Mother&Baby Indonesia
Amankah Mengonsumsi Minuman Berenergi saat Menyusui?

Amankah Mengonsumsi Minuman Berenergi saat Menyusui?

Saat masa menyusui Si Kecil, tak sedikit Moms yang merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari. Bukan hanya karena pengaruh hormon, namun jam tidur yang berubah juga menjadi faktor lainnya. Untuk mengatasi rasa lelah tersebut, tak sedikit dari Anda mungkin berpikir untuk mengonsumsi minuman berenergi karena diyakini dapat meningkatkan stamina tubuh. Namun sebenarnya, amankah mengonsumsi minuman berenergi saat menyusui?

Bukan hanya bagi ibu hamil, minuman berenergi merupakan salah satu minuman yang harus dihindari bahkan di saat menyusui. Minuman berenergi memang dipercaya dapat memberikan stimulasi instan dan meningkatkan energi. Namun untuk mencapai efek stimulasi tersebut, tentunya diperlukan bahan atau kandungan tertentu dalam pembuatannya. Nah, beberapa kandungan dalam minuman berenergi tersebut diketahui tidak aman untuk ibu menyusui, di antaranya:

1. Kafein

Minuman energi diketahui mengandung kafein yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa ergogenik dan stimulan. Saat dikonsumsi, kafein bisa meningkatkan tekanan darah serta detak jantung. Ketika ibu menyusui minum minuman berenergi, kafein masuk dalam cairan ASI sehingga bayi akan mengonsumsi kafein dalam ASI saat proses menyusu.



Namun sayangnya, bayi baru lahir membutuhkan waktu lama untuk memetabolisme kafein. Nah, saat Moms minum terlalu banyak minuman berenergi, tentunya ini akan memberikan risiko berbahaya bagi bayi dan akumulasi kafein yang ada dalam tubuh Si Kecil bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan yang merugikan.

Perlu diingat, minuman energi tidak boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui yang bayinya memiliki kondisi penyakit tertentu, seperti aritmia, GERD (gastroesophageal reflux disease), dan gangguan irama jantung. Mengonsumsi kafein hanya akan memperburuk gejala kondisi tersebut.

2. Gula

Selain kafein, minuman berenergi juga mengandung kadar gula yang tinggi. Sebagian besar merek minuman berenergi menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa atau sebagai pemanis. Nah, saat dikonsumsi dalam waktu lama, pemanis ini bisa meningkatkan risiko ibu menyusui menjadi gemuk.

Apalagi sirup jagung tinggi fruktosa ini juga diketahui bisa menyebabkan resistensi insulin. Selain itu, gula yang terkandung pada minuman berenergi juga akan dikonsumsi bayi Anda lewat ASI dan bisa memberikan risiko buruk pada kesehatan Si Kecil, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung sampai pada masalah perkembangan kognitif dan pembelajarannya kelak.

3. Taurin

Bahan lain yang ditemukan di sebagian besar minuman energi adalah taurin. Taurin merupakan asam amino yang diproduksi tubuh. Produsen minuman berenergi menggunakan taurin sebagai salah satu bahannya karena taurin membantu meningkatkan efek kafein.

Sedangkan ASI secara alami telah mengandung taurin tingkat tinggi. Minum minuman energi saat menyusui hanya meningkatkan jumlah taurin dan dikhawatirkan bisa memberikan efek tidak baik saat bayi menelannya terlalu banyak.

4. Herbal 

Ginseng dan ginkgo biloba merupakan tanaman herbal yang tak jarang digunakan sebagai bahan minuman berenergi. Pada dasarnya, ginseng dan ginkgo biloba aman untuk dikonsumsi. Namun, ginseng terbukti dapat mengganggu aktivitas estrogen yang dikhawatirkan dapat berpengaruh pada produksi ASI. Selain itu, masih sangat sedikit penelitian yang menunjukkan efisiensi dan keamanan herbal ini saat menyusui.

5. Guarana, Antioksidan, dan L-Carnitine

Ketiga kandungan yang biasa ditemukan dalam minuman berenergi ini masih banyak diperdebatkan keamanannya untuk dikonsumsi ibu menyusui. Sampai saat ini, penelitian masih terus berlangsung, namun di sisi lain diketahui bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration) tidak mewajibkan produsen untuk memberi label kuantitas pada setiap bahan tersebut. Karena hal inilah, sangat berisiko bagi ibu menyusui untuk meminum minuman berenergi tanpa mengetahui berapa banyak kandungan bahan-bahan tersebut yang dikonsumsinya.



Cara Alternatif Tingkatkan Energi saat Menyusui

Sebelum memercayakan minuman berenergi untuk meningkatkan stamina Anda, Moms perlu tahu cara alternatif dan aman lainnya untuk mengatasi kelelahan dan meningkatkan energi saat masa menyusui berikut ini:

• Minum Kopi

Secangkir kopi mengandung kafein yang rendah. Jumlah kecil ini dapat membantu Anda merasa segar kembali tanpa membahayakan bayi Anda. Namun perlu diingat Moms, batasi konsumsi kopi hanya satu sampai dua cangkir sehari, ya.

• Konsumsi Makanan Sehat

Diet seimbang dapat membantu meningkatkan dan menjaga energi Anda. Konsumsilah sup atau jus dari sayur dan buah alami. Selain bisa mencegah dehidrasi, tentunya ini juga akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Konsumsi makanan sehat, perbanyak minum air putih, dan luangkan waktu untuk menghirup udara segar untuk menjaga tingkat energi Anda tetap terkendali.

• Istirahat yang Cukup

Manfaatkan power nap atau tidur singkat untuk membantu memulihkan energi dan melawan kelelahan selama menyusui.

• Olahraga

Olahraga menjadi cara ampuh untuk meningkatkan energi Anda. Namun sebelum melakukannya, pastikan Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda terkait olahraga yang aman dilakukan saat masa menyusui. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu menyusui,   minuman berenergi,   energy drink