Mother&Baby Indonesia
Tips Memberi Nutrisi yang Tepat untuk Anak yang Aktif

Tips Memberi Nutrisi yang Tepat untuk Anak yang Aktif

Melihat Si Kecil tumbuh aktif dan ceria pasti memberi kebahagiaan tersendiri untuk semua orang tua. Di zaman serba gadget seperti saat ini, sangat penting untuk menstimulasi anak agar aktif secara fisik. Tidak perlu berolahraga berat, sekadar melakukan aktivitas fisik selama 30-60 menit per hari saja sudah cukup untuk menunjang kebugaran tubuh anak. Kebiasaan baik ini juga mencegah anak dari gaya hidup sedimen (tidak aktif) yang bisa memicu obesitas lho, Moms.

Nah, jika anak Anda tergolong anak yang aktif fisik, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Jangan asal makan yang banyak, tetapi juga harus diperhatikan keseimbangan nutrisinya. Makanan untuknya harus sehat, bergizi seimbang, dan tentunya enak juga. Yuk, ketahui beberapa tips untuk menunjang kebutuhan gizi anak aktif!



Jangan Lupa Sarapan Sehat

Saran yang satu ini mungkin terdengar kuno dan klise, tetapi memang sangat penting dan tak boleh dilupakan. Menurut Tara Gidus, MS, RD, CSSD, Board Certified in Sports Nutrition, pada Parents, anak yang sarapan akan mendapatkan nutrisi lebih baik dibanding anak yang tidak sarapan. Bahkan, anak yang sarapan sehat bisa tetap tenang ketika menghadapi situasi penuh tekanan, misalnya saat kalah dalam sebuah pertandingan.

Berikan Lemak

Hanya fokus memberikan karbohidrat untuk membuat anak aktif kenyang lebih lama? Jangan! Anak butuh bahan bakar yang tepat untuk menunjang aktivitas ototnya, maka Moms perlu memberinya karbohidrat, protein, dan jangan lupakan lemak sehat, ya. Contoh menu makan siang yang bisa Moms berikan adalah sandwich gandum dengan alpukat, dada ayam, mayones, dan sebuah pisang. Moms juga bisa memberi pasta bersaus marinara dengan salmon. Enak dan cocok untuk si aktif!

Wajib Sayur dan Buah

Sajikan sayur dan buah dengan cara yang menarik, karena dua sumber gizi tersebut bisa meningkatkan sistem imun anak agar selalu sehat dan aktif. Biarkan anak memilih sendiri menu sayur dan buah yang diinginkan, dan Moms bisa berkreasi dengan pilihan favorit anak.

Sedikit tips bagi Moms yang anaknya kurang suka makan sayur dan buah: Coba ajak mereka ikut memilih dan membeli buah dan sayurannya di supermarket. Mengikutsertakan anak ke kegiatan berbelanja membuat mereka lebih “dekat” dengan pilihannya, dan tentunya lebih ingin memakannya.

Camilan? Boleh, Dong!

Siapa bilang camilan tidak baik untuk anak? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) justru sangat merekomendasikan pemberian camilan di sela waktu makan utama. Tetapi ingat, camilannya harus yang sehat ya, Moms, bukan camilan yang isinya hanya gula, pengawet, dan pewarna! Camilan segar berguna untuk meningkatkan energi anak aktif, membantunya fokus, dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Contoh camilan sehat untuk anak aktif adalah biskuit gandum dengan selai kacang, potongan buah segar dengan keju, atau smoothies buah tanpa pemanis. Yummy!



Susu Setelah Olahraga

Mengutip Parents, disarankan untuk memberikan susu rendah lemak setelah anak berolahraga. Berikan susu dengan rasio 3:1 antara karbohidrat dan proteinnya, karena ini baik untuk membantu pemulihan tubuh anak setelah lelah berolahraga.

Pindahkan Jadwal Makan

Makan sesuai jadwal memang penting, tetapi daripada Si Kecil yang aktif selalu pulang beraktivitas dalam keadaan lapar menanti makan malam, lebih baik pindahkan saja jam makannya. Anak aktif mungkin menghabiskan waktu panjang di sekolah, di tempat aktivitas fisik, baru setelah itu pulang ke rumah.

Jika ia sudah kelaparan setibanya di rumah, jangan ragu untuk langsung memberinya makan malam lebih cepat. Jika dibutuhkan, beri ia makan malam dua kali dengan porsi yang lebih kecil. Satu sepulang sekolah, dan satu lagi diberikan 3-4 jam kemudian.

Penuhi Kebutuhan Cairan

Cairan merupakan kebutuhan anak aktif yang sangat penting agar tubuhnya tidak dehidrasi. Mengutip tulisan dr. Natharina Yolanda, Sp.A, pada IDAI, cairan merupakan komponen yang penting karena status hidrasi yang cukup bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kebutuhan cairan berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh.

Berikut kebutuhan cairan pada anak yang harus dipenuhi setiap hari:

• Usia 1-3 tahun memerlukan 1.300 mL/hari

• Usia 4-8 tahun memerlukan 1.700 mL/hari

• Usia 9-13 tahun memerlukan 2.400 mL/hari (laki-laki)

• Usia 9-13 tahun memerlukan 2.100 mL/hari (perempuan)

Menurut dr. Natharina, cairan ini dapat berasal dari makanan maupun minuman. Jangan lupa penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan harian anak Anda ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: nutrisi,   anak aktif,   cairan,   kesehatan