Mother&Baby Indonesia
4 Serangan Virus yang Perlu Diwaspadai oleh Ibu Hamil

4 Serangan Virus yang Perlu Diwaspadai oleh Ibu Hamil

Perubahan hormon yang dialami ibu hamil bisa membuatnya rentan terkena penyakit. Itulah salah satu alasan Moms perlu menjaga asupan nutrisi di masa kehamilan. Selain untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan, mengonsumsi makanan dan minuman dengan nilai gizi tinggi selama menjalani kehamilan juga akan membuat Anda terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

Masalah kesehatan pada ibu hamil bisa disebabkan banyak hal, salah satunya adalah virus. Berikut adalah 4 jenis virus yang kerap menyerang dan perlu Moms waspadai selama masa kehamilan.



1. Varicella

Varicella, juga dikenal sebagai cacar air, adalah penyakit primer akut dari virus Varicella zoster. Penyakit ini cukup umum terjadi, sangat menular, dan bisa sembuh dengan sendirinya. Penularannya melalui droplets atau kontak dekat, dan menyebabkan ruam yang meluas dimulai pada wajah, tubuh, lalu bergerak ke ekstremitas. 

Cacar air biasanya muncul pada 20 minggu pertama kehamilan. Pada sebagian ibu hamil, cacar air bisa menimbulkan komplikasi, seperti pneumonia (infeksi paru-paru), ensefalitis (radang otak), dan hepatitis (radang hati). Itulah sebabnya, cacar air perlu diwaspadai dan harus mendapatkan penanganan segera.

2. Rubella

Virus ini ditularkan melalui droplets dan awalnya ditandai dengan ruam yang khas. Pada ibu hamil, infeksi virus ini bisa meningkatkan risiko keguguran, infeksi janin, kelahiran mati (stillbirth), dan sejumlah komplikasi lainnya.

3. Hepatitis

Hepatitis juga menjadi salah satu virus yang perlu Moms waspadai. Pasalnya, hepatitis merupakan bagian dari virus yang menjadi penyebab paling umum penyakit kuning pada kehamilan dan bisa merusak hati. Apabila ibu hamil terinfeksi hepatitis B, maka kemungkinan menularkannya kepada bayi yang akan dilahirkan jauh lebih tinggi.



Gejala hepatitis B bisa bervariasi, mulai dari sakit perut, demam, nyeri pada sendi, kehilangan selera makan, mual, muntah, dan urine berwarna gelap. Hepatitis pada ibu hamil juga bisa memicu terjadinya komplikasi, antara lain:

• Risiko terkena diabetes gestasional

• Mengalami ketuban pecah sebelum waktunya

• Mengalami perdarahan berat menjelang akhir kehamilan

• Mengalami batu empedu sehingga menimbulkan penyakit kuning selama kehamilan yang diakibatkan perubahan garam empedu.

4. Influenza

Gejala influenza termasuk batuk, demam, sakit kepala, dan tenggorokan. Namun dalam beberapa kasus, virus influenza juga bisa berupa mual, muntah, serta munculnya kemerahan pada wajah.

Bagi ibu hamil, virus influenza bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Jika tidak segera ditangani, influenza bisa memicu adanya penyakit yang lebih berbahaya, seperti bronkitis dan pneumonia. Selain itu, dikhawatirkan influenza juga dapat memengaruhi pertumbuhan bayi sehingga menyebabkan persalinan prematur atau berat badan lahir rendah.

Apabila Moms terserang virus influenza saat hamil, maka Anda disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. Moms juga bisa mengonsumsi obat atas resep dokter. Rajin berolahraga bisa mengurangi risiko Anda terserang virus influenza. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: virus,   kehamilan,   ibu hamil,   rubella,   hepatitis,   cacar air