Mother&Baby Indonesia
Ngantuk Setiap Habis Makan? Waspadai 6 Penyebab Ini!

Ngantuk Setiap Habis Makan? Waspadai 6 Penyebab Ini!

Moms pasti pernah merasakan kantuk yang sangat hebat setelah makan berat. Mata terasa berat untuk melihat, maunya tidur saja! Padahal, Anda tidak kekurangan tidur, tidak lelah, dan dalam keadaan sehat bugar. Ini cukup aneh ya, Moms, makan berat sering membuat tubuh lemas dan mengantuk seketika.

Apakah ini tanda bahaya yang harus diwaspadai? Berita baiknya: Sedikit mengantuk setelah makan adalah hal yang normal terjadi. Penasaran apa saja penyebabnya? Yuk, mari menguak fakta di balik misteri ini. Read on, Moms!

1. Siklus Pencernaan

Tubuh Anda butuh energi untuk bisa berfungsi dengan baik, dan Anda mendapatkan energi dari makanan. Makanan dipecah menjadi energi (glukosa) oleh sistem pencernaan Anda. Makronutrien protein yang menghasilkan kalori (energi) bagi tubuh. Tak sekadar mengubah makanan menjadi energi, siklus pencernaan juga memicu segala respons tubuh, termasuk respons mengantuk.



Munculnya hormon seperti cholecystokinin, glucagon, dan amylin, membuat tubuh merasa kenyang dan puas, gula darah meningkat, dan insulin pun dihasilkan. Uniknya, ada hormon yang jika kadarnya meningkat di otak akan membuat Anda mengantuk, yaitu serotonin. Meningkatnya serotinin setelah makan juga bisa membuat Anda mengantuk setelah makan.

2. Pilihan Makanan

Walau semua makanan dicerna dengan cara yang sama, namun tidak semua makanan menghasilkan efek yang sama. Beberapa makanan bisa membuat Anda lebih mengantuk dibandingkan makanan lain. Contoh makanan yang bikin mengantuk adalah makanan dengan tryptophan, suatu bentuk asam amino yang banyak ditemukan pada makanan tinggi protein, seperti bayam, kedelai, kalkun, keju, dan ikan. Tubuh menggunakan tryptophan untuk menghasilkan hormon serotonin, ini adalah neurotransmitter yang membantu tubuh tidur.

National Academy of Sciences merekomendasikan konsumsi makanan yang mengandung tryptophan sebanyak 5 mg per 1 kg berat badan. Contohnya bagi orang dewasa dengan berat 68 kg, batas makan tryptophan per hari adalah 340 mg.



3. Kurang Aktivitas Fisik

Rutin beraktivitas fisik atau olahraga membuat Anda lebih tanggap di siang hari dan mengurangi risiko mengantuk setelah makan. Mengutip Healthline, banyak penelitian yang menemukan fakta bahwa rutin olahraga membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah. Maka jika Anda merasa sering mengantuk setelah makan, khususnya makan berat, coba tingkatkan aktivitas fisik harian Anda ya, Moms.

4. Diabetes

Jika orang dengan prediabetes atau penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 merasa mengantuk setiap habis makan, maka itu bisa jadi tanda hiperglikemia (gula darah tinggi) atau hipoglikemia (gula darah rendah). Gula adalah sumber energi untuk sel-sel tubuh, yang menyebabkan tingginya insulin, dan bisa membuat Anda merasa lelah, mengantuk, mudah haus, dan sering berkemih.

5. Alergi Makanan

Alergi makanan atau intoleransi makanan juga bisa membuat Anda mengantuk setiap habis mengonsumsi makanan tersebut lho, Moms. Alergi makanan dapat memengaruhi pencernaan dan fungsi tubuh, yang membuat Anda merasa lelah atau mengantuk setelah makan. Gejala lain yang mungkin timbul adalah pusing, migrain, masalah kulit, dan sakit perut.

6. Masalah Kesehatan Lainnya

Lelah atau mengantuk setelah makan bisa menjadi tanda tubuh Anda mengalami masalah kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan yang bisa memicu rasa kantuk setiap kali habis makan adalah sleep apnea, anemia, penyakit celiac, dan gangguan pada kelenjar tiroid. Jangan anggap remeh rasa kantuk hebat setelah makan ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: mengantuk setelah makan,   kesehatan,   makan,   diet,   nutrisi