Mother&Baby Indonesia
Bahaya! Ini Risikonya Berhubungan Intim saat Menstruasi

Bahaya! Ini Risikonya Berhubungan Intim saat Menstruasi

Moms mungkin pernah mendengar info bahwa berhubungan intim saat menstruasi terasa lebih menyenangkan dibandingkan saat tidak menstruasi. Bagi pasangan yang sedang menunda kehamilan, seks saat menstruasi bahkan terasa lebih menyenangkan karena kabarnya peluang kehamilannya lebih rendah.

Akan Tetapi, sebenarnya, amankah berhubungan intim saat menstruasi? Sayangnya hingga saat ini belum ada bukti penelitian mendalam mengenai dampak berhubungan intim saat datang bulan. Walau begitu, sebaiknya Moms mewaspadai risiko bahaya yang mungkin terjadi jika berhubungan intim ketika Anda sedang menstruasi. Ketahui risikonya, yuk!



Infeksi Jamur

Salah satu risiko kesehatan yang bisa terjadi karena berhubungan seksual saat menstruasi adalah infeksi. Mengutip Medical News Today, infeksi jamur bisa terjadi karena flora normal di vagina Anda sedang berubah saat menstruasi. Infeksi jamur ini juga bisa terjadi tanpa berhubungan intim, namun aktivitas seksual tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur di vagina.

Risiko ini akan semakin meningkat ketika Anda sudah mengalami masalah infeksi jamur, yang membuat infeksi ini dapat menyebar dengan mudah.

Balanitis

Berhubungan intim saat menstruasi juga bisa menularkan infeksi jamur ke kelenjar atau kepala penis pasangan Anda, yang disebut dengan balanitis. Walau tergolong tidak serius, masalah kesehatan ini bisa dibilang sangat menyiksa karena terasa sangat nyeri. Balanitis diperkirakan terjadi pada 1 dari 30 pria, dan lebih sering terjadi pada mereka yang tidak disunat. Risiko balanitis akan meningkat jika terjadi fimosis atau pernah mengalami fimosis, suatu kondisi di mana kulit kulup penis sangat kencang.

Bacterial Vaginosis

Perubahan flora normal di vagina Anda juga bisa meningkatkan risiko terjadinya bacterial vaginosis (BV) jika berhubungan intim saat menstruasi. Ini adalah peradangan vagina akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Risiko BV bisa semakin meningkat jika Anda memiliki riwayat sebelumnya. BV sendiri merupakan masalah kesehatan vagina yang paling sering menyebabkan infeksi, dan umumnya terjadi pada wanita berusia 15-44 tahun. 

Ciri-ciri Anda mengalami BV adalah munculnya keputihan dengan cairan berwarna agak abu-abu atau putih dan berbau amis menyengat. BV juga kerap menyebabkan sensasi terbakar saat berkemih, juga gatal di area luar vagina. Untuk mengatasinya, umumnya dokter akan memberikan terapi antibiotik. Tetapi harus diingat bahwa BV harus ditangani dengan cepat dan tepat lho, Moms. Jika dibiarkan, BV bisa menyebabkan masalah komplikasi yang lebih serius.



Penyakit Menular Seksual

Risiko infeksi seksual yang satu ini juga bisa terjadi jika Anda berhubungan intim saat menstruasi. Gejala yang muncul bisa berupa benjolan, luka, dan bintil lepuh di area vagina. Area vagina (baik bagian dalam maupun luar) juga bisa terasa gatal dan panas, nyeri ketika berkemih, keputihan, nyeri perut area bawah, demam, serta muncul benjolan di area selangkangan. Bau tidak sedap pada area vagina juga bisa menjadi gejala penyakit menular seksual lho, Moms.

Untuk mengatasinya, jangan malu untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan pengobatan terbaik untuk Anda, dan semakin cepat masalah ini ditangani, tentu hasilnya akan semakin baik pula. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan vagina agar selalu bersih ya, Moms.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa contoh penyakit menular seksual yang sering terjadi adalah klamidia, gonorrhea, herpes, kutil genital, syphilis, HIV, HPV, skabies, dan trikominiasis.

Tips Berhubungan Intim saat Menstruasi

Jika Anda mencoba berhubungan intim saat menstruasi, pastikan Anda melakukan beberapa tips di bawah ini:

• Lakukan di kamar mandi atau area yang mudah dibersihkan.

• Pastikan pasangan menggunakan kondom.

• Posisi seks teraman saat menstruasi adalah missionary, karena dapat mengurangi peredaran darah saat penetrasi.

• Jika seks terasa tidak nyaman (karena vagina saat menstruasi lebih sensitif) maka jangan ragu untuk menyampaikannya ke pasangan Anda.

• Jangan gunakan menstrual cup atau tampon saat berhubungan intim.

• Pilih hari di mana darah menstruasi sudah tidak keluar dengan deras, seperti hari ke-3 atau ke-5.

• Sebelum bercinta, bicarakan dulu kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi saat berhubungan intim ketika menstruasi. Seperti nyeri, darah tiba-tiba mengalir deras, dan vagina yang lebih sensitif.

• Segera bersihkan area vagina setelah selesai berhubungan intim. Ingat, selalu utamakan kebersihan area vagina usai bercinta, terutama setelah bercinta saat menstruasi. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: menstruasi,   seks,   berhubungan intim,   pasangan,   kesehatan