si Kecil jika diperlukan.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah berikut ini guna mengatasi dan mengantisipasi serangan penyakit campak, Moms.

• Menambah asupan cairan. Selain menghindari dehidrasi, konsumsi air putih yang cukup juga bisa membantu melegakan tenggorokan yang gatal akibat batuk. Jangan lupa, saat demam maka kebutuhan cairan Si Kecil pun akan meningkat.

• Meredakan demam.

• Terapi uap bisa digunakan untuk membantu melegakan pernapasan Si Kecil saat gejala campak, seperti pilek, muncul.

• Perbanyak vitamin A.

• Vaksinasi campak sebagai usaha pencegahan atau meminimalisasi risiko terjadinya komplikasi pada campak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan anak-anak usia 9 bulan, 15 bulan, hingga 5 tahun untuk mendapatkan vaksinasi campak secara berkala. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: campak,   anak,   balita,   kesehatan,   komplikasi akibat campak