Mother&Baby Indonesia
Kenali Sleep Hygiene yang Tepat untuk Bayi 0-6 Bulan

Kenali Sleep Hygiene yang Tepat untuk Bayi 0-6 Bulan

Moms pasti tahu pentingnya tidur nyenyak untuk bayi. Tetapi jangan hanya nyenyak, karena sleep hygiene untuk bayi juga harus diperhatikan. Sleep hygiene adalah pola tidur “bersih” di mana bayi disiplin tidur teratur, cukup, dan berkualitas. Dengan kata lain, sleep hygiene adalah kebiasaan tidur yang baik dan tepat untuk bayi Anda. Seperti apa sleep hygiene yang tepat? Simak penjelasan di bawah ini, yuk, Moms!

Waktu Tidur 

Mengutip Today’s Parent, bayi yang usianya sudah lebih dari 2 bulan bisa mulai diajarkan rutinitas tidur teratur. Rutinitas tidur malam dan tidur siang harus dipenuhi suasana tenang dan terprediksi. Rutinitas menyusu juga bisa dijadikan bagian dari pelajaran tidur teratur, tetapi setelah bayi berusia lebih dari 3 bulan, sebaiknya anak tidak dibiasakan menyusu hingga tertidur ya, Moms.

Mengutip Sleep Foundation, bayi 0-3 bulan butuh 14-17 jam tidur per hari. Sedangkan pada bayi usia 3-4 bulan biasanya butuh 13-16 jam tidur per hari, ini biasanya terdiri dari 11-12 jam tidur malam (termasuk 1-2 jam waktu menyusu tengah malam hingga usianya 6 bulan) dan 2-4 jam untuk tidur siang. Dengan mengenali durasi tidur sesuai usianya, Moms tahu kapan harus berinteraksi dengan Si Kecil dan kapan harus mengajaknya beristirahat.



Posisi Tidur

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi harus tidur dalam posisi telentang hingga usianya 12 bulan. Bagian dari sleep hygiene yang satu ini sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom bayi meninggal mendadak.

Bagaimana jika bayi berubah posisi saat tidur? Sebaiknya bantu Si Kecil untuk kembali ke posisi telentang. Hindari banyak bantal, boneka, atau selimut yang berpotensi mengganggu keamanan anak bernapas saat tidur. Pastikan juga anak tidur dalam permukaan yang datar tanpa banyak benda-benda empuk yang berisiko mengganggu napasnya ya, Moms.



Hindari Stimulasi Berlebih

Menstimulasi kecerdasan bayi sejak dini memang sangat dianjurkan, tetapi jangan berlebih hingga bayi terlalu lelah, Moms. Aktivitas berlebih bisa menyebabkan munculnya hormon stres pada bayi yang melawan rasa lelah. Akibatnya, bayi jadi sulit tidur dan lebih rewel, walau sebenarnya ia sudah mengantuk.

Ajarkan Tidur Siang

Tidur siang membuat anak tidur malam lebih mudah dan lebih nyenyak. Dalam beberapa bulan pertama sejak lahir, bayi mungkin bisa tidur siang setelah bangun selama 1-2 jam. Di usia 4-5 bulan, kebanyakan bayi bangun selama 2-2,5 jam sebelum tidur siang. Maka jika bayi Anda sudah bangun selama beberapa jam, ciptakan suasana tidur yang nyaman agar ia bisa tidur siang. Dengan begini, tidurnya lebih teratur dan tidur malam pun menjadi lebih nyaman.

Ciptakan Kebiasaan Baik

Ada bayi baru lahir yang baru bisa tidur setelah dibedong, digendong, dipeluk, atau diberi white noise. Merasa ini bukan kebiasaan baik? Faktanya, hingga usia 3 bulan, kebanyakan bayi memang butuh bantuan untuk bisa tertidur nyenyak. Maka sebelum 3 bulan, Moms bisa berikan segala bantuan yang membuat bayi tidur nyenyak. Setelah itu, baru perlahan ciptakanlah kebiasaan baik sebelum tidur, seperti tidak menyusu hingga tertidur dan tidak tidur di gendongan Anda. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: sleep hygiene,   tidur bayi,   pola tidur,   bayi,   newborn