Mother&Baby Indonesia
5 Hal yang Harus Diwaspadai dari Boneka Teman Tidur Anak

5 Hal yang Harus Diwaspadai dari Boneka Teman Tidur Anak

Saat belajar tidur di kamar sendiri, balita biasanya punya benda kesayangan untuk menemaninya tidur, seperti selimut, bantal, boneka, maupun mainan lainnya. Buat Si Kecil, benda-benda ini bisa membuatnya merasa ditemani dan tidak kesepian di malam hari. American Academy of Pediatrics sendiri menyebut benda-benda tersebut, yang menimbulkan kenyamanan buat balita, dengan istilah “object transisi” karena membantu anak membuat transisi emosional dari ketergantungan ke kemandirian.

Selain selimut atau bantal, kebanyakan anak akan memilih mainan dan boneka sebagai teman tidurnya. Mainan seperti boneka memang dapat membantu menemani Si Kecil tidur nyenyak. Namun, ada yang berpendapat bahwa mainan di tempat tidur Si Kecil ternyata juga dapat membahayakan.

Menurut American Academy of Pediatrics, mainan anak bisa jadi hal yang membahayakan karena dapat menjadi sumber debu, membuat Si Kecil terbentur, atau membuatnya terlilit benda-benda tersebut saat tidur. Ini 5 hal yang perlu anda waspadai dari mainan dan boneka teman tidur Si Kecil, Moms.



1. Pastikan Kebersihannya

Apa pun bentuk mainannya, Moms perlu memastikan kebersihannya. Pastikan tidak ada debu maupun kotoran yang menempel. Jika Anda menemukan ada mainan yang kotor, katakan pada Si Kecil bahwa mainan tersebut perlu dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum ia ajak tidur. Sebaiknya, cek kebersihan mainan teman tidurnya tersebut setiap hari. Cuci setiap seminggu sekali dengan sabun dan antibakteri. Lalu keringkan hingga benar-benar kering agar tidak ada jamur yang tumbuh.

2. Pilih yang Aman

Aman yang dimaksud di sini adalah mainan tersebut tidak memiliki bahan atau bentuk tajam yang bisa melukai tubuh Si Kecil, seperti menggores, menjepit, atau bahkan menusuk. Bentuk mainan juga jangan terlalu besar atau lebar dan tidak memiliki bagian-bagian kecil yang bisa tanpa sengaja tertelan.

Jika mainan tersebut mengeluarkan bunyi atau suara, pastikan volumenya tidak terlalu keras, agar anak tidak kaget saat mainan mengeluarkan suara akibat terpencet atau tersentuh Si Kecil ketika ia tidur. Hindari juga mainan yang bisa mengeluarkan cahaya, karena cahaya yang menyilaukan malah bisa mengganggu tidur anak.

3. Atur Posisinya

Sebelum tidur, tawarkan bantuan pada Si Kecil untuk ikut mengatur posisi mainan-mainannya di luar ranjang tidurnya, seperti meja atau rak. Tawarkan juga bantuan untuk mengatur posisi teman tidurnya tersebut di atas tempat tidur.



Pastikan posisi mainannya aman dari anak, misalnya tidak berisiko menutupi hidung dan tidak mengganggu sirkulasi udara anak, sehingga selama Si Kecil tidur, ia tidak akan mengalami sesak napas. Lakukan kegiatan ini dengan cara menyenangkan ya, Moms, misalnya sambil bernyanyi, agar Si Kecil tidak merasa keberatan dan bahkan menjadi rewel.

4. Pindahkan Usai Tertidur

Apabila Anda merasa mainan teman tidur Si Kecil justru membuat tidurnya tidak nyaman, Anda bisa memindahkannya setelah ia tertidur. Jika saat bangun Si Kecil menanyakan di mana mainannya, katakan saja padanya, “Mainan kamu sudah kembali ke tempatnya, sayang. Ia juga kan mau tidur di tempatnya.” Moms bisa melakukan hal ini secara rutin, hingga pada akhirnya Si Kecil menjadi terbiasa.

5. Jauhkan Mainan

Jika Si Kecil alergi pada debu karena dapat mengakibatkan ia bersin-bersin, gatal-gatal, bahkan ruam-ruam pada kulit, sebaiknya jauhkan mainan tersebut. Katakan padanya bahwa teman tidurnya tersebut bisa membuatnya sakit dan malah jadi tidak bisa tidur.

Jauhkan juga jika anak fobia tempat sempit. Ini bisa membuat Si Kecil panik dan histeris jika mainan yang dibawa terlalu banyak dan membuat sempit tempat tidur. Terakhir, jika memiliki gangguan pernapasan, debu yang dibawa dari mainan bisa mengganggu pernapasan Si Kecil. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   boneka,   teman tidur