Mother&Baby Indonesia
7 Masalah Kesehatan yang Membahayakan Kehidupan Seks Anda

7 Masalah Kesehatan yang Membahayakan Kehidupan Seks Anda

Bercinta atau berhubungan intim merupakan salah satu kunci sukses untuk membangun keintiman dengan pasangan. Tidak hanya memberikan Anda berdua kesenangan, bercinta juga dapat menjaga tingkat normal hormon seksual dan membuat tubuh tetap sehat.

Namun sayangnya, masalah kesehatan yang mungkin Anda atau pasangan alami disinyalir dapat menghilangkan kesenangan atau kenikmatan dalam kehidupan seks Anda berdua, karena bisa menyebabkan masalah pada gairah dan orgasme.



Nah, agar kehidupan seks Anda dan pasangan berjalan baik, Anda perlu mengidentifikasi dan mewaspadai beberapa masalah kesehatan yang diketahui berpengaruh besar pada kehidupan seks Anda dalam jangka panjang berikut ini.

1. Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan masalah ereksi dan ejakulasi pada pria. Kadar gula darah yang tinggi diketahui dapat merusak pembuluh darah, saraf, dan mencegah aliran darah normal ke organ intim. Sementara itu, karena diabetes, wanita cenderung bisa mengalami kekeringan vagina, hubungan seksual yang menyakitkan, dan kurangnya hasrat seksual. Untuk mengantisipasinya, pastikan Anda menjaga pola makan yang sehat dan bersih, serta tetap aktif bergerak.

2. Nyeri Kronis

Melansir laman Hello Sehat, nyeri kronis merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan jaringan yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga menahun. Nyeri kronis ini diketahui dapat memengaruhi hasrat seksual seseorang, karena ia akan merasa dibatasi untuk menggerakkan bagian tubuh yang terpengaruh.



Untuk mencegahnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan obat-obatan yang bisa menyembuhkan nyeri kronis tersebut. Tapi waspadalah saat Anda mengonsumsi obat-obatan, karena beberapa obat penghilang rasa sakit dikhawatirkan juga memiliki efek samping pada gairah seksual Anda.

3. Penyakit Jantung

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung, bercinta mungkin merupakan hal yang menakutkan karena dikhawatirkan bisa menyebabkan serangan jantung. Namun saat gairah seksual Anda muncul lakukanlah hubungan seks ringan. Lebih baik lagi bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter soal aktivitas seksual yang aman untuk Anda.

4. Depresi

Kondisi kesehatan mental satu ini dapat memengaruhi keadaan pikiran Anda. Saat depresi, Anda terus-menerus merasa di titik terendah kehidupan Anda sehingga tidak ingin terlibat dalam aktivitas apa pun yang dapat meningkatkan suasana hati Anda, bahkan bercinta sekalipun.

Untuk mengobati kondisi ini, biasanya seorang terapis akan memberikan obat-obatan yang nantinya dapat memengaruhi kehidupan seks Anda menjadi lebih baik. Namun di satu sisi mungkin Anda akan menghadapi kesulitan untuk ereksi atau memiliki masalah dengan gairah seksual. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menurunkan dosis atau mengganti jenis obatnya.

5. Radang Sendi

Radang sendi atau arthritis yang menyebabkan rasa nyeri dan kram pada sendi dapat sangat memengaruhi kehidupan seks Anda. Karena pada dasarnya seks membutuhkan banyak gerakan tubuh. Namun, jika Anda mulai bergairah, Anda tetap bisa merasa nyaman saat bercinta dengan mengonsumsi obat yang telah direkomendasikan oleh dokter setidaknya 30 menit atau satu jam sebelumnya, dan letakkan bantal di tempat tidur kemudian lakukan pijatan konstan untuk meredakan rasa sakit.

6. Tingkat Testosteron Rendah 

Tingkat hormon testosteron yang rendah dapat menyebabkan penurunan gairah seksual pada pria. Biasanya hal ini terjadi seiring bertambahnya usia, sehingga memengaruhi produksi hormon seks (seperti testosteron) menjadi rendah. Untuk mengatasinya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter soal peningkatan jumlah hormon seksual dalam tubuh.

7. Menopause

Ketika seorang wanita memasuki usia akhir 40 atau di awal 50 tahunan, Anda akan mengalami menopause yang berpengaruh pada menurunnya kadar estrogen dalam tubuh, sehingga menyebabkan kekeringan vagina, hot flashes, dan penurunan gairah seksual yang ekstrem. Maka, berkonsultasi dengan dokter untuk meningkatkan jumlah hormon seksual pada tubuh juga disarankan untuk Anda, Moms. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   seks