Mother&Baby Indonesia
Panduan MPASI Daging Merah untuk Bayi di Bawah 12 Bulan

Panduan MPASI Daging Merah untuk Bayi di Bawah 12 Bulan

Saat usia Si Kecil sudah di atas 6 bulan, tiba waktunya untuk menikmati MPASI atau makanan pendamping ASI. Ini masa yang seru ya, Moms! Begitu banyak makanan enak dan sehat yang ingin Anda berikan untuk Si Kecil. Anda pasti tak sabar untuk mengenalkannya satu per satu. Salah satu makanan enak dan sehat yang baik untuk anak adalah daging merah. Kapan dan bagaimana mengenalkan daging merah untuk MPASI bayi di bawah 12 bulan? Simak panduan di bawah ini yuk, Moms!

Sumber Zat Besi yang Baik

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), zat besi merupakan salah satu mineral yang paling penting untuk tubuh, termasuk untuk bayi. “Kekurangan zat besi dapat berdampak negatif ke kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak. Anemia defisiensi besi pada anak di bawah usia 2 tahun menyebabkan anak jadi lebih "lemot" dalam merespons, lebih iritabel, dan sulit mengendalikan diri,” tulis dr. Cut Nurul Hafifah, SpA(K), pada laman IDAI.



Untuk itu sangat penting memberikan makanan tinggi zat besi sebagai menu MPASI Si Kecil, salah satunya daging merah. Namun ketika memberikan daging merah untuk bayi, berikan bagian yang sedikit lemak ya, Moms. 

Hanya Daging Segar

MPASI anak daging merah? Sebaiknya hanya daging merah segar yang dimasak dengan sempurna ya, Moms, bukan daging merah olahan seperti sosis, bacon, dan deli meats. Daging olahan seperti itu umumnya mengandung pengawet, zat kimia, dan kandungan gula garamnya sangat tinggi. IDAI menyarankan untuk sangat membatasi pemberian gula dan garam bagi anak di bawah 12 bulan, karena fungsi organ tubuhnya belum bekerja dengan optimal.



Harus Matang Sempurna

Daging setengah matang mungkin terlihat menggoda, tetapi sangat tidak aman untuk diberikan pada bayi. Ketika Anda ingin mengolah daging merah untuk dijadikan MPASI, pastikan dagingnya telah matang sempurna. Ingat, sistem imun tubuh bayi belum sempurna untuk melawan bakteri dan virus yang masuk ke tubuh lho, Moms. Sedangkan daging merah yang tidak matang sempurna berpotensi menyimpan bakteri Salmonella dan Listeria, yang keduanya bisa menginfeksi tubuh anak dalam waktu cepat.

Mengutip Healthline Parenthood, daging merah harus dimasak setidaknya dengan suhu 77 derajat Celsius dan daging merah giling dengan suhu 71 derajat Celsius. Adapun untuk bahan makanan lainnya adalah: Ayam utuh 82 derajat Celsius, ayam potong 74 derajat Celsius, dan ikan utuh 63 derajat Celsius.

Sedikit Demi Sedikit

Sebagai permulaan, bayi Anda mungkin hanya makan satu atau dua sendok MPASI daging. Maka tidak perlu langsung memasak dalam porsi besar ya, Moms. Biarkan anak berkenalan dulu dengan tekstur dan rasa daging merah. Jika anak menyukainya, sajikan lagi sedikit demi sedikit. Namun, jika anak sangat menyukainya, jangan berikan menu yang sama setiap hari, ya. Anak juga perlu mengenal dan mendapat manfaat dari berbagai makanan sehat lainnya. 

Antisipasi Alergi

Walau daging merah jarang menimbulkan reaksi alergi, namun tidak ada salahnya mengantisipasinya, Moms. Hal lain yang juga perlu diantisipasi adalah konsistensi anak buang air besar (BAB), setelah mencoba MPASI dengan tekstur yang lebih kasar. Sangat disarankan untuk membuat food journal atau jurnal makanan, di mana Anda mencatat makanan apa saja yang diberikan pada Si Kecil. Cara ini baik untuk mengenali makanan apa yang membuat anak alergi, jika timbul reaksi alergi di kemudian hari (karena reaksi alergi tidak selalu langsung terjadi). Saat mengenalkan menu baru, beri jeda 2 hari dengan menu baru lainnya ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: mpasi,   daging merah,   nutrisi,   bayi,   kesehatan