Mother&Baby Indonesia
Meski Sulit, Ini 4 Kebohongan Pasangan yang Perlu Dimaafkan

Meski Sulit, Ini 4 Kebohongan Pasangan yang Perlu Dimaafkan

Pada dasarnya, keterbukaan dan kejujuran adalah hal mendasar nan penting di dalam sebuah hubungan, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Meskipun begitu, tidak ada orang yang sempurna sehingga terkadang berbuat bohong tidak bisa dihindari.

Mengutip Women’s Health, Joseph Cilona, PsyF, psikolog klinis, menyatakan, “Berbohong cukup umum di dalam sebuah hubungan.” Namun, ini bukan berarti kebohongan tak akan membahayakan hubungan Anda dan pasangan. Menurut Joseph, kebohongan yang bertujuan untuk menjaga perasaan pasangan bisa tidak berbahaya, sedangkan berbohong untuk melindungi diri sendiri dapat menjadi tanda dan menyebabkan masalah pada hubungan Anda.

“Kebohongan yang dilakukan dengan menahan kebenaran untuk menjaga perasaan atau membantu seseorang, maka ini menunjukkan kebaikan, tata krama, dan menghargai pasangan." lanjut Joseph. Jadi, ada beberapa macam kebohongan yang sebenarnya Moms perlu maafkan. Lalu, apa saja kebohongan tersebut? Berikut ini adalah beberapa contoh kebohongan pasangan yang Moms bisa maafkan.

1. Berbohong Soal Bekas Jerawat Anda

Jerawat di kening baru saja pecah dan berbekas. Hal ini membuat Moms jadi ilfil, terlebih lagi letaknya di tengah-tengah dan bentuknya besar. Si Kecil bahkan menanyakan, “Itu ada apa di muka Mama?” Tapi Dads terilhat santai seakan tidak ada yang salah.

Yakinlah Moms, bukannya Dads tak sadar atau membohongi Anda, melainkan ia mengerti bahwa kehadiran bekas jerawat itu sangat mengganggu Anda dan ia tak mau Anda merasa terbebani jika ia menyebutkannya. Mungkin tidak hanya bekas jerawat, tapi juga saat Anda memamerkan pakaian baru atau hasil berburu barang diskon. Jadi, tak perlu mempermasalahkannya Moms, karena Dads tak berniat buruk.

2. Berbohong Soal Masturbasi

Ada kalanya Dads berbohong soal hal-hal yang memalukan baginya, seperti soal ia bermasturbasi saat harus bekerja dan tinggal jauh dari Anda atau soal ia salah membeli kaus kaki secara online, karena tidak semua orang bisa membagikan pengalaman memalukannya dengan orang lain, termasuk dengan pasangannya sendiri. Moms tak perlu menganggap hal ini sebagai masalah serius, karena pada akhirnya Dads pasti akan menceritakannya dalam sebuah lelucon ketika ia merasa siap untuk menceritakannya.

3. “Aku Baik-baik Saja”

Tidak biasanya, Dads terlihat teramat lelah dan sangat suntuk ketika pulang bekerja. Anda yakin bahwa suami Anda baru saja melalui sebuah masalah yang tampaknya berat. Namun ketika Anda bertanya, ia hanya menjawab, “Enggak apa-apa, semuanya baik-baik saja, kok.” Moms mungkin merasa dibohongi dan tidak dianggap, tapi sebenarnya hal ini tak perlu Anda jadikan sebagai masalah besar.

Penyebabnya, mungkin saja Dads tak tahu cara menyampaikannya kepada Anda atau bahkan tak ingin membebani Anda dengan masalahnya. Memang, kehidupan pernikahan adalah sebuah hubungan yang dilandasi dengan kebersamaan.

Tetapi percayalah padanya, Moms. Di saat ini Dads mungkin hanya butuh waktu sendiri untuk merenung dan mengumpulkan energi agar siap menghadapi masalahnya. Maka, Anda bisa biarkan suami Anda menghabiskan waktu sendiri dulu, karena ketika tiba saatnys Dads akan menceritakan hal tersebut bahkan meminta pertolongan Anda.

4. Berbohong Soal Kado Ulang Tahunnya

Moms dan Si Kecil memberikan suprise untuk ulang tahun Dads. Tidak hanya itu, Anda juga sudah memilih kemeja dengan motif garis berwarna biru sebagai hadiah ulang tahunnya. Kemudian Dads tampak tertegun sejenak, lalu tiba-tiba tersenyum dan mengatakan, “Terima kasih kadonya, aku suka banget!”

Tentu reaksi tersebut berkesan aneh, ya. Jika tidak suka kemejanya, mengapa harus berbohong? Tenang Moms, hal ini tak perlu menjadi masalah genting dan merusak momen kebahagiaan Anda sekeluarga. Karena meski Dads sebenarnya tidak menyukai barang pemberian Anda,  ia tak mau melukai perasaan Anda. Baginya, hadiah tersebut dipilih dan diberikan oleh sosok yang paling ia sayang maka ia tak merasa perlu komplain dan menolaknya. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   pernikahan,   suami istri,   bohong pada pasangan