Mother&Baby Indonesia
Seperti Apa Sih, Siklus Menstruasi yang Sehat dan Normal Itu?

Seperti Apa Sih, Siklus Menstruasi yang Sehat dan Normal Itu?

Menstruasi merupakan hal alami yang normal terjadi pada perempuan yang memasuki masa pubertas. Selain itu, siklus menstruasi yang Anda alami dapat menandakan kesehatan Anda, lho. Meski begitu, tak sedikit perempuan memiliki gangguan pada siklus menstruasi yang berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu. Sayangnya hanya sedikit yang menyadarinya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Karena itu, penting bagi Moms untuk mengetahui karakter siklus menstruasi yang sehat dan normal. Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa hal yang perlu Moms tahu soal menstruasi yang sehat dan normal ini.



Periode Menstruasi

Tubuh Anda selalu mempersiapkan diri untuk kehamilan setiap bulan. Siklus menstruasi dimulai di hari pertama periode menstruasi terakhir Anda dan berakhir di hari pertama pertama periode menstruasi selanjutnya. Rata-rata perempuan memiliki siklus menstruasi selama 28 hari. Meskipun begitu, siklus masih termasuk normal jika periodenya berada di antara 21 dan 45 hari.

Periode siklus menstruasi cenderung bisa menjadi lebih lama dan tidak mulai di waktu yang sama di tahun pertama atau kedua setelah menstruasi pertama. Perempuan yang lebih tua memiliki siklus yang lebih pendek dan konsisten. Selain itu, menstruasi yang berlangsung selama 4 hingga 8 hari juga termasuk normal.

Jika Moms sedang menjalani kontrasepsi dengan pil KB atau IUD, maka periode siklus Anda juga dapat berubah. Moms bisa tanyakan dokter untuk mengetahui kondisi menstruasi yang normal sesuai dengan jenis kontrasepsi yang Anda pakai.

Jumlah Darah yang Keluar

Saat sel telur yang dikeluarkan ovarium tidak dibuahi, maka dinding rahim akan luruh melalui vagina. Jumlah darah yang dikeluarkan oleh tubuh selama haid sering disebut sebagai aliran menstruasi (menstrual flow).



Setiap perempuan dapat mengeluarkan darah dalam jumlah yang berbeda-beda. Mengutip Healthline, umumnya perempuan mengeluarkan 30-40 mililiter darah atau setara dengan 2-3 sendok makan selama menstruasi. Pada beberapa kasus, Anda juga bisa mengeluarkan 60 mililiter atau 4 sendok makan darah. Baik sedikit, sedang, maupun banyak darah yang keluar, hal tersebut tetap termasuk normal jika tidak diiringi dengan gejala lain seperti kram atau mual.

Gejala yang Dialami

Pada waktu-waktu tertentu, payudara Anda dapat terasa nyeri saat haid. Di waktu lainnya, Moms mungkin akan mengalami kembung atau mood swings. Mengutip WebMD, beberapa gejala menstruasi yang umum terjadi antara lain adalah munculnya jerawat, kram perut dan punggung, rasa lapar berlebih, gangguan tidur, mood swings, payudara nyeri, dan kembung.

Menstruasi yang Tidak Normal

Menstruasi dapat berbeda-beda bagi setiap perempuan. Dalam banyak kasus, menstruasi yang tidak rutin tidak menandakan atau menimbulkan masalah serius. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, Anda perlu segera konsultasikan dengan dokter jika:

• Menstruasi tiba-tiba berhenti.

• Aliran menstruasi atau jumlah darah yang keluar lebih banyak dan deras daripada biasanya.

• Menstruasi berlangsung lebih lama daripada biasanya.

• Mengalami sakit atau nyeri yang parah selama menstruasi.

• Mengalami perdarahan sebelum atau setelah menstruasi selesai.

• Tak kunjung menstruasi setelah 3 bulan berhenti mengonsumsi pil KB dan tidak sedang hamil.

• Memiliki kekhawatiran tentang siklus menstruasi serta kemungkinan kehamilan. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: menstruasi,   kesehatan,   wanita,   haid